Alasan Milenial Lebih Memilih Sewa Dibanding Beli Hunian

Alasan Millennial Lebih Memilih Sewa Dibanding Beli Hunian

Posted by

Generasi Millennial merupakan sebutan bagi orang-orang yang lahir di tahun 1980an hingga 2000an. Dalam kata lain, generasi yang ada pada saat ini dengan rentang usia 15 – di bawah 35 tahun.

Setelah mengetahui penjelasan tersebut, Apakah Kamu termasuk dalam generasi Millennial

Jika ya, pada masa inilah, Kita sebagai generasi Millennial bercita-cita memiliki hunian. Namun, hal yang tidak dapat dipungkiri adalah harga properti dan berbagai kebutuhan yang terus meningkat. Sehingga, tak jarang banyak generasi millennial memilih untuk menyewa hunian daripada membeli hunian untuk menyeimbangi hal tersebut. 

Berikut akan Kami ulas alasan mengapa lebih baik untuk menyewa dibandingkan membeli sebuah hunian.

Baca Juga: Punya Rumah Minimalis? Ini 5 Tips agar Desainnya Lebih Menarik dan Bagus

4 Alasan Millennial Lebih Memilih Sewa Dibanding Membeli Hunian

Alasan Milenial Lebih Memilih Sewa Dibanding Beli Hunian
Alasan Milenial Lebih Memilih Sewa Dibanding Beli Hunian

1. Harga Yang Semakin Mahal

Bertambahnya jumlah pasangan yang menikah menyebabkan ketimpangan antara banyaknya pasangan yang menikah dengan jumlah hunian yang tersedia.

Pasangan yang baru menikah tentu ingin memiliki hunian sebagai tempat tinggal untuk keluarga kecilnya, sebab mereka juga tak ingin tinggal bersama orang tua maupun mertua setelah menikah.

Mengapa demikian? Pasangan millennial ingin hidup mandiri dengan tinggal terpisah dari orang tua ataupun mertua. Mereka ingin memiliki tempat tinggal sendiri. Dengan memiliki hunian sendiri, pasangan millennial lebih memiliki privasi.

Hal ini berbanding terbalik jika tinggal bersama orang tua atau bersama mertua. Pasangan millennial tidak memiliki ruang privasi karena orang tua yang masih turut campur tangan dalam kehidupan berkeluarganya.

Ditambah lagi dengan harga tanah yang terus meningkat setiap tahunnya. Hal ini disebabkan karena luas tanah yang terus berkurang, sedangkan permintaan akan hunian yang terus bertambah.

Dengan tingginya permintaan tersebut, menyebabkan para developer menaikkan harga hunian untuk menjawab tingginya permintaan akan hunian.

Keinginan untuk hidup mandiri dan harga tanah yang terus meningkat membuat para generasi Millennial perlu memikirkan kembali saat ingin membeli sebuah hunian. Mereka harus melakukan perhitungan secara matang terlebih dahulu.

2. Belum Tertarik Membeli

Para generasi Millennial sangat berbeda dengan generasi lainnya, sebut saja generasi baby boomer. Generasi baby boomer, merupakan generasi yang lebih senang menyimpan sebagian pendapatannya, berbanding terbalik dengan generasi Millennial.

Setelah gajian, para generasi Millennial akan langsung berseluncur ke toko online. Saat uang gajian masuk ke rekening, para generasi Millennial akan terdorong untuk berbelanja atau melakukan shopping.

Baik itu belanja kebutuhan sehari-sehari, pakaian, kosmetik, perlengkapan games, perhiasan, skincare, peralatan olahraga, maupun sepatu. Bagi generasi Millennial wanita, mereka lebih suka berbelanja kosmetik, perhiasan, pakaian, sepatu dan skincare.

Sedangkan generasi Millennial pria, mereka lebih doyan berbelanja peralatan olahraga, sepatu, maupun perlengkapan games. Jumlah nominal yang harus dikeluarkan oleh generasi Millennial pria tidaklah sama dengan jumlah nominal yang harus dikeluarkan oleh generasi Millennial wanita.

Pria bila berbelanja dalam jumlah nominal yang besar. Pria bila telah menemukan barang yang dibeli atau dituju, maka mereka tak segan-segan akan mengeluarkan biaya dengan jumlah nominal yang cukup besar. Kenapa begitu?

Karena pria lebih memilih membeli barang-barang yang branded dan mahal. Bagi pria, harga yang mahal tak perlu dipikirkan asalkan mereka berhasil membeli barang-barang yang dituju.

Oleh sebab itulah para generasi Millennial belum tertarik membeli sebuah hunian karena di zaman sekarang kebutuhan tersier lebih penting dibanding kebutuhan papan. Hal ini guna menaikkan prestige mereka di hadapan teman-teman maupun kolega.

3. Malas Repot

Di zaman sekarang, kebanyakan orang khususnya para generasi Millennial lebih menyukai segala sesuatu yang praktis dan instan. Contohnya saja, ketika ingin makan. Mereka tak ingin merepotkan diri dengan kegiatan memasak.

Mereka hanya ingin meletakkan makanan di dalam microwave atau menunggu pesanan online. Dan, hanya menunggu beberapa menit makanan tersebut bisa dinikmati. Lain halnya dengan memasak yang mana mereka perlu ke pasar atau ke swalayan untuk membeli bahan masakan, lalu meracik bahan masakan tersebut agar bisa menikmati masakan tersebut.

Hal yang sama juga terhadap tempat tinggal. Para generasi Millennial tidak ingin repot mengurus tempat tinggal yang mereka tempati.

Baca Juga: 3 Gaya Berpacaran yang Harus Dihindari Para Milenial Agar Tidak Boros

4. Nggak Mau Merawat

Para Millennial, mereka lebih suka untuk berada di luar rumah dibanding harus berada di dalam rumah. Mereka lebih suka menghabiskan waktu dengan pergi travelling, pergi makan ke restoran, ngumpul-ngumpul bareng teman-teman di kafe, hingga nonton bioskop.

Hal ini menyebabkan para generasi Millennial malas untuk merawat dan lebih memilih menggunakan jasa orang lain untuk merawat tempat tinggal mereka. Oleh sebab itu, mereka lebih memilih sewa dibanding membeli sebuah hunian.

Para generasi Millennial tinggal membayar bila ada atap yang bocor, lantai yang rusak, biaya listrik dan biaya air, serta membayar uang kebersihan. Mereka tidak perlu mengeluarkan tenaga, semuanya beres. Tanpa perlu pusing mengurus ini itu.

Sesuaikan dengan Kemampuan Kamu

Sesuaikan dengan Kemampuan Kamu
Sesuaikan dengan Kemampuan Kamu

Setelah mengetahui alasan-alasan tersebut, Kamu dapat memikirkan kembali pilihan yang akan diambil kedepannya. Serta, jangan lupa untuk tetap melakukan perhitungan agar tidak salah langkah.