Tips Merawat Kartu Kredit

Bukan Cuma Pasangan, Kartu Kredit Juga Butuh Perhatian Anda!

Posted by

Tawaran menggiurkan dalam dunia bisnis mulai datang dari maraknya kemudahan bertransaksi yang diberikan berbagai perusahaan bank. Para konsumen khususnya generasi milenial kini lebih mudah memiliki wawasan yang apik mengenai perbankan. Salah satunya kartu kredit, sebuah produk perbankan yang sudah menjadi bagian gaya hidup nasabah menjadi lebih praktis.

Tentunya kepemilikan kartu kredit tidak bisa dimiliki semua orang. Tetapi perlu memenuhi berbagai persyaratan seperti sudah memiliki penghasilan yang tetap.

Karena harus bertanggung jawab dengan sejumlah kewajiban yang dibayarkan, maka keberadaan fisik kartu kredit sangat penting untuk diperhatikan agar tidak disalahgunakan oleh orang lain. Bukan hanya keberadaannya saja, tetapi kondisi fisik kartu juga harus dijaga supaya bisa berfungsi dengan baik.

Maka dari itu selain penyalahgunaan kartu, nasabah juga harus menghindari kondisi fisik kartu yang rusak. Bila berada dalam keadaan yang genting seperti tidak membawa kartu debit dan cash secara bersamaan, pembayaran menggunakan kartu kredit akan menjadi jalan keluar yang efekif.

Namun ketika kartu yang digunakan ditolak karena kondisinya rusak, bukankah Anda akan jadi pusing kepalang dan harus repot menyodorkan identitas sebagai jaminan pembayaran?

Gagalnya transaksi kartu kredit yang digesekkan di mesin Automated Teller Machine (ATM) atau Electronic Data Capture (EDC) akan menjadi mimpi buruk seorang nasabah. Apalagi bila harus mengganti kartu kredit dengan yang baru, mau tidak mau nasabah akan dikenai biaya dengan minimum Rp 50.000,00.

Sudah hilang, menambah kondisi akun menjadi lebih tidak aman, ditambah harus membayar biaya penggantian kartu kredit pula.

Namun jangan takut, semua itu tidak akan terjadi pada Anda bila sejak dini sudah melakukan pencegahan. Perawatan kartu kredit pun pada dasarnya sangat sederhana dan dapat menggunakan alat-alat yang mudah ditemui di rumah Anda.

Penasaran? Yuk mari disimak langkah-langkah apa saja sih yang dapat mencegah rusaknya kartu kredit!

Tips-Tips Mencegah Kartu Kredit Rusak

1. Pastikan Pita Magnetik Sehalus Seperti Sedia Kala

Jaga Pita Magnetik
Jaga Pita Magnetik

Pernahkah memiliki rasa penasaran dengan garis hitam di kartu kredit maupun debit yang Anda miliki? Ternyata garis hitam tersebut bukan sembarang garis loh! Garis yang dinamakan pita magnetik itu memiliki fungsi yang paling penting karena memuat data pribadi sang nasabah.

Dengan teknologi barcode, pita magnetik akan merekam seluruh data penting yang mencangkup data pribadi nasabah, saldo, transaksi, limit kartu, dan sebagainya. Data-data tersebut tentunya hanya dapat dibaca oleh mesin, sehingga pita magnetik harus dijaga tingkat sensitivitasnya.

Bila sudah tidak berfungsi, nasabah dianjurkan untuk segera melapor kepada bank yang bersangkutan untuk tindak lanjutnya. Lalu bagaimana caranya menjaga pita magnetik tersebut?

Pertama, jaga kartu agar terhindar dari air maupun kondisi yang lembab. Anda dapat menggunakan tissue kering untuk membersihkan bagian pita magnetik agar tetap sensitif. Namun, tetap perlu diingat dalam membersihkannya diperlukan gerakan perlahan agar tidak terjadi gesekan yang membekas terhadap pita magnetik.

Kedua, jangan biarkan kartu disimpan dalam ruang yang sama dengan uang koin. Bentuk fisik uang koin tentunya akan berpotensi memberikan bekas atau goresan terhadap pita megnetik. Terakhir, usahakan memindahkan posisi penyimpanan kartu kredit ke bagian dompet lain secara berkala agar bagian dompet tidak menempel pada kartu.

Baca Juga: Kenali 3 Tips Sederhana Ini Sebelum Memilih Kartu Kredit

2. Penghapus Penyelamat Kartu Kredit

Penghapus Berguna untuk Kartu Kredit
Penghapus Berguna untuk Kartu Kredit

Selain pita magnetik, bagian kartu kredit yang tidak kalah pentingnya juga terdapat pada chip. Sebagai produk pengaman tambahan baru, chip kini sudah diterapkan di seluruh kartu kredit yang terbit di Indonesia. Setali tiga uang dengan pita magnetik, fungsi chip juga berhubungan dengan data-data penting nasabah yang hanya terbaca oleh mesin tertentu.

Pengaman tambahan ini perlu bagi kartu kredit guna mencegah aksi yang tidak diinginkan dari para mafia kartu kredit. Chip dalam kartu kredit pada dasarnya memiliki cara kerja yang tidak jauh berbeda dengan chi dalam telepon seluler. Sehingga, bila terjadi kerusakan, cara pencegahan ini dapat diterapkan untuk keduanya.

Tidak disangka, benda simple seperti penghapus pensil dapat menjadi jalan keluar untuk chip yang tidak terbaca. Dengan tekstur yang serupa dengan karet, Anda dapat menggosok chip secara perlahan dan membersihkan kotoran yang menghalangi terbacanya chip.

Tetapi bila cara ini juga tidak membuahkan hasil, itu artinya Anda perlu waspada akan kemungkinan kerusakan pada chip dan harus segera melapor pada bank yang bersangkutan. Pada kartu kredit, nomor, masa berlaku, nama pemilik, dan tiga digit nomor di belakang kartu merupakan data krusial. Simpan dengan aman di dompetmu.

3. Tak Boleh Bengkok 1 Derajat Pun!

Hindari Kartu Kredit Bengkok
Hindari Kartu Kredit Bengkok

Begitu pentingnya menjaga tingkat sensitivitas kartu kredit tidak hanya persoalan akan kebersihannya, namun juga bentuknya yang harus selalu datar. Bila bentuknya mulai melengkung, hal tersebut berpotensi juga merusak fungsi pita magnetik maupun chip pada kartu. Oleh karena itu, kartu kredit wajib disimpan di tempat yang tidak akan mengubah bentuknya seperti dompet.

Namun yang sering terjadi adalah ketidaksadaran nasabah akan kebiasaannya menyimpan di dompet yang diletakkan dalam saku celana. Karena posisinya mudah untuk diduduki secara tidak sengaja, bentuk kartu pun tidak luput dari bentuk lengkungan yang mengikuti bentuk dompet. Walaupun terlihat simple tetapi ada baiknya untuk tidak menyimpan kartu kredit di dompet dalam saku celana karena riskan terjadi kerusakan.

4. Kartu Kredit Bukan Mainan Anak Kecil

Jauhkan dari Jangkauan Anak
Jauhkan dari Jangkauan Anak

Kehadiran anak-anak kecil memang sangat membahagiakan, namun juga bisa membahayakan bila sudah mulai menyentuh barang-barang penting seperti kartu kredit. Kepolosan mereka tentunya akan beresiko tinggi atas potensi merusak bahkan menghilangkan kartu Anda secara tidak sengaja.

Anda disarankan untuk tidak mengeluarkan kartu di depan anak agar tidak menimbulkan rasa penasarannya, serta menyimpan di tempat yang sulit dijangkau sang anak.

Baca Juga: Tips Sederhana Menggunakan Kartu Kredit Saat Bepergian agar Lebih Aman

5. Ingatlah Tanggal Kadaluarsanya!

Perhatikan Masa Berlaku Kartu Kredit
Perhatikan Masa Berlaku Kartu Kredit

Sesering apapun Anda menggunakan kartu kredit, terkadang tetap membuat lupa akan tanggal kadaluarsa kartu tersebut. Ada baiknya untuk membuat reminder sebulan sebelumĀ­ tanggal kadaluarsa kartu kredit Anda, sehingga bila sudah waktunya tenggat Anda sudah memiliki pembaharuannya. Jadi bila suatu saat kartu kredit Anda gagal bertransaksi, coba cek tanggal kadaluarsanya terlebih dahulu agar tidak terlalu panik.