Jenis Investasi Aman Anti Inflasi yang Bisa Kamu Coba Sekarang copy

Jenis Investasi Aman Anti Inflasi yang Bisa Kamu Coba Sekarang

Posted by

Berbicara mengenai perekonomian tentunya tak akan terlepas dari  sebuah inflasi. Sering kali Kita sebagai masyarakat awam tak menyadari inflasi sangat mempengaruhi perekonomian hingga menurunkan daya beli. Sebagian masyarakat memandang hal ini sebagai hal wajar, namun diluar sana justru banyak sekali masyarakat di bawah garis kemiskinan yang semakin tertekan dengan perekonomian yang memburuk.

Tentunya bukan hal yang mudah dalam menghadapi inflasi karena kondisi finansial kita justru menjadi ‘kebobolan’. Tak heran beberapa Negara mengalami krisis moneter lantaran tak sanggup membendung laju inflasi yang berujung buruk.

Di Indonesia sendiri, bukti nyata dari laju inflasi adalah kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang hampir terjadi setiap tahunnya. Masyarakat awam memandang kenaikan BBM sebagai indikasi dari kenaikan kebutuhan pokok lainnya. Atau secara tidak langsung, kenaikan BBM berbanding lurus dengan pengeluaran lainnya.

Artikel Kita kali ini akan membahas beberapa hal tentang inflasi, dan jenis investasi yang dapat Anda andalkan saat inflasi semakin tinggi. Berikut ulasan selengkapnya : 

Penyebab Munculnya Inflasi

Penyebab Munculnya Inflasi
Penyebab Munculnya Inflasi

Inflasi setidaknya disebabkan oleh beberapa faktor yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Faktor tersebut diantaranya adalah faktor Pull of Demand yang mengindikasikan adanya peningkatan terhadap permintaan barang atau jasa yang lebih tinggi. Peningkatan permintaan sendiri dapat disebabkan karena meningkatnya kemakmuran dan daya beli. Hal tersebut juga mampu meningkatkan indeks kemampuan konsumen. 

Faktor berikutnya yang mempengaruhi terjadinya inflasi adalah Cost Push. Cost Push sendiri berkaitan dengan peningkatan harga barang atau jasa lantaran biaya dari pengadaannya. Faktor Cost Push sendiri diantaranya adalah kenaikan upah karyawan, kompensasi terhadap karyawan, hingga kenaikan harga dan bahan baku serta barang modal. Poin selanjutnya yakni adanya pengaruh dari melemahnya mata uang Rupiah untuk pembelian barang baku impor atau barang lokal yang transaksinya menggunakan US$. 

Faktor yang terakhir yakni adanya kebijakan dari pemerintah. Kebijakan tersebut misalnya pencabutan subsidi terhadap minyak bumi atau komoditas lainnya yang tentunya akan mempengaruhi mata rantai distribusi barang dalam poin Cost Push. Kebijakan lainnya yang sangat berpengaruh yakni adanya kelonggaran likuiditas yang mendorong adanya ekspansi usaha serta daya beli masyarakat yang lebih tinggi. 

Baca Juga: Mau Kaya Raya Meski Gaji UMR? Terapkan 7 Tips Investasi Saham Berikut Ini

Alokasi Investasi

Menghadapi laju inflasi yang fluktuatif dapat Anda siasati dengan cara mengalokasikan sebagian dana Anda untuk investasi. Tujuan dari berinvestasi sendiri adalah untuk mengamankan berbagai aset yang Kita miliki atau yang biasa disebut dengan wealth preservation

Untuk Anda yang tertarik dengan investasi, dapat mengalokasikan dana yang Anda miliki pada sektor riil maupun aset. Berbagai produk investasi yang sering dipergunakan oleh masyarakat di Indonesia diantaranya adalah emas, properti, benda berharga, dll. Setiap bentuk investasi memiliki karakteristik, risiko, keuntungan, jangka waktu investasi yang berbeda-beda. 

Menurut beberapa data empiris, keberhasilan dari alokasi aset yang Kita miliki adalah faktor terpenting untuk menentukan besaran imbalan yang bisa Kita dapatkan. Poin yang perlu diperhatikan diantaranya adalah memperhitungkan besarnya jumlah alokasi dana pada masing-masing instrumen investasi yang Kita pilih sesuai dengan tujuan investasi karakteristik risiko, return, atau potensi penerimaan hasil investasi, serta jangka waktu berinvestasi.  Mudahnya perhitungan return atau tingkat keuntungan yang Kita dapatkan haruslah lebih tinggi dibandingkan tingkat inflasi. 

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia mengalami inflasi yang cukup stabil dalam 10 tahun belakangan ini yakni sebesar 7,4% per tahun sedangkan 5 tahun belakangan tingkat inflasi mengalami penurunan yakni menjadi 5,4% per tahun dan pada 2 tahun terakhir telah turun berkisar pada angka 3%. Mempertimbangan besaran inflasi yang terjadi di Indonesia, berikut adalah jenis-jenis instrumen investasi yang dapat Anda pergunakan untuk mengamankan aset yang Anda miliki : 

1. Investasi Emas

Investasi Emas
Investasi Emas

Salah satu instrumen investasi yang paling banyak digunakan oleh masyarakat di Indonesia adalah investasi dalam bentuk emas, baik emas perhiasan maupun logam mulia. Kenaikan nilai investasi ini pun terbilang cukup besar yakni 18% per tahunnya.

Instrumen investasi dalam bentuk emas ini dapat Anda pergunakan untuk memberikan nilai perlindungan atau biasa disebut hedging terhadap inflasi. Secara perhitungan, risiko investasi dalam bentuk emas memiliki bentuk kepemilikan atas penunjukan dan bukan atas nama.. Jika kepemilikannya dalam jumlah besar tentunya perlu disimpan dalam tempat penyimpanan yang besar.

2. Obligasi

Obligasi
Obligasi

Instrumen investasi selanjutnya yang dapat Anda pergunakan adalah dalam bentuk obligasi. Instrumen ini bisa dilakukan untuk jangka menengah dan berpotensi menghasilkan return yang lebih tinggi dari nilai inflasi dengan rata-rata nilai return mencapai 10% pertahunnya. 

3. Reksadana Saham

Reksadana Saham
Reksadana Saham

Instrumen investasi selanjutnya yang dapat Anda pergunakan saat inflasi semakin tinggi adalah Reksadana Saham. Jenis investasi ini bagus untuk jangka panjang dan sangat tepat untuk para investor yang agresif. 

Tingkat imbal hasil yang dapat diperoleh investor dalam 5 tahun terakhir adalah kuran glebih sebesar 28%, hal tersebut tentunya cukup jauh berada di atas nilai inflasi rata-rata. Untuk Anda yang tertarik dengan instrumen investasi ini pun cukup terjangkau, yakni mulai dari Rp 250.000 saja, selain itu bentuk investasi ini pun likuid dimana Anda dapat menjual maupun membelinya kapan saja. 

4. Investasi Saham

Investasi Saham
Investasi Saham

Tertarik untuk investasi jangka panjang? Anda bisa memilih investasi dalam bentuk saham. Tingkat return IHSG dari investasi ini terbilang cukup tinggi dimana 5 tahun terakhir persentasenya mencapai 26%. 

Hal tersebut membuat jenis investasi ini cocok untuk kepribadian investor yang agresif. Nilai investasinya pun masih terbilang masuk akal yakni mulai dari Rp 10.000.000 hinga Rp 50.000.000 tergantung dari pialang saham. 

Baca Juga: Bingung Mau Pilih Investasi Emas, Properti, atau Deposito? Simak Keuntungannya Berikut Ini

Jangan Ragu Bila Resmi

Demikian lah beberapa instrumen investasi yang dapat Anda pergunakan untuk mengatasi inflasi yang semakin tinggi. Tak perlu ragu untuk memilih jenis investasi yang hendak Anda pergunakan selama lembaga yang mengurus investasi tersebut telah terdaftar dibawah naungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Semoga berguna!

Butuh Dana Tambahan untuk Investasi? Download Aplikasi Indodana Sekarang dan Ajukan Pinjaman Online!

Download App Indodana Sekarang!