Lakukan Hal-Hal Sederhana Ini Agar Kamu Bisa Cepat Jadi Konglomerat copy

Lakukan Hal-Hal Sederhana Ini Agar Kamu Bisa Cepat Jadi Konglomerat

Posted by

Apakah kamu ingin menjadi seorang konglomerat? Pasti jawabannya adalah iya. Sebagian besar orang pasti ingin hidup berkecukupan dan mapan agar bisa memenuhi seluruh kebutuhan mereka. Menjadi seorang konglomerat sering dikaitkan dengan gaya hidup mapan dan sukses.

Seiring dengan bertambahnya biaya kebutuhan hidup dan tuntutan sosial, tidak heran semua orang bermimpi menjadi orang sukses di masa depan. Meski begitu, bermimpi memang gratis. Tapi ada harga yang harus dibayar untuk mewujudkannya menjadi kenyataan.

Bermimpi Tanpa Usaha dan Niat

Bermimpi Tanpa Usaha dan Niat
Bermimpi Tanpa Usaha dan Niat

Semua orang yang ingin sukses tidak akan pernah mencapai apa yang diinginkannya jika tidak ada aksi dan konsistensi. Di sinilah seringkali kegagalan terjadi. Memimpikan kesuksesan saja memang tidak cukup. Kamu harus mengerahkan segala usaha dan memiliki tekad yang kuat untuk mewujudkannya.

Bukan rahasia umum, semua orang pasti tahu bahwa untuk mencapai kesuksesan membutuhkan kerja keras dan konsistensi.  Sebut saja pengacara populer Tanah Air, Hotman Paris Hutapea. Menurutnya, seluruh kekayaan yang ia miliki saat ini telah didapatkannya dari hasil kerja keras.

Tanpa kerja keras, kesuksesan dirasa sulit untuk diraih. Tapi tentu resep untuk menjadi kaya raya dan konglomerat dengan cepat bukan hanya terletak pada kerja keras saja. Kerja cerdas juga diperlukan untuk meraih kesuksesan yang Kamu dambakan dengan cepat.

Sejumlah orang bisa lebih cepat mencapai kesuksesan finansial. Sementara yang lain butuh waktu ekstra. Meski begitu, berhati-hatilah untuk tidak terbuai.

Karena kesuksesan yang diraih dengan instan hanya akan membangun ego, sementara upaya menuju kesuksesan yang lebih lama prosesnya akan membantu membangun karaktermu.

Baca Juga: Cara Menabung yang Efektif agar Lebih Sejahtera di Waktu Kamu Pensiun 

Lakukan Hal-Hal Sederhana

Selengkapnya, coba lakukan hal-hal sederhana ini agar Kamu bisa cepat jadi konglomerat. Apa saja hal-hal tersebut? Yuk simak ulasannya di bawah ini:

1. Bergaul dengan Orang-Orang yang Lebih Sukses

Bergaul dengan Orang-Orang yang Lebih Sukses
Bergaul dengan Orang-Orang yang Lebih Sukses

Jika cita-citamu adalah menjadi konglomerat, tentu Kamu sudah familiar dengan sosok Chairul Tanjung. Ya, beliau adalah pengusaha skala nasional, pemilik dari CT Corp. Ia memberi bocoran untuk menjadi seorang yang sukses,  kamu bisa bergaul dengan mereka yang sudah lebih sukses dari diri Kamu sendiri saat ini.

Menurutnya, tak ada kesuksesan yang instan lantaran butuh proses untuk mencapai sukses. Kamu perlu

CT yang kini menduduki peringkat kelima orang terkaya Indonesia versi Majalah Forbes 2019 ini lalu melanjutkan, bahwa secara perlahan-lahan, Kamu harus berupaya menjadi pemenang dalam pergaulan di tingkat sesamamu saat ini.

Sehingga dengan demikian, Kamu bisa naik ke tingkat berikutnya. Barulah setelahnya Kamu lakukan lagi hal yang sama berulang kali. Lakukan sampai Kamu naik ke peringkat dan tingkat yang paling tinggi sebisamu.

Dengan demikian, lanjut CT, jangan langsung bermimpi untuk secara instan dan tiba-tiba memasuki jaringan konglomerat. Karena semua itu tentu ada tahapan dan prosesnya.

“Lama memang, tapi itu caranya. Semua harus dilewati seperti anak tangga. Satu-persatu, jangan lompat-lompat karena kalau melompat kemungkinan terpelesetnya tinggi. Jadi sabar,” ujar CT saat menjawab pertanyaan peserta d’Preuner, di Menara Bank Mega, Jalan Kapten Tendean, Jaksel, Rabu (04/02/2015). Demikian seperti dikutip dari halaman Finance.Detik.com.

CT pun mengimbau kepada generasi muda zaman sekarang yang cenderung ingin semuanya serba instan. Kata CT, rasa ketidaksabaran itu sudah melekat sejak lama di dalam budaya orang Indonesia.

2. Gunakan Uangmu dengan Bijak dan Susun Rencana Keuangan

Gunakan Uangmu dengan Bijak
Gunakan Uangmu dengan Bijak

Memasuki tahapan berikutnya, adalah mengetahui bagaimana caramu menggunakan uang. Jika Kamu sudah mengalami dan pernah merasakan sendiri betapa sulitnya mencari uang, tentu Kamu akan lebih menghargainya karena itu merupakan hasil kerja kerasmu.

Sekarang, bagaimana caramu menggunakan uang selama ini?

Apakah sudah cukup bijak dan cerdas?

Apakah Kamu termasuk orang yang hemat?

Atau jangan-jangan Kamu termasuk yang suka belanja secara impulsif dengan boros?

Menjadi kaya raya dan bebas secara finansial bukan melulu soal seberapa besarnya penghasilanmu. Kamu pun perlu menjadi cakap dan andal dalam mengelola keuangan. Pasalnya, sudah banyak kasus yang memperlihatkan orang-orang berpenghasilan besar yang bangkrut lantaran tak bisa mengatur keuangannya dengan baik.

Kamu tak bisa seenaknya berbelanja sesuka hati. Jangan hanya karena merasa sedang bad mood lalu Kamu  mengeluarkan uang dan belanja barang-barang yang sebenarnya tidak penting. Ingat, pikirkan kembali  apakah suatu barang atau jasa yang kamu beli itu sesuai dengan kebutuhan.

Itulah juga sebabnya Kamu perlu menyusun anggaran dan rencana keuangan di setiap bulannya. Ketahui apa saja tujuan keuanganmu dan susun berbagai strategi untuk mewujudkannya. Sehingga dengan arah dan langkah yang jelas, diharapkan Kamu jadi lebih dapat mengerem keinginan belanjamu.

3. Segera Menabung Begitu Punya Pendapatan

Segera Menabung Begitu Punya Pendapatan
Segera Menabung Begitu Punya Pendapatan

Seperti kata pepatah lama, menabung pangkal kaya. Itulah sebabnya sedini mungkin Kamu perlu menabung sesegera mungkin. Sisihkan uang untuk ditabung segera setelah Kamu sudah menghasilkan pendapatan. Bahkan jika jumlahnya masih tak bisa dibilang besar sekalipun.

Yang penting, Kamu mulai terlebih dahulu. Karena di luar sana, ada banyak orang yang belum apa-apa sudah gagal lantaran enggan memulai. Patokannya, sisihkan dana minimal 10 sampai 30 persen dari penghasilanmu di setiap bulannya.

Jika memungkinkan, Kamu akan ingin membentuk kas dana darurat (emergency fund) dan juga dana pensiun. Idealnya, kamu memang perlu menicptakan dan membentuk beberapa jenis kas demi terjaganya kesehatan dan kestabilan finansialmu.

Ingat, dana darurat perlu diciptakan untuk mengantisipasi kejadian tak terduga yang bisa terjadi menimpa siapa saja. Contohnya seperti kecelakaan, bencana alam, terkena penyakit, dan masih banyak lagi. Dengan terbentuknya dana darurat ini, keuanganmu akan tetap terjaga apabila ada kejadian-kejadian tak terduga.

Idealnya, besaran emergency fund ini minimal sebesar 6-9 kali dari pengeluaran bulananmu. Atau 6-9 kali dari gaji bulananmu. Dengan catatan, semakin besar dana yang berhasil Kamu sisihkan, tentu akan semakin baik bagi keuangan dan masa depanmu.

4. Tingkatkan Besaran Tabunganmu Setiap Terjadi Kenaikan Inflasi

Tingkatkan Besaran Tabunganmu
Tingkatkan Besaran Tabunganmu

Selalau waspadai tingkat inflasi yang terjadi karena bisa menurunkan nilai uangmu. Itulah sebabnya Kamu tak hanya perlu menabung tapi juga berinvestasi. Pertama, tingkatkan nilai tabunganmu menjadi lebih besar dan fokuskan danamu pada investasi seperti saham, emas batangan, reksadana atau properti.

Ingat, kenaikan inflasi berarti harga-harga barang dan kebutuhan hidup juga akan naik. Dengan demikian, seharusnya Kamu pun bisa meningkatkan penghasilanmu agar tidak perlu mengalami penurunan kualitas atau gaya hidup.

Itulah juga sebabnya Kamu tak boleh boros dan mesti bisa berhemat. Bahkan jika kondusif, ikuti prinsip orang Tionghoa yang menyisihkan 50 persen dari penghasilannya untuk ditabungkan. Dengan demikian, Kamu akan tetap mampu menjangkau berbagai kebutuhan hidupmu di setiap bulannya.

Lagipula daripada Kamu boros demi belanja, akan lebih bermanfaat jika Kamu mengalokasikannya untuk tabungan dan investasi. Sisihkan danamu sebanyak mungkin di situ sehingga agar impian menjadi konglomerat dengan cepat pun bisa segera menjadi kenyataan.

Lantas, bagaimana caranya agar Kamu bisa meningkatkan besaran tabunganmu? Caranya dengan meningkatkan pendapatanmu. Bisa jadi dengan mencari pekerjaan sampingan atau bisnis kecil-kecilan.

Dengan memberanikan diri memulai bisnis kecil-kecilan, Kamu jadi bisa meningkatkan rasa percaya diri. Jika sudah begitu, seperti kata konglomerat asal Tiongkok, Li Ka-Shing, Kamu juga jadi punya pengalaman baru untuk belajar menjalankan bisnismu. Sebagai catatan, usahakan agar bisnis kecilmu ini merupakan jenis usaha yang tidak akan menimbulkan kerugian besar. Jadi ambillah risiko yang sekecil mungkin.

5. Stop Belanja Demi Gengsi

Stop Belanja Demi Gengsi
Stop Belanja Demi Gengsi

Beberapa orang cenderung latah dalam berbelanja. Karena terlalu memaksakan diri ingin mengesankan orang lain, tak jarang banyak dari mereka yang membeli barang-barang mahal demi gengsi. Tak jarang pula yang menerapkan gaya hidup sosialita, padahal uang yang dimilikinya tidak seberapa.

Wah, jika ini cara yang Kamu tempuh, jangan harap Kamu bisa cepat kaya. Memuaskan keinginan orang lain tentu tidak akan habisnya. Bisa-bisa dompet dan isi rekeningmu jadi terkuras habis jika begitu. Lagipula, memangnya ada orang yang mendadak kaya raya setelah belanja barang bermerek dengan harga selangit?

Sebaliknya, susun daftar belanjaanmu dengan hemat berdasarkan prinsip hidup sederhana—sesuai pertimbangan finansial yang cermat. Beli barang berdasarkan fungsi, mutu dan kegunaannya alih-alih hanya berdasarkan brand semata. Lagipula jika ada barang yang dibanderol dengan harga murah dan berkualitas tinggi, mengapa tidak? Itu tentu akan sangat menguntungkan bagimu.

Baca Juga: Usia Anda Sudah 30 Tahun? Ini Cara Cerdas untuk Atur Pengeluaran Kamu Supaya Lebih Berguna 

Disiplin dan Konsistensi Menjadi Kunci Kesuksesan

Demikianlah sejumlah hal sederhana yang bisa Kamu lakukan agar cepat jadi konglomerat. Dengan melakukan berbagai hal positif dan menjadikannya kebiasaan hidupmu, maka dijamin Kamu akan lebih cepat sukses dan mencapai kebebasan finansial secepatnya. Kuncinya menjadi seorang konglomerat adalah disiplin dan konsisten melakukan pengembangan diri dan melakukan manajemen keuangan yang baik.

Persiapkan Dana Untuk Masa Depan! Mulai Jadi Pemberi Pinjaman Online Sekarang dan Dapatkan Keuntungannya!

Mulai Jadi Pemberi Pinjaman Sekarang!