Cara Bijak untuk Berbelanja di Awal Tahun agar Uang Kamu Tetap Aman

Cara Bijak untuk Berbelanja di Awal Tahun agar Uang Kamu Tetap Aman

Posted by

Memasuki awal tahun merupakan momen yang dirasa pas bagi banyak orang untuk mewujudkan berbagai resolusi hidup yang lebih baik. Entah itu menjadi pribadi yang lebih baik lagi, mewujudkan berbagai cita-cita dan impian hingga menjadi kenyataan, hingga memperbaiki serta mewujudkan resolusi di bidang keuangan.

Berbagai evaluasi dan sejumlah koreksi pun kerap dilakukan demi peningkatan taraf hidup yang diinginkan. Berkenaan dengan keuangan, evaluasi dan audit seringkali menyangkut cara seseorang dalam menghasilkan dan menghabiskan uang yang ada. Sebagai evaluasi, contohnya apakah tahun kemarin sudah cukup berhemat? Apakah sifat boros sudah dapat diatasi dan ditinggalkan? Terutama dalam hal berbelanja.

Apakah sudah menjadi lebih bijak dan cerdas lagi dalam membelanjakan uang yang ada? Berapa besar tabungan yang berhasil disisihkan dalam setahun? Apakah sudah sesuai anggaran dan target yang Kamu tetapkan? Atau masih jauh di bawah target?

Pergantian Tahun Sebagai Momentum Memperbaiki Kebiasaan Buruk

Perbaiki Kebiasaan Buruk di Awal Tahun
Perbaiki Kebiasaan Buruk di Awal Tahun

Momen pergantian tahun bisa dijadikan momentum yang pas untuk membuang kebiasaan lama yang sudah tidak mendatangkan manfaat, dan menggantinya dengan habit baru yang lebih berfaedah. Bagaimana kondisi keuanganmu sekarang? Jika cukup baik dan hasilnya memuaskan, maka selamat! Artinya selama setahun belakangan, kemungkinan besar Kamu sudah berhasil mengelola keuanganmu dengan baik. Tapi jika saat ini status finansialmu masih kurang memuaskan, maka sudah waktunya bagimu untuk melakukan hal-hal yang berbeda.

Pasalnya, Kamu tidak bisa berpikir dari sudut pandang yang sama dengan pola pikir yang membuatmu terdampar dalam kondisi keuanganmu saat ini. Jika Kamu sungguh-sungguh menginginkan hasil yang berbeda, diperlukan perubahan pola pikir, kebiasaan dan keputusan yang berbeda.

Selain itu, perhatikan jika Kamu selama ini hanya hidup dari gaji ke gaji tanpa berhasil menyisihkan sedikit pun dana untuk tabungan. Kondisi seperti ini sudah menjadi lampu kuning bagi kesehatan finansialmu. Bagaimana pun, keuangan yang sehat setidaknya membuatmu merasa aman. Sehingga idealnya, Kamu perlu menyisihkan sejumlah uang dalam dana tabungan sebesar minimal 6 bulan biaya hidupmu.

Sebagai contoh, jika biaya hidupmu per bulannya memakan dana sebesar Rp 4 juta, maka lebih kurang Kamu perlu menyisihkan dana bersih sebesar Rp 24 juta. Tabungan ini bisa menjadi dana darurat (emergency fund) yang akan sangat bermanfaat bagimu sewaktu-waktu. Khususnya dalam menghadapi  berbagai kejadian tak terduga seperti membayar perawatan medis karena terkena sakit penyakit, tertimpa musibah dan kecelakaan hingga terkena pemutusan hubungan pekerjaan (PHK).

Baca Juga: Tips Hemat Ala Orang Jepang yang Bisa Kamu Tiru Agar Gaji Tetap Awet 

Mulailah Membuat Pilihan-Pilihan yang Bijak

Mulai Membuat PIlihan yang Bijak
Mulai Membuat PIlihan yang Bijak

Ada beberapa kebiasaan dan cara yang tepat dalam berbelanja agar uangmu tetap aman. Bagaimana pun, gaya hidup hemat dan minimalis akan senantiasa membuatmu tetap membumi dan keuanganmu tetap aman.

Saat menerima gaji, kebanyakan orang akan cenderung langsung membelanjakan uang mereka. Sejumlah tagihan harus dibayarkan sehingga seringkali uang penghasilanmu hanya terasa menumpang lewat saja. Itulah sebabnya Kamu perlu menetapkan sejumlah anggaran keuangan di awal. Hal ini sangat bermanfaat agar keuanganmu tetap terarah dan dikendalikan dengan sebaik mungkin.

Anggaran keuangan dapat membantumu berhemat dan tidak membelanjakan uang hanya untuk barang atau hal-hal yang sebenarnya tidak terlalu Kamu butuhkan. Pasalnya, sebagian orang seringkali keliru menilai “hal-hal yang mereka tertarik/sukai” sebagai “barang/hal-hal yang mereka butuhkan”. Jadi lebih bijak dan cermatlah lagi dalam memilah dan menelaah hal ini.

Untuk lebih lengkapnya, mari simak beberapa cara bijak untuk berbelanja di awal tahun ini agar uangmu tetap aman dan hidup pun jadi lebih mapan. Apa saja?

1. Belanja Sesuai Kebutuhan dan Anggaran

Belanja Sesuai Kebutuhan dan Anggaran
Belanja Sesuai Kebutuhan dan Anggaran

Kenali apa saja kebutuhan dasar dan keperluan sehari-hari. Bedakan kebutuhan ini dengan hal-hal yang sekiranya hanya Kamu sukai/ minati, tapi bukan merupakan kebutuhan utamamu. Selain pangan, sandang, papan, Kamu juga akan membutuhkan rekreasi. Penuhi terlebih dahulu kebutuhan dasarmu dan berhematlah dalam pemenuhan tersebut. Karena bagaimana pun, penghematan akan membuatmu mempunyai lebih banyak uang.

Dengan berbelanja sebijak dan secerdas mungkin sesuai anggaran yang telah ditetapkan, uang yang tersisa tentu bisa dialokasikan untuk kebutuhan lain. Selain ditabungkan, Kamu juga bisa mencoba berbagai macam investasi agar kondisi finansialmu semakin mapan dan sejahtera di masa depan.

Dengan berdisiplin tegas terhadap diri sendiri serta berbelanja dengan bijak, pengeluaran bisa ditekan sehingga uang yang tersisa bisa disimpan. Jadi, yang pertama dan utama perlu dilakukan di sini adalah sudut pandang dalam pembuatan keputusan yang bijak dan cerdas. Belanjalah hanya sesuai kebutuhanmu saja dan jadilah konsumen yang lebih cerdas lagi. Artinya, Kamu tidak berlebihan dalam berbelanja dan juga tidak kurang.

2. Buang Gengsi, Jangan Terpatok Merek

Apakah Kamu terlalu terpatok untuk selalu menggunakan barang yang harganya mahal dan selangit? Sudah bijak dan cerdaskah pilihanmu itu? Karena faktanya, barang yang dibanderol dengan harga mahal belum tentu cocok untukmu. Bagaimana jika terlihat tidak bagus? Sayang sekali, bukan? Sudah mahal, tidak meningkatkan performa pula. Itulah sebabnya Kamu tak perlu gengsi menggunakan barang murah.

Barang yang murah di sini tentu bukan berarti murahan. Ada banyak barang dan kebutuhan yang dijual dengan harga ekonomis nan bersahabat namun kualitasnya tetap terjaga. Pandai-pandailah dalam memindai harga. Barang bermutu tak selalu mahal. Barang mahal pun nyatanya banyak yang kurang bermutu. Jadi jika selama ini Kamu terjebak dalam pola pikir, ‘Saya hanya akan menggunakan barang bermerek karena gengsi,’ segera buang dan tinggalkan persepsi yang tidak menguntungkan keuanganmu itu.

Sebaliknya, dengan menjadi lebih cermat dan pintar lagi dalam memilih, Kamu tetap bisa mendapatkan barang berkualitas tanpa harus membuat isi dompetmu kandas. Misal, jika barang bermerek terkenal dibanderol dengan harga 4x lipat dari barang biasa, mengapa tidak pilih saja barang biasa yang harganya lebih terjangkau? Selain fungsi dan kualitasnya juga baik, Kamu juga bisa menghemat sejumlah uang dan terhindar dari pemborosan yang tak perlu.

Ingat, Kamu membeli barang dan kebutuhanmu itu bukan hanya dengan uang, tapi juga dengan waktumu. Misal Kamu membeli sebuah smartphone terbaru dengan harga 10 juta rupiah. Pertanyaannya, berapa lama waktu yang diperlukan hingga akhirnya Kamu bisa mengumpulkan uang tersebut? Sebulan, dua bulan, enam bulan? Setahun?

Waktu yang sudah dilalui tentu tak dapat kembali. Sedangkan nyatanya, masih banyak juga kebutuhanmu yang lain yang tak kalah penting dan perlu dipenuhi dari hanya sekadar gadget dan gengsi. Seperti kebutuhan untuk memelihara kesehatanmu, misalnya. Dari contoh kasus ini, Kamu tentu bisa memilah keputusan belanja yang lebih bijak dan cerdas untuk diambil.

3. Jangan Hanya Belanja Barang, Beli juga Pengetahuan dan Pengalaman

Kembangkan Pengetahuan dan Pengalaman
Kembangkan Pengetahuan dan Pengalaman

Seringkali terdengar ungkapan bijak yang mengatakan bahwa pengalaman adalah guru yang paling baik. Jika biasanya Kamu lebih berfokus mengumpulkan barang, coba tinjau kembali apakah barang tersebut betul-betul memang Kamu butuhkan. Ke depannya, Kamu bisa mengedepankan pola pikir baru yang akan lebih bermanfaat dan menguntungkan. Jangan hanya membelanjakan uangmu untuk barang. Sebaliknya, belilah pengetahuan dan juga pengalaman.

Pengetahuan dan wawasan informal yang Kamu ketahui bisa jadi akan membawamu kepada kesuksesan lain dalam bidang keuangan. Atau mungkin dalam berbagai aspek kehidupan lainnya yang juga penting. Kamu bisa berinvestasi dalam pendidikan informal ini dengan cara membeli buku, mengikuti berbagai seminar serta pelatihan (workshop) atau kursus yang bisa mengasah beragam keterampilanmu.

Kamu juga bisa melakukan traveling dan menyisihkan uangmu untuk bersosialisasi. Bergaul dekat dengan mereka yang sudah lebih dulu sukses secara tak langsung bisa mengajarkanmu jejak-jejak keberhasilan mereka dan Kamu tinggal perlu mengikutinya. Cara ini tentu akan sangat bermanfaat bagi percepatan manifestasi berbagai cita-cita dan impian pribadimu. Bandingkan dengan kepuasan ego sesaat yang didapatkan hanya dari keberhasilan membeli barang yang bisa saja rusak di kemudian hari.

4. Manfaatkan Diskon, Kupon dan Promo

Manfaatkan Diskon, Kupon dan Promo
Manfaatkan Diskon, Kupon dan Promo

Kiat lainnya yang bisa diikuti dalam belanja hemat adalah ini. manfaatkan potongan harga (diskon), kupon dan promo yang ada. Dengan begitu, Kamu masih tetap bisa menutupi kebutuhanmu dan tetap hemat. Selalu cari tahu kapan diskon digelar di berbagai pusat perbelanjaan.

Biasanya, akan ada beberapa momen tertentu yang memungkinkan pusat perbelanjaan menggelar diskon. Contohnya seperti diskon akhir tahun dan diskon hari raya, atau berbagai bentuk promo lainnya. Kamu juga bisa memanfaatkan kartu keanggotaan untuk mendapat potongan harga. Dibandingkan dengan hari-hari biasa, belanja saat diskon akan sangat membantu penghematan yang Kamu lakukan. Temukan banyak kesempatan untuk mendapatkan diskon dan promo ini di berbagai tempat belanja yang ada.

5. Membuat Daftar Barang Belanjaan

Membuat Daftar Barang Belanjaan
Membuat Daftar Barang Belanjaan

Tulis daftar kebutuhan bulananmu dan belanjalah sesuai daftar. Artinya, jika sebuah barang tidak ada di dalam daftar itu, tentu berarti Kamu tidak membutuhkannya. Tapi jika Kamu belanja tanpa arah, tanpa daftar yang jelas, jangan heran jika nanti Kamu melakukan pemborosan dengan membeli barang yang tidak diperlukan.

Selain itu, belanja tanpa daftar bisa membuat pengeluaranmu membengkak karena Kamu tak mengenali seberapa besar anggaran belanja yang ada untuk dikeluarkan.

Dengan adanya daftar belanja, Kamu bisa lebih mempertimbangkan harga barang yang hendak dibeli dan membandingkan harga serta mutunya dengan lain terlebih dahulu. Biasakanlah untuk selalu membuat daftar belanja dan bandingkan harganya. Jika menemukan yang bermutu dan juga ekonomis, mengapa tidak? Dengan begitu, kegiatan belanjamu dijamin akan lebih bijak dan cerdas sebagai konsumen.

6. Hindari Belanja dengan Debit Apalagi Kredit

Usahakan selalu berbelanja dengan uang tunai. Membayar cash akan membuatmu selalu sadar akan jumlah uang yang Kamu keluarkan. Lain halnya dengan hanya tinggal gesek. Memang terkesan mudah, tapi akan lebih sulit bagimu untuk mengendalikannya. Terutama jika sebelumnya Kamu tergolong orang yang hobi belanja tanpa kontrol diri.

Jadi hindari belanja dengan kartu debit apalagi kredit. Jangan sampai Kamu berbelanja lebih banyak dari anggaran yang ditetapkan. Sebaliknya, bawalah uang tunai secukupnya sehingga pengeluaranmu tetap bisa direm dan ditekan sehemat mungkin.

Baca Juga: Cara Menabung yang Baik, Unik, dan Kreatif yang Bisa Kamu Coba Biar Cepat Kaya 

Kembangkan Kebiasaan Belanja Sehat dengan Hidup Hemat

Hidup berhemat sendiri merupakan salah satu cara mengembangkan kebiasaan belanja yang sehat. Kebiasaaan belanja yang sehat akan membuat kondisi keuanganmu semakin terjaga untuk jangka panjang. Tempuhlah tahun yang baru ini dengan kebiasaan dan resolusi keuangan yang baru juga. Selamat mencoba!

Mau Cepat Sukses Secara Finansial? Mulai Jadi Pemberi Pinjaman Online Sekarang dan Dapatkan Keuntungannya!

Mulai Jadi Pemberi Pinjaman Sekarang!