Yakin Mau Mulai Bisnis

Yakin Mau Mulai Bisnis? Buang dulu Pikiran-Pikiran Ini agar Kamu Lebih Siap

Posted by

Menjadi seorang entrepreneur memang tak bisa dibilang mudah. Pasalnya, diperlukan mental kuat untuk mulai merintis bisnis yang hendak digeluti. Kesiapan pun tak melulu hanya dari segi mental dan emosional, tapi juga modal. Pendapat umum bahkan menyebutkan bahwa orang yang paling kuat sekalipun belum tentu akan menjadi pengusaha yang sukses.

Memang benar bahwa ada beberapa faktor vital yang mempengaruhi kesuksesan seorang entrepreneur. Tak hanya diperlukan ketekunan dan kerja keras, tapi juga kerja cerdas, kerja tuntas dan kerja ikhlas. Sehingga biasanya, semua itu hanya bisa terlaksana jika Kamu menyukai apa yang Kamu kerjakan. Dalam artian, Kamu melakukannya sesuai passion dan selalu berani menantang diri sendiri.

Kenali Batasan Diri dan Mulai Bayangkan Target Bisnis

Kenali Batasan Diri dan Mulai Bayangkan Target Bisnis
Kenali Batasan Diri dan Mulai Bayangkan Target Bisnis

Ketahui segala batasanmu bukan untuk berpasrah pada keadaan, tapi untuk melakukan ekspansi. Artinya, beranikan diri mengambil risiko dengan percaya diri. Karena dibalik setiap tantangan selalu ada peluang. Sehingga Kamu akan ingin mengurangi rasa takut dan mulai mencoba belajar. Jika pun tak berhasil, Kamu bisa mencoba lagi dengan cara yang berbeda dan lebih baik.

Selain itu, secara umum cobalah untuk melakukan visualisasi atas target bisnis yang Kamu inginkan. Selalu memulai hari dengan berdoa dan membayangkan yang terindah dan terbaik dari pencapaianmu setiap hari. Visualisasi ini tentu berbeda dengan mengkhayal. Berkhayal hanya tertuju pada imajinasi yang liar. Sedangkan visualisasi, Kamu membayangkan sesuai struktur dan strategi. Dan bayangkan semua itu berhasil dengan sukses.

Menurut banyak studi, visualisasi akan membuat orang jadi lebih reaktif karena cara itu mengaktifkan alam bawah sadar. Sehingga memvisualisasikan bisnis yang berhasil akan membuatmu mendapat kendali dan kekuatan diri untuk mengambil putusan dan tindakan yang terberat sekalipun demi terwujudnya cita-cita sesuai yang dibayangkan.

Dan bisa jadi, Kamu akan membutuhkan partner untuk berbisnis. Dengan adanya rekan, usahamu akan lebih mudah serta beban jadi lebih ringan. Semua itu dibutuhkan mengingat medan tempur yang akan dihadapi para wirausahawan relatif jauh berbeda dengan apa yang akan dihadapi para karyawan yang bekerja di perusahaan baru, misalnya.

Baca Juga: Cara Sederhana Mengelola Keuangan di Usia 20 Tahun

Kuasai Kerangka Pikir Entrepreneurship

Kuasai Kerangka Pikir Entrepreneurship
Kuasai Kerangka Pikir Entrepreneurship

Umumnya, wirausahawan akan harus menghadapi tantangan yang lebih besar dan berlipat ganda ketimbang pegawai biasa. Bisnis yang berlangsung memerlukan perhitungan laba dan rugi yang menyeluruh serta strategi marketing yang andal. Apalagi jika Kamu berencana hendak mempekerjakan pegawai.

Artinya, ada konsep, ide tertentu dan kerangka pikir entrepreneurship yang perlu Kamu kuasai terlebih dahulu sebagai bekal untuk memulai. Faktanya, tidak semua orang diberkahi dengan bakat dan perspektif kewirausahaan sejak lahir. Meski begitu, banyak orang yang bercita-cita menjadi pebisnis sukses sesegera mungkin. Memang tak ada hal yang mustahil jika diusahakan.

Sebagai langkah pertama dan terpenting, yakinkan diri untuk memulai bisnismu. Di samping itu, lakukan juga introspeksi dan evaluasi diri guna menyingkirkan beberapa pola pikir yang tak berfaedah bagi perwujudan impianmu. Kamu tentu tak mau memelihara pemikiran yang tak memberdayakan diri. Ada beberapa bentuk pemikiran yang memang perlu dibuang dan dihilangkan agar Kamu bisa jadi lebih siap lagi memulai bisnis. Mau cari tahu lebih lanjut? Simak ulasannya sebagai berikut.

1. Tidak Paham Benar Mengenai Kas Usaha

Manajemen Kas Usaha
Manajemen Kas Usaha

Hal pertama yang perlu diasah, dikembangkan dan dipahami adalah manajemen kas usahamu. Pasalnya, pengelolaan yang tak maksimal hanya akan berakibat fatal baik bagi bisnis maupun kondisi finansialmu. Kamu tentu tak mau bisnismu mengalami bangkrut alias gulung tikar, apalagi dalam waktu singkat. Sebaliknya, bertekunlah dalam proses dan usahakan untuk mencapai target bisnismu satu per satu.

Berbisnis tentu memerlukan berbagai rencana matang. Tak hanya strategi bisnisnya saja, tapi juga dalam perencanaan keuangan. Kondisi finansial bisnis yang teratur dan dikelola dengan baik bisa membuat keuanganmu tetap aman. Sehingga diharapkan bisnis pun kelak berumur panjang dan berjalan lancar.

Milikilah laporan keuangan yang akurat dan jelas, terutama yang berkenaan dengan arus kas usaha. Laporan keuangan ini akan sangat bermanfaat menjaga bisnismu terhindar dari risiko merugi. Bahkan jika hanya berupa rencana keuangan yang paling sederhana sekalipun akan sangat membantu merinci arus kas bisnismu. Sehingga kondisi keuangan bisnis yang sedang dijalankan pun senantiasa aman terkendali.

Menurut berbagai studi, kebanyakan bisnis yang gagal disebabkan oleh buruknya pengelolaan arus kas keuangan. Maka dari itu, kelola arus kas dengan baik agar bisnis terus bertahan dan berkembang secara signifikan.

Kamu juga akan ingin memastikan bahwa prosedur pengeluaran uang kas sudah dilakukan dengan ketat dan tepat. Ini berarti tidak pernah mengeluarkan uang kas hanya untuk hal-hal yang sekiranya tidak bermanfaat bagi kelangsungan bisnis yang dikelola.

2. Gegabah Tanpa Perencanaan Matang

Gegabah dalam Bisnis
Gegabah dalam Bisnis

Perencanaan yang matang dalam berbisnis ibaratnya adalah peta dan kompas bagi arah perkembangan usaha yang sedang dijalankan. Bisnis yang dijalankan sangat mungkin untuk menghasilkan income besar jika rencana berjalan dengan lancar. Bahkan jika bisnis yang Kamu jalankan itu merupakan bentuk usaha yang paling kuno sekalipun.

Jadi sebelum terjun memulai bisnis, mulailah membentuk berbagai perencanaan. Baik itu untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Hal ini jelas bertujuan untuk menyelamatkanmu dari kerugian yang bisa saja terjadi. Selain itu, balik modal bisa segera tercapai dengan perencanaan yang tepat, taktis dan matang.

Perencanaan memang bukan jaminan bisnismu bisa untung besar dan berjalan lancar. Namun perlu diingat bahwa bisnis yang dijalankan sesuai rencana saja masih bisa merugi. Apalagi jika tindakanmu gegabah dan tidak dibarengi dengan rencana pasti.

3. Masih Takut Merugi

Takut Rugi
Takut Rugi

Jika masih takut merugi, kemungkinan besarnya Kamu hanya akan jadi tak berani mengambil risiko. Padahal, bisa dikatakan bahwa berbisnis itu penuh dengan tantangan dan risiko yang tak pelak harus diambil.

Jika hendak dilakukan sejumlah peninjauan, terdapat beberapa perusahaan start-up yang terpaksa berhenti dan bangkrut lantaran habis modal. Di sisi lain, banyak juga kisah para entrepreneur yang dulunya pernah rugi banyak, bangkrut dan sengsara namun bisa bangkit kembali.

Contoh nyatanya adalah pendiri Uber, Travis Kalanick. Tak tanggung-tanggung, ia pernah mengalami hidup tak mendapat gaji selama empat tahun lamanya. Tak pelak, Travis Kalanick terpaksa harus kembali tinggal di rumah orangtuanya. Menumpang di sana, ia setiap hari hanya bisa makan mie.

Tapi lagi-lagi, di balik tantangan dan kegagalan pasti ada hikmah dan peluang. Dari situlah ia memulai rintisan proyek Red Swoosh. Sampai akhirnya Travis Kalanick pun sukses dan meraih valuasi (nilai ekonomi) yang melejit ke angka US $23 juta.

4. Tak Mampu Mengelola Pikiran Negatif

Kelola Pikiran Negatif
Kelola Pikiran Negatif

Pikiran yang positif bagaimanapun akan lebih bermanfaat ketimbang pikiran negatif. Keputusan dan tindakan yang positif hanya akan didapatkan dari pemikiran yang juga positif, bukan sebaliknya. Jadi buanglah segala macam pemikiran negatif yang sekiranya tidak akan memberdayakanmu. Apalagi jika pemikiran-pemikiran tersebut hanya menghalangimu dari kesuksesan dan menghalangi dirimu sendiri.

Perlu diingat bahwa waspada dan berhati-hati berbeda dengan berburuk sangka. Bersikap optimis dan tidak menyalahkan situasi saat bisnismu menjumpai kesuksesan yang tertunda tentu tidak mudah. Tetap semangat dan miliki pola pikir bahwa kegagalan adalah sukses yang tertunda. Jadikan kegagalan atau penundaan kesuksesanmu sebagai batu loncatan menggapai kesuksesan.

Dan ini pun termasuk dari bagaimana caramu memandang situasi. Misal, saat Kamu dihadapkan dengan berbagai kondisi yang terasa kurang mendukung atau bersahabat seperti kurangnya modal usaha, belum ada investor hingga tidak tersedianya partner yang ideal untuk merintis usaha bersama. Bahkan jika semua ini sudah terpenuhi, pebisnis yang berpikir negatif bisa saja terus mengeluhkan hal-hal lain.

Poin ini merupakan bagian dari memiliki mental yang kuat dan kesiapan sebagai seorang entrepreneur. Syukuri apa yang saat ini ada dan tersedia. Karena biasanya, pebisnis yang kerap berpikir negatif hanya akan mengeluhkan ini dan itu seolah semuanya tak pernah cukup.

Sebaliknya dengan berpikir positif, maka Kamu bisa melihat celah keberuntungan dan tak terkaburkan pandangan oleh negativitas yang menghalangi produktivitas.

Saat kegelapan datang, Kamu bisa memilih dua hal: mengeluh atau menyalakan lilin. Atau apapun yang sekiranya bisa membantumu keluar dari kegelapan itu.

5. Ingin Cepat Untung

Tentunya para pebisnis memulai usahanya dengan harapan mendapatkan keuntungan besar dan terhindarkan dari segala macam kerugian. Meski begitu, setiap bisnis membutuhkan proses dan waktu dalam perputarannya. Bahkan untuk menyeduh kopi instan pun membutuhkan sejumlah langkah tertentu agar kemudian bisa dinikmati.

Artinya, apapun produk yang Kamu bisniskan, belum tentu keuntungannya bisa datang secepat kilat. Terkecuali dalam hal seperti investasi saham, berikut itu pun masih ada risiko yang mengintai di baliknya.

Kamu hanya akan mencederai harapanmu sendiri jika berekspektasi keuntungan akan datang secepat kilat dengan instan. Sebaliknya, daripada Kamu jadi merasa tertekan menjalani bisnismu, nikmatilah setiap prosesnya dan yakinkan diri semuanya kelak berbuah manis. Semua pasti bisa berkembang dan sukses seperti yang didambakan selama Kamu tidak memotong prosesnya.

Sama halnya seperti menantikan janin di dalam kandungan. Dibutuhkan waktu 9 bulan lamanya agar janin tersebut terlahir sebagai sesosok bayi mungil dan lucu. Apa yang terjadi jika ia lahir sebelum waktunya? Ya, ia akan prematur. Demikian juga dengan bisnismu. Bersabarlah dalam menekuni setiap prosesnya.

6. Membatasi Modal

Membatasi modal alias bootstrap berarti menjalankan usahamu dan mendanainya seorang diri. Artinya, tak hanya modalnya saja yang terbatas, tapi juga SDM dan lain-lainnya. sudah tentu cara ini hanya akan menjadi hambatan dari perkembangan bisnismu sendiri.

Lakukan peninjauan ulang dan telaah kembali. Jika momentumnya sudah tiba, tak ada salahnya mengupayakan pinjaman modal untuk mengembangkan usahamu. Bahkan malahan, bantuan modal akan datang dengan sendirinya di waktu yang tepat. Dengan begitu, usaha yang sedang dirintis olehmu ini bisa semakin berkembang pesat.

7. Tidak Melakukan Riset

Sejumlah riset baik lapangan, pangsa pasar maupun calon pelanggan atau konsumen perlu dilakukan guna mengetahui medan perang seperti apa yang akan dihadapi oleh bisnismu ini. Hal ini perlu diketahui agar bisnismu laris manis dan sukses telak di kemudian hari. Jangan malas untuk melakukan riset dan survey, mulai dari melakukan penjelajahan di internet maupun terjun langsung ke lapangan. Kamu juga akan ingin mengecek sejumlah pesaing yang ada di dekatmu.

Karena terkadang, Kamu bisa belajar banyak dari para kompetitor. Perhatikan apa saja kelemahan dan kekuatan mereka. Lalu bandingkan dengan kelemahan dan kekuatan dari bisnismu sendiri. Dengan begitu, bisnismu akan tetap unggul dan selalu terdepan.

Baca Juga: Kamu Pengantin Baru? Ini Cara Ampuh Atasi Pemborosan Uang Belanja

Selalu Belajar dari Kesalahan dan Pengalaman

Demikianlah beberapa pemikiran yang bisa menghambat keberhasilan bisnismu dari perkembangannya. Kamu tak perlu menunggu hingga punya cukup modal yang besar agar dapat menghasilkan keuntungan. Mulailah sekarang juga dengan memaksimalkan apa yang tersedia. Belajarlah dari kesalahan dan pengalaman yang ada untuk terus meningkatkan kualitas dan kemajuan bisnis yang tengah dikelola. Sukses selalu!

Butuh Dana Tambahan untuk Mulai Berbisnis? Download Aplikasi Indodana dan Lengkapi Data Anda Sekarang!

Download App Indodana Sekarang!