Kamu Pengantin Baru Ini Cara Ampuh Atasi Pemborosan Uang Belanja

Kamu Pengantin Baru? Ini Cara Ampuh Atasi Pemborosan Uang Belanja

Posted by

Sebagai pengantin baru, ada banyak perubahan yang terjadi di dalam hidup. Tak hanya sekadar perubahan status, berbagai macam penyesuaian dan pengaturan mesti dilakukan dalam rangka menempuh hidup baru. Salah satu penyesuaian paling penting dan vital adalah dalam hal finansial.

Memutuskan untuk menikahi seseorang juga berarti berusaha menerima dan mengasihi kekurangannya. Dan ini mencakup caranya dalam menggunakan uang. Yang umum menjadi masalah biasanya adalah jika salah satu dari Kamu atau pasangan ternyata lebih boros menggunakan uang atau tak begitu cakap dalam mengatur keuangan.

Perbedaan ini tentunya perlu dibicarakan dan ditanggulangi sejak awal. Pasalnya, sudah bukan rahasia lagi bahwa sebagian besar pasutri (pasangan suami istri) kemudian memutuskan untuk bercerai karena kondisi keuangan yang tak stabil.

Keuangan yang Stabil Adalah Fondasi Keharmonisan Rumah Tangga

Keuangan Keluarga Stabil
Keuangan Keluarga Stabil

Kondisi keluarga yang sehat dan harmonis membutuhkan kerjasama dari kedua belah pihak agar bisa senantiasa terjaga. Sama halnya dengan kondisi keuangan rumah tangga. Pasalnya, salah satu tiang fondasi dari keutuhan rumah tangga adalah keuangan yang sehat dan sejahtera. 

Baik suami maupun istri memegang peranannya masing-masing dalam mengelola keuangan rumah tangga. Jika yang satu menjadi pencari nafkah, maka yang satunya lagi mesti mampu mengatur dan mengelola keuangan dengan bijak. Bukan bisanya hanya menghabiskan dengan gegabah tanpa rencana matang.

Kamu tentu tak mau kondisi keuangan rumah tanggamu bangkrut. Apalagi jika Kamu dan pasangan berencana untuk punya momongan dalam waktu dekat. Tak hanya bermodalkan kesiapan mental dan emosional saja, menjadi orang tua sudah pasti membutuhkan finansial yang kuat dan mapan.

Pasalnya, setelah si anak lahir, pasutri bisa semakin sulit mengatur keuangan. Idealnya, latihlah dirimu dan pasangan untuk hidup hemat sejak awal. Dan jadikan ini sebagai kesepakatan dan komitmen keluarga kalian.

Ingatlah bahwa kebutuhan hidup dewasa ini semakin mahal. Harganya kian meningkat di setiap tahun. Belum lagi jika ditambah dengan kebutuhan anak yang sangat banyak. Demi keluarga yang sehat dan sejahtera, belajarlah untuk menyusun prioritas dengan tepat.

Baca Juga: Ajari Anak Rajin Menabung dengan Cara-Cara Mudah Ini 

Cakap Mencari dan Mengatur Nafkah

Cakap Mencari dan Mengatur Nafkah
Cakap Mencari dan Mengatur Nafkah

Selain itu, pasutri tak cuma harus andal mencari nafkah. Kamu dan pasangan pun harus bisa dengan cakap mengaturnya. Karena dalam banyak kasus, teledor mengatur keuangan bisa menyebabkan kebangkrutan. Demi terciptanya keharmonisan rumah tangga, maka sudah sepatutnya kesehatan finansial perlu diutamakan.

Jadi, apa saja jurus ampuh untuk mengatasi pemborosan uang belanja? Pengelolaan anggaran rumah tangga akan lebih mudah bila diatur per bulannya. Dan biasanya, pengaturan kas keuangan keluarga kerap kali dilimpahkan kepada pihak perempuan—meskipun kendala yang ada akan ditanggung bersama suami.

Itulah sebabnya seorang wanita perlu lebih cakap dalam mengatur keuangan. Hal ini memang bukan harga mati mengingat bisa jadi sang suami ternyata lebih cakap dalam mengatur keuangan. Yang penting adalah dibicarakan saja, pihak mana yang akan lebih banyak mengatur keuangan rumah tangga. Semakin terorganisir keuangan keluarga barumu, maka akan semakin terhindar pula Kamu dari pemborosan uang belanja.

Poin utama dan pertama yang perlu diingat adalah bahwa mulai sekarang, pengeluaran belanja rutin mencakup kebutuhan berdua bukan lagi hanya kebutuhan diri sendiri. Itulah sebabnya perlu ada keseimbangan.

Bahkan tak jarang, penyesuaian perlu dilakukan dengan cara saling mengalah. Hal ini terutama berlaku jika pasutri masih berada dalam kondisi merintis keuangan mereka sehingga ekstra penghematan mesti dilakukan demi mengisi tabungan. Atau jika ternyata penghasilan yang ada masih kurang memadai untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Masalah kerap terjadi jika salah satu dari pasutri berlaku egois. Yakni dengan lebih mementingkan kebutuhan belanja pribadinya ketimbang untuk kebutuhan rumah tangga. Hati-hati. Seringnya, hal krusial seperti ini bisa memicu percekcokan terjadi di antara suami istri.

Strategi Mengatur Keuangan Keluarga dengan Tepat

 Itulah sebabnya diperlukan kerendahan hati untuk saling menyesuaikan diri sejak awal. Tentukan dan tetapkan strategi manajemen keuangan yang tepat bersama-sama. Apa saja? Simak ulasannya sebagai berikut.

1. Bersikap Terbuka

Bersikap Terbuka
Bersikap Terbuka

Rumah tangga merupakan bentuk kerjasama suami istri, dan ini mencakup kondisi keuangan kalian. Jadi, hal pertama yang perlu dilakukan ialah bersikap saling terbuka. Jangan sembunyikan hal apapun terhadap satu sama lain. Ini berlaku baik bagi pasangan yang keduanya mencari nafkah maupun yang hanya salah satunya saja yang bekerja. Diskusikan terlebih dahulu semua keputusan yang berkenaan dengan finansial. Sepakati hal-hal yang menyangkut tabungan, pengeluaran, pemasukan, dan lain sebagainya.

2. Sepakati Berdua

Tentukan berapa besar uang yang bisa dibelanjakan dan buat anggarannya per bulan. Buat kesepakatan. Berapa besar uang untuk tabungan, dana darurat, dana persiapan punya anak dan dana pensiun? Berapa jumlah uang untuk pembayaran tagihan listrik, air, pulsa dan lainnya? Tentukan kategori apa saja yang biasa menjadi pengeluaran rutin dan yang hendak dicapai oleh keluargamu.

3. Anggarkan Berdasarkan Amplop

Anggarkan Berdasarkan Amplop
Anggarkan Berdasarkan Amplop

Agar lebih mudah mengelolanya, Kamu bisa menerapkan metode keuangan anggaran berdasarkan amplop ini. Pisah dan bagi-bagi uang sesuai kategori. Simpan dalam amplop yang berbeda-beda. Berikan keterangan untuk kategori apa saja.

Mau lebih mudah lagi? Kamu bisa membagi budgeting menjadi per minggu. Dengan demikian, tidak akan ada istilah ‘tanggal tua’ di dalam perjalanan rumah tanggamu. Catatlah pengeluaran apa saja di tiap minggunya dari budget yang ada pada tiap amplop.

Berhemat dengan metode amplop ini sudah terbukti ampuh sejak puluhan tahun lalu. Ambil uang untuk belanja sesuai kebutuhan saja. Dengan begitu, pengeluaran pun bisa semakin terkontrol dan terawasi.

4. Rencanakan Menu Masakan Untuk Seminggu

Dengan perencanaan menu masakan untuk seminggu, Kamu bisa belanja bahan makanan sekaligus untuk seminggu ke depan. Memasak sendiri bisa menghemat uang bila dibandingkan dengan belanja makanan matang yang sudah jadi di warung.

Kamu juga ingin menghindari memasak makanan dalam porsi yang berlebihan. Masak saja secukupnya agar tidak jadi mubazir dan nantinya malah terbuang. Usahakan selalu untuk mengeluarkan uang sesuai perencanaan anggaran sejak awal. Dengan demikian, pengeluaran tetap terkendali dan sesuai dengan kebutuhan.

5. Tentukan Tujuan Keuangan

Tentukan Tujuan Keuangan
Tentukan Tujuan Keuangan

Apa saja tujuan-tujuan keuangan keluarga kecilmu? Tentukan dan tetapkan beberapa tujuan keuangan keluargamu. Baik untuk tujuan jangka pendek maupun jangka panjang. Contohnya seperti 

  • Dana darurat,
  • Dana pensiun,
  • Dana persiapan untuk persalinan anak,
  • Dana pendidikan anak,
  • Biaya liburan,
  • Dana pembelian rumah dan kendaraan (jika belum ada),
  • Investasi,
  • Asuransi dan lainnya.

Ingatlah untuk bijak dan cermat dalam mempersiapkan masa depan. Setelah berkeluarga, dana darurat sangat penting untuk dibentuk karena ada banyak hal tak terduga yang bisa terjadi. Entah itu kecelakaan, musibah, sakit penyakit hingga pemutusan hubungan kerja (PHK). Jadi usahakanlah agar tabungan selalu ada lebih dari cukup sehingga pasutri tak perlu berutang jika sewaktu-waktu mendadak butuh dana tunai dalam jumlah besar yang tak terduga.

6. Susun Anggaran dengan Realistis

Anggaran yang disusun tiap bulannya berguna agar pasutri bisa melacak pemasukan dan pengeluarannya dengan lebih mudah. Terkadang, pengeluaran yang kecil dan disepelekan tapi terjadi terus menerus malah bisa menjadi sumber pemborosan.

Dengan menyusun anggaran dan menargetkan berapa besar jumlah budgeting yang diperlukan tiap bulannya, prioritas lainnya jadi bisa lebih dikelola dengan baik. Penyusunan seperti ini pun berguna untuk koreksi dan evaluasi di lain hari. Sehingga terungkaplah, apakah pasutri terlalu boros menggunakan uang, atau bahkan sebaliknya—terlalu hemat.

Pastikan juga bahwa budgeting yang pasutri lakukan sudah realistis. Artinya, jangan menjadi kikir saking terlalu banyak berhemat dengan membuat anggaran yang super ketat. Jangan juga tetapkan anggaran yang terlampau longgar sehingga pengeluaran keluargamu menjadi boros.

Sebaliknya, hiduplah dengan sehat dan menikmati hidup dengan seimbang. Susun prioritas dengan tepat dan buatlah anggaran yang realistis untuk mencapainya. Jalani prosesnya dengan tekun dan penuh kesabaran.

7. Sisihkan Uang Untuk Bersenang-senang

Sisihkan Uang Untuk Bersenang-senang
Sisihkan Uang Untuk Bersenang-senang

Meski pun penghematan, namun demi kesehatan lahir batin, refreshing tetap diperlukan. Ingat, jika sampai jatuh sakit, pengeluaran jatuhnya justru malah akan lebih boros lagi. Jadi sayangi dan rawat dirimu dan pasangan dengan tetap memperhatikan kebutuhan tertier ini. Lagipula, anggaplah bersenang-senang sebagai bentuk penghargaan atas kerja kerasmu dan pasangan.

Agar tidak boros, pilihlah hiburan yang murah meriah seperti menonton film. Menonton pun tak mesti di bioskop, pilih saja yang paling ekonomis. Apakah di rumah atau di theater. Kamu juga bisa mengajak pasangan untuk sesekali makan malam romantis di luar.

8. Selalu Bayar Tunai

Selalu Bayar Tunai
Selalu Bayar Tunai

Salah satu trik agar tetap hemat dalam belanja adalah selalu membayar dengan uang tunai. Penggunaan kartu kredit dalam satu atau dua hal mungkin memang memudahkan proses belanjamu. Tapi ingat, kredit tetap kredit. Belum lagi jika ternyata bunga yang dibayarkan malah lebih mahal. Hal ini bisa berdampak buruk bagi finansial keluargamu, terutama jika kalian belum mempunyai tabungan.

Sebisa mungkin, stop kebiasaan destruktif yang bisa membahayakan keuangan keluargamu. Dan ini termasuk menjadi konsumtif dalam menggunakan uang. Membayar tunai bisa membuatmu lebih tersadarkan dan terkendali dalam menggunakan uang.

9. Belanja Sendirian

Cara ampuh berikutnya adalah berbelanja sendirian. Belanja sendirian bisa membantumu menghemat tanpa harus terpengaruh bujukan orang lain untuk membeli sesuatu yang tak penting atau tak sesuai prioritas kebutuhan rumah tanggamu. Jadi, jangan belanja bersama teman—terutama untuk para istri.

Selain itu, langsung pulang ke rumah setelah belanja selesai dilakukan. Dengan begitu, Kamu bisa terhindari dari godaan untuk berbelanja hal yang tak penting lebih banyak. Selain itu, mampir ke berbagai tempat lain hanya akan menambah pengeluaran yang tak perlu. Misal, jadi jajan makanan dan minuman di luar. Jika hendak menyegarkan pikiran, pilihlah untuk jogging atau berolahraga saja sekalian.

Usahakan juga untuk membawa uang secukupnya agar terhindar dari pengeluaran tak terduga di luar budgeting yang telah ditentukan. Lakukan hal ini agar kesehatan keuangan keluarga tetap terjaga.

10. Simpan Struk Belanjaan

Selain mencantumkan di amplop atas setiap uang yang dikeluarkan, Kamu juga bisa menyimpan setiap struk belanjaan berdasarkan amplop kategori anggaran. Menyimpan seluruh struk hasil belanjaan bisa mempermudahmu untuk melakukan perhitungan dan evaluasi anggaran untuk minggu depan, bulan depan bahkan tahun depan.

Cara ini umum digunakan untuk mengukur biaya yang telah keluargamu keluarkan. Dari sini juga Kamu bisa mengetahui, apakah selama ini Kamu sudah cukup hemat atau malah boros. Kamu  bisa membandingkan di minggu mana pengeluaran belanjamu yang paling irit. Jika memungkinkan jadikan pedoman untuk minggu-minggu berikutnya.

Baca Juga: Tips Anti Boros Sederhana yang Bisa Kamu Terapkan agar Budget Tetap Aman 

Lakukan Evaluasi Keuangan Sesering Mungkin

Kamu dan pasangan bisa melakukan evaluasi di tiap minggu atau per bulannya. Lakukan diskusi atau rapat keuangan untuk kalian bekerjasama mengatur keuangan. Perlakukan pasangan bukan hanya sebagai partner hidup tapi juga bagian dari tim yang saling melengkapi dengan dirimu. Biasanya, keseimbangan bisa terjadi jika suami istri melakukan perannya masing-masing dengan baik.

Sama halnya seperti bidang lain selain keuangan, pernikahan mungkin tak akan ada yang sempurna. Namun pernikahan yang sehat, serta kondisi keuangan yang sehat, membutuhkan usaha dari kedua belah pihak. Seperti layaknya kesehatan tubuh, perlu langkah nyata untuk menjaga bentuk badan dan staminanya tetap prima. Hal ini tidak terjadi secara otomatis. Begitu juga dengan pernikahan dan keuangan rumah tangga karena cinta perlu kerja sama. Termasuk dalam mengatur keuangan keluarga.

Butuh Dana Tambahan untuk Keperluan Bersama? Download Aplikasi Indodana dan Lengkapi Data Anda Sekarang!

Download App Indodana Sekarang!