Mau Pindah Kerja ke Bidang atau Profesi Lain Coba Terapkan Cara-Cara Sederhana Ini copy

Mau Pindah Kerja ke Bidang atau Profesi Lain? Coba Terapkan Cara-Cara Sederhana Ini

Posted by

Semua orang tentu mendambakan kesuksesan dalam hidupnya. Demi lebih cepat mencapai kesuksesan di setiap aspek kehidupan, banyak cara dan jalan yang ditempuh tiap orang. Salah satunya yakni dengan pindah kerja ke bidang pekerjaan atau profesi yang sesuai dengan minat dan bakat diri. Hal pertama yang penting untuk diketahui adalah apa minat dan bakat sejati Anda yang sesungguhnya. Tak jarang untuk mengetahui hal ini, banyak orang yang kemudian berkonsultasi ke ahli psikologi.

Umumnya, setiap orang diberkati dengan sejumlah bakat dan kecerdasan masing-masing yang berbeda satu sama lain. Selain itu, setiap kepribadian juga mempunyai keunggulan dan kekuatannya tersendiri, yang memungkinkan seseorang untuk cemerlang di satu atau beberapa bidang tertentu. Itulah sebabnya beberapa orang akan menonjol di bidang bahasa, matematika dan teknik, misalnya. Sementara yang lainnya tidak begitu expert di bidang tersebut namun cemerlang di bidang olahraga, hubungan masyarakat, seni dan lain sebagainya.

Dengan kata lain, tidak setiap bidang pekerjaan akan cocok dengan seseorang. Dan tidak semua orang akan selalu unggul ditempatkan dalam setiap keilmuan. Semuanya sudah mempunyai tempatnya masing-masing, sesuai apa yang diberikan Tuhan kepadanya.

Perlukah Bekerja Sesuai Minat dan Bakat?

Pindah Kerja Sesuai Minat dan Bakat
Pindah Kerja Sesuai Minat dan Bakat?

Idealnya bekerja di bidang profesi yang sesuai dengan minat dan bakat tak hanya bisa membawa diri Anda mencapai kesuksesan lebih cepat, tapi juga membuat Anda lebih berbahagia. Meski begitu, terkadang realita yang terjadi malah tak seindah sebagaimana mestinya. Berbagai kendala dan tantangan yang menghadang seringnya membuat seseorang merasa harus pindah kerja ke profesi lain.

Ada banyak faktor yang melatarbelakangi hal ini. Namun, sebagian besar yang kerap menjadi alasan di baliknya ialah faktor keuangan. Dengan kata lain, upah yang tak sesuai. Di samping itu, banyak juga orang yang merasa perlu keluar dari zona nyaman mereka serta mengembangkan dan memperluas skill serta kemampuan diri. Hal ini dilakukan untuk menambah pengalaman baru karena merasa sedang berada pada titik jenuh.

Tak jarang juga, sejumlah orang juga memilih mengambil risiko untuk melepas pekerjaan lama dan pindah kerja ke ranah profesi yang benar-benar baru karena merasa tak puas dan tak bahagia. Memang benar bahwa bagi beberapa orang, kebahagiaan batin lebih diutamakan ketimbang hal lain-lain.

Tak ayal, melakukan ekspansi semacam ini tentu tidak semudah seperti membalikkan telapak tangan. Pasalnya, beberapa bidang pekerjaan membutuhkan keahlian khusus yang hanya bisa didapatkan dengan cara menimba ilmu secara kejuruan dan mendalam. Contohnya saja seperti ranah hukum, kedokteran, pendidikan, psikologi, serta ilmu teknik dan masih banyak lagi. Meski begitu, beberapa ranah lain yang tergolong umum masih dapat digeluti oleh siapa saja yang bersedia meluangkan waktu serta dedikasinya untuk belajar menekuninya.

Apakah Usia Masih Produktif untuk Pindah Kerja?

Usia Produktif Saat Pindah Kerja
Usia Produktif Saat Pindah Kerja

Sebagai bahan pertimbangan sebelum memutuskan untuk berpindah profesi ke bidang pekerjaan lain, ada beberapa persiapan tertentu yang mesti dilakukan terlebih dahulu. Saat pertama Anda berstatus sebagai fresh graduate dan melamar pekerjaan, belum punya pengalaman bekerja adalah hal yang wajar. Usia pun masih terbilang muda dan produktif sehingga kesempatan untuk mengeksplorasi satu bidang pekerjaan pun cukup terbuka lebar.

Namun lain halnya jika Anda sedang berada dalam fase peralihan yang biasanya akan terjadi beberapa waktu setelah seseorang sudah cukup lama menggeluti satu bidang pekerjaan tertentu. Peralihan ini bukan hanya berarti perubahan jalur karir saja, melainkan juga perubahan hidup. Karena pasalnya bagi beberapa orang, pekerjaan mereka sudah terlanjur melekat di dalam diri dan menjadi bagian dari identitasnya sebagai individu.

Alhasil saat perubahan besar itu terjadi, Anda akan membutuhkan sejumlah penyesuaian ekstra mengingat perlu beradaptasi lagi dengan keadaan yang baru memerlukan waktu yang cukup signifikan. Anda juga akan dihadapkan dengan sejumlah tantangan baru yang dipastikan berbeda dari profesi yang sebelumnya. Jadi, tak bisa dipungkiri, Anda perlu melakukan sejumlah persiapan agar keputusan berpindah pekerjaan/ beralih profesi ini memberikan hasil yang sepadan dengan langkah besar yang sudah berani Anda ambil.

Keputusan beralih profesi idealnya harus diambil saat Anda masih berada dalam rentang usia muda dan produktif. Hal ini dikarenakan saat seseorang memasuki usia 30 tahun ke atas, berpindah bidang di pekerjaan formal cenderung lebih sulit. Ini dikarenakan tiap perusahaan kerap menentukan standar usia bagi karyawannya. Selain itu Anda juga akan dihadapkan dengan anggapan jika usia sudah matang, Anda sudah terlanjur unggul di bidang yang sebelumnya serta ada kemungkinan untuk sulit berubah—meski tidak selalu begitu.

Kendati demikian, beberapa profesi tidak mempermasalahkan soal umur. Tak ada salahnya jika Anda melirik peluang pekerjaan yang ada di sektor informal seperti Non Government Organization (NGO), di kedutaan asing hingga banting setir menjadi wirausahawan.

Baca Juga: Gaji Tidak Kunjung Naik Walaupun Sudah Kerja Keras? Mungkin Ini Alasannya

Kapan Waktu yang Tepat untuk Pindah Kerja?

Kapan Waktu yang Tepat untuk Pindah Kerja?
Kapan Waktu yang Tepat untuk Pindah Kerja?

Bicara mengenai merintis karir berarti melibatkan komitmen untuk bertahan dan tinggal dalam satu bidang kerja serta perusahaan selama kurun waktu tertentu. Godaan kerja di tempat/ bidang lain dengan jenjang karir yang lebih menjanjikan, atau berbagai fasilitas serta benefit yang lebih banyak, sekilas bisa saja tampak menggiurkan.

Merujuk kepada pendapat umum, orang yang berpindah-pindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain adalah karyawan yang komitmennya kurang serius. Hal ini akhirnya akan menyebabkan resume Anda juga terlihat tidak baik, apalagi jika Anda berpindah kerja bidang pekerjaan, atau pindah perusahaan, di hampir setiap tahun.

Menurut seorang penulis sekaligus entrepreneur bernama Penelope Trunk dalam interview dengan fastcompany.com, tiga tahun merupakan waktu yang maksimal untuk seseorang bekerja dalam satu perusahaan. Jika lebih dari itu, stagnansi bisa terjadi. Hal ini hanya akan menahan laju pengembangan diri Anda. Alhasil, pembangunan skill menjadi tersendat dan tak ada kemajuan. Kondisi ini pada akhirnya akan mempengaruhi kestabilan karir Anda.

Riset menarik lainnya dilakukan Forbes pada tahun 2014 lalu. Berdasarkan penelitian tersebut, diketahui bahwa pegawai yang bertahan dalam satu perusahaan selama lebih dari 2 tahun hampir separuhnya bekerja lebih lambat dibandingkan dengan tahun awal mereka bekerja. Bekerja memang tak melulu hanya soal materi. Pengembangan dan peningkatan kualitas diri baik secara profesional, personal maupun finansial juga perlu diutamakan. Jadikan juga poin ini sebagai pertimbangan.

Baca Juga: Strategi Ampuh Biar Kamu Cepat Naik Gaji di Perusahaan

Persiapan yang Bisa Dilakukan Sebelum Pindah Kerja

Berikut adalah sejumlah cara sederhana yang bisa Anda pertimbangkan dan lakukan sebagai bentuk persiapan beralih profesi.

1. Buat Daftar Opsi Karir yang Diminati

Sebelum pindah kerja, Anda akan ingin membuat daftar opsi karir apa saja yang Anda minati. Setelahnya, lakukan peninjauan dan riset untuk mendapatkan informasi sebanyak mungkin yang diperlukan termasuk skill apa yang diperlukan. Adakah batasan umur? Apa saja jobdesk Anda? Tantangan apa saja yang akan dihadapi? Apakah pekerjaan ini mengharuskan Anda untuk pindah kota? Berapa range pendapatan yang akan diterima? Cobalah untuk pilih yang paling sesuai untuk Anda.

Berikutnya, cari lowongan kerja (loker) berdasarkan daftar Anda dan coret jenis pekerjaan yang kelihatannya tak akan cukup berkembang. Sebaliknya, pilihlah loker yang tepat—seringkali yang paling banyak dicari merupakan yang terbaik.

Karena beberapa bidang pekerjaan akan mengharuskan Anda menjalani training, jadi masukkan juga hal ini ke dalam persiapan Anda.

2. Dapatkan Sertifikat Khusus yang Diperlukan

Beralih profesi berarti merambah ranah baru yang mungkin membutuhkan skill baru. Jika bidang profesi yang Anda bidik memerlukan skill baru dan sertifikasi/ijazah khusus, maka susunlah rencana untuk mendapatkannya sesegera mungkin. Sertifikat diperlukan sebagai keabsahan profesionalisme Anda di mata perusahaan yang baru nanti.

Pastikan Anda membekali diri dengan skill dan ilmu yang diperlukan untuk pekerjaan baru yang Anda mau. Ingat bahwa di luar sana ada banyak kompetitor yang juga sedang mengincar posisi yang sama. Pasalnya, jika skill dan ilmu yang Anda miliki masih belum mumpuni, maka besar kemungkinan Anda akan mengalami kesulitan dalam memasarkan diri secara optimal.

3. Perbarui Resume dan CV Anda

Sebelum pindah kerja, benahi resume dan curriculum vitae Anda. Perbarui dan buatlah semenarik mungkin sesuai perkembangan zaman. Pasalnya, ada banyak kompetitor Anda di luar sana yang juga sedang mengincar posisi yang didambakan. Percantik cover surat lamaran Anda untuk menarik perhatian dan mengesankan pihak HRD perusahaan yang baru.

Bagi Anda yang masih belum berpengalaman dan memiliki skill yang cukup mumpuni di bidang baru ini, Anda bisa sebutkan kualitas dan kemampuan apa saja yang sekiranya berhubungan dengan dengan posisi yang Anda inginkan tersebut.

4. Tunjukkan Kualitas Karakter Anda

Berganti profesi memang akan membutuhkan skill dan keahlian khusus. Meski begitu, pada dasarnya setiap pekerjaan akan sukses dilakukan dengan berbekal soft-skill serta etos kerja yang baik. Contohnya seperti mau belajar, ramah, proaktif, berintegritas, bertanggungjawab, kreatif, amanah, rapi, tekun, disiplin, hingga mampu bekerja sama dalam tim dengan baik maupun secara mandiri. Tunjukkan kualitas-kualitas ini baik dalam sesi wawancara maupun dalam CV Anda.

Dimanapun Anda bekerja, dalam apa pun bidangnya, nilai-nilai positif seperti ini akan sangat bermanfaat bagi kelangsungan karir di tempat Anda berkarya. Jika kepribadian maupun karakter Anda sudah sesuai dengan kualifikasi yang dicari, bukan tak mungkin peluang akan menjadi milik Anda, bahkan meskipun Anda belum mempunyai pengalaman yang cukup di bidang tersebut sekalipun.

5. Perluas Jaringan Anda

Memperluas jaringan kerja Anda juga akan sangat membantu. Anda bisa mendapatkan berbagai informasi yang diperlukan untuk berpindah pekerjaan. Anda juga bisa menerima saran berharga dari mereka yang sudah lebih dulu terjun ke bidang yang sedang ingin Anda kuasai sekarang.

Untuk memperluas jaringan profesional, Anda bisa mengoptimalkan social media berbasis karir. Selain itu, hadirilah seminar, workshop serta acara serupa yang turut dihadiri oleh para pelaku dari industri terkait.

6. Siapkan Mental dan Finansial

Ada risiko dan konsekuensi untuk setiap langkah dan keputusan yang Anda ambil. Jika hendak bertahan di pekerjaan yang lama, tentu Anda sudah tahu benar segala konsekuensi dan risikonya. Demikian juga jika Anda memberanikan diri untuk beralih profesi.

Risiko dan konsekuensi yang pertama adalah sulitnya mendapatkan peluang kerja yang diinginkan akibat persaingan terlampau ketat. Pastinya, ada banyak kandidat berkualitas lain di luar sana selain Anda. kemungkinan besarnya mereka juga sudah lebih berpengalaman.

Yang kedua, Anda harus siap menerima income yang mungkin nominalnya lebih rendah ketimbang yang dari pekerjaan lama. Itulah sebabnya Anda perlu mengasah terus kemampuan Anda yang baru hingga semakin unggul di bidang itu.

Jika misalkan profesi yang Anda incar memiliki standar gaji lebih rendah, pastikan kondisi finansial Anda tetap sehat dan tak akan terganggu. Untuk awal-awal, mungkin Anda akan mempertimbangkan untuk menabung terlebih dahulu dan bertahan di pekerjaan saat ini untuk sementara waktu. Hingga tiba waktunya keuangan sudah lebih siap, Anda bisa melangkah maju merambah bidang pekerjaan yang baru.

Selalu Persiapkan Mental Anda untuk Mulai dari Awal Saat Pindah Kerja

Persiapkan diri Anda untuk mulai dari 0 lagi. Beralih profesi berarti Anda harus mengawali semuanya dari bawah lagi. Hal ini akan sangat terasa kontrasnya jika Anda sudah mempunyai posisi/ level yang nyaman di pekerjaan lama; misalnya sebagai manajer. Berganti pekerjaan ke bidang lain berarti Anda harus siap turun lagi sebagai karyawan biasa atau supervisor, contohnya.

Meski begitu, teruslah bekerja dengan tekun dan jangan berkecil hati. Jika memang itulah panggilan hati Anda, maka lakoni pekerjaan baru ini dengan motivasi dan semangat. Niscaya pada waktunya semua pasti berbuah manis dan sepadan. Percayalah bahwa segala sesuatu yang dikerjakan dengan maksimal pasti akan mencapai puncak tertinggi suatu saat nanti. Tetap semangat dan good luck!

Butuh Dana Tambahan Selain dari Gaji? Download  Aplikasi Indodana Sekarang dan Segera Lengkapi Data Anda!

Download App Indodana Sekarang!