Bidang Pekerjaan yang Cocok untuk Kamu yang Memiliki Perhatian Tinggi

Bidang Pekerjaan yang Cocok untuk Kamu yang Memiliki Perhatian Tinggi

Posted by

Kamu sedang mencari pekerjaan? Menemukan pekerjaan yang cocok bisa dibilang susah-susah gampang. Pasalnya, tak semua jenis pekerjaan akan efektif dan efisien untuk dikerjakan oleh semua orang. Seperti diketahui, setiap orang setidaknya mempunyai beberapa keunggulan tersendiri dalam bidang pekerjaan tertentu.

Pilih Bidang Pekerjaan yang Tepat Sesuai dengan Kelebihan dan Kekurangan diri Sendiri

Sejak lahir, tiap orang sudah diberkahi dengan kemampuan dan keunikannya masing-masing. Ciri khas seorang individu ini akan tampak jelas saat dirinya terjun ke masyarakat, baik dalam bersosialisasi maupun pekerjaan.

Meski begitu, tak jarang banyak orang merasa kesulitan menentukan bidang pekerjaan apa yang akan digelutinya. Padahal, alangkah baiknya jika sebelumnya Kamu kenali dulu apa saja kelemahan dan kekuatan diri sendiri. Karena sedikit banyaknya hal ini akan berpengaruh besar terhadap lamanya waktu untuk mencapai kesuksesanmu. Bahkan bisa dibilang bahwa minat dan bakatmu itu sesungguhnya merupakan petunjuk Ilahi untuk mengetahui di mana tempatmu di dalam hidup.

Sebagai contoh, seorang yang artistik,  memiliki imajinasi tinggi serta kepribadian terbuka yang supel akan sangat baik bila ditempatkan bekerja dalam tim di industri kreatif. Sebaliknya, seseorang yang lebih tertutup dan logis serta memiliki perhatian tinggi, besar kemungkinan akan lebih cocok bekerja sendiri di bidang akademis misalnya.

Bidang Pekerjaan yang Beragam Sesuai dengan Minat

Bidang Pekerjaan yang Beragam Sesuai dengan Minat
Bidang Pekerjaan yang Beragam Sesuai dengan Minat

Di zaman sekarang yang telah memasuki era digital. Semakin modern perkembangan teknologi, berbagai bidang pekerjaan dan profesi baru yang dulunya tak ada pun, kini semakin banyak bermunculan.

Saat ini, berbagai jenis bidang pekerjaan baru sudah bisa dipilih untuk menghasilkan uang. Jika dulu bekerja itu identik dengan pekerjaan formal di kantor atau perusahaan, dengan jam kerja pagi hingga petang, sekarang, beberapa pekerjaan sudah bisa diakses dari rumah sendiri secara online.

Bekerja secara online memungkinkan banyak orang dari berbagai tempat yang berbeda bekerja sama dengan kompak tanpa harus bertemu muka. Orang-orang juga tak perlu harus berangkat lebih awal di pagi hari untuk bekerja di kantor. Kamu juga tak perlu stress kena macet di jalan saat hiruk-pikuk jam pulang kantor pada umumnya, karena Kamu tak bekerja di kantor.

Kenali Karakter dan Pribadi diri Sendiri

Kenali Karakter dan Pribadi diri Sendiri
Kenali Karakter dan Pribadi diri Sendiri

Bagaimana denganmu? Apakah Kamu sudah ketahui seperti apa karakter dan pribadimu? Sebelum memasuki dunia kerja dan memilih bidang pekerjaan yang cocok, kenali dirimu terlebih dahulu agar unggul secara profesional dan dapat melakukan pekerjaan dengan maksimal.

Albert Einstein pernah mengatakan, “Everyone is a genius. But if you judge a fish by it’s ability to climb a tree, it will live its whole life believing that it is stupid.”

Ya, semua orang pada dasarnya jenius. Tapi jika Kamu menilai seekor ikan dari kemampuannya untuk memanjat pohon seperti seekor monyet maka ikan itu hanya akan menghabiskan hidupnya sebagai si bodoh yang gagal.

Sama juga halnya dengan manusia. Bayangkan jika seseorang yang peka, tidak tegaan dan penuh rasa kasih harus mengambil perkuliahan  dan bidang pekerjaan hukum pidana untuk kelak bekerja sebagai pengacara. Hampir dapat dipastikan, dirinya akan stress dan mengalami banyak pergolakan batin. Pasalnya, dibutuhkan orang berkepala dingin dan tegas dengan karakter yang berlawanan daripada itu untuk menjadi seorang pengacara. Jika sudah begitu, kesuksesan akan lebih sulit untuk diraih.

Lantas bagaimana jika Kamu unggul dalam berfokus? Konsentrasi alias perhatian yang tinggi tidak dimiliki oleh semua orang. Beberapa orang lebih mudah teralihkan fokusnya ketimbang orang lain pada umumnya. Sementara yang lain mempunyai ketahanan konsentrasi yang tinggi selama berjam-jam untuk bidang pekerjaan tertentu meski pun ada gangguan. Termasuk yang manakah Kamu?

Baca Juga: Pekerjaan Sampingan dengan Upah Besar yang Terlihat Mudah Namun Tidak

Kepribadian Berdasarkan MBTI

Sebelum menuju pembahasan mengenai bidang pekerjaan yang cocok untukmu, ada baiknya ketahui dulu mengenai jenis kepribadianmu. Untuk mengetahui lebih jelas mengenai profesi yang sesuai karakter dan pribadimu, Kamu bisa mengakses beberapa website tes kepribadian secara gratis berikut ini. Walaupun mungkin tidak 100% tepat, setidaknya ini bisa mewakili karakteristik kepribadian yang umum dimiliki oleh banyak orang termasuk dirimu sendiri. 

Ada beragam instrument dalam psikologi yang bisa digunakan untuk mengetahui seperti apa kepribadianmu lengkap dengan profesi apa yang paling cocok untuk ditekuni. Salah satunya ialah MBTI (Myers-Briggs Type Indicator) yang dapat digunakan untuk mengukur kecerdasan, bakat serta tipe kepribadian setiap individu.

Teori yang mendasari pengembangan alat ukur ini ialah teori kepribadian dari Carl Jung, seorang psikiater asal Swiss. Murid dari Sigmund Freud ini juga dikenal sebagai perintis psikologi analitik (psiko-analisis). Menurut teori MBTI ini, tiap manusia disebut memiliki 4 dimensi utama yang bersifat dikotomi (saling berlawanan). Keempat dimensi itu menyangkut:

 

  • Extrovert (E) dan Introvert (I),
  • Intuition (N) dan Sensing (S),
  • Thinking (T) dan Feeling (F),
  • Perceiving (P) dan Judging (J).

Berikut ulasan umumnya:

Dimensi Extrovert (E) dan Introvert (I)

Dimensi pertama, yakni Extrovert (E) dan Introvert (I) melihat kepribadian individu berdasarkan bagaimana mereka mendapat energi. Orang Extrovert akan lebih supel dan mudah bergaul ketimbang yang Introvert, karena para Extrovert akan mendapatkan energi dari bersosialisasi. Mereka menyukai dunia sosial. Semakin banyak mereka bergaul dan berkegiatan dengan orang lain, semakin besar pula energi yang mereka dapatkan. Tak heran jika Extrovert yang supel ini akan maksimal dan efektif saat bekerja dalam tim.

Di lain pihak, orang Introvert (I) akan bersikap sebaliknya. Secara alamiah mereka akan mendapatkan energi dari dalam diri. Itulah sebabnya para Introvert (I) akan merasa lebih mudah lelah jika harus berinteraksi dengan banyak orang. Bersosialisasi membuat mereka kehabisan energi. Biasanya, semua orang Introvert memiliki fokus dan perhatian yang tinggi. Sehingga tak jarang mereka akan menggeluti bidang pekerjaan yang mandiri dan individualis.

Para Introvert cenderung berada dalam dunia mereka sendiri. Mereka dikenali sebagai sosok pendiam, kadang pemalu dan suka merenung. Tak heran jika menulis dan membaca menjadi kegemaran mereka lantaran Introvert ini penuh fokus dan konsentrasi.

Dimensi Intuition (N) dan Sensing (S)

Dikotomi kedua merupakan pemilahan cara tiap individu dalam mengolah dan memproses informasi. Cara orang Intuition (N) dan Sensing (S) dalam melihat, mengolah dan memproses informasi adalah berbeda. Orang yang intuitif (N) akan memproses data informasi berdasarkan pola dan cara mereka melihat berbagai kemungkinan yang bisa terjadi (possibilities).

Para individu N ini berfokus di masa depan dan pemikirannya abstrak, melihat gambaran besar (big picture), berpikir umum-khusus (deduktif) serta berfokus pada ide dan konsep. Itulah sebabnya para N lebih idealis, cenderung mendalam dan teoritis. Mereka umumnya unggul di bidang akademis dan sains.

Lain halnya dengan orang S yang berorientasi pada fakta yang lebih praktis, konkret dan apa adanya. Mereka berfokus di sini dan pada saat ini (here and now). Para Sensoris ini lebih faktual dalam memproses informasi melalui kelima inderanya. Alih-alih berimajinasi dan berpikir abstrak seperti N, mereka lebih realistis sehingga menyukai ide yang praktis dan aplikatif. Orang-orang S ini sangat cocok di bidang teknis.

Dimensi Thinking (T) dan Feeling (F)

Selanjutnya beralih ke dimensi ketiga untuk menelaah bagaimana seseorang mengambil keputusan. Dikotominya ada dua juga, yakni Thinking (T) dan Feeling (F).  Para Thinker akan lebih banyak menggunakan kekuatan logika dan analisa rasional mereka dalam memutuskan sesuatu. Mereka juga mengorientasikan diri pada hal-hal yang objektif. Dengan konsisten, mereka menerapkan prinsipnya. Orang seperti ini tentu cocok untuk menjadi pengacara, hakim, quality control serta sebagai problem solver.

Adapun para Feeling cenderung lebih hangat dan penuh empati. Mereka mengambil keputusan dengan melibatkan perasaan, empati, serta nilai-nilai yang mereka yakini. Itulah sebabnya mereka lebih unggul dalam hal subjektif dan memihak. Sehingga tak heran jika para Feelers ini baik dalam menjaga hubungan sosial. Para F ini merupakan pribadi sensitif dan peka, hangat, mudah terluka dan mempunyai tingkat kepedulian yang tinggi terhadap sesamanya.

Dimensi Perceiving (P) dan Judging (J)

Dimensi keempat ialah tingkat fleksibilitas seseorang akanbagaimana Kamu berinteraksi dengan dunia di luar. Apakah dengan terstruktur atau menggunakan manner yang lebih fleksibel. Para Perceiver cenderung akan lebih spontan dan fleksibel, dalam artian lebih mudah beradaptasi menghadapi situasi mendadak serta perubahan tak terduga.

Lain halnya dengan para Judger yang lebih terstruktur dan terjadwal. Mereka suka merencanakan segala sesuatunya di awal secara sistematis. Mereka juga bertindak secara teratur dan terorganisir, sehingga orang-orang seperti ini sangat cocok bekerja dalam bidang pekerjaan yang memerlukan rutinitas berulang. Mereka tidak akan mudah merasa bosan dengan pekerjaan yang diberikan.

Sesungguhnya, setiap orang mempunyai perpaduan dari semua ini. Namun demikian, kita akan memiliki kecenderungan lebih kuat (dominan) ke salah satu arah tertentu saja.

Agar mengenali diri sendiri lebih jelas dan akurat, Kamu bisa mencoba melakukan tes sesuai metodologi ilmiah berdasarkan Ilmu Psikologi. Dengan demikian, Kamu akan semakin tahu perihal bidang pekerjaan yang paling cocok untukmu yang pada akhirnya akan dengan cepat mengantarkanmu menuju kebebasan finansial.

Baca Juga: Pekerjaan Sampingan dengan Upah Besar yang Terlihat Mudah Tapi Sulit

Bidang Pekerjaan untuk Kamu yang Memiliki Perhatian yang Tinggi

Lebih lanjut, berikut adalah beberapa bidang pekerjaan yang disarankan untuk mereka yang memiliki tingkat fokus atau perhatian yang tinggi. Apa saja?

1. Industri Kreatif

Bekerja di Industri Kreatif
Bekerja di Industri Kreatif

Dengan perhatian tinggi dan kreativitas mendalam, Kamu bisa menekuni berbagai bidang pekerjaan yang berhubungan dengan industri kreatif. Contohnya seperti menjadi fashion designer, arsitektur, desain interior, penulis buku, sastrawan, desain grafis bahkan hingga industri perfilman. Kesempatan bekerja baik secara independen maupun dalam tim sangat terbuka dalam bidang ini.

2. Wirausaha

Mulai Berwirausaha
Mulai Berwirausaha

Selain menjajal industri kreatif, Kamu bisa mencoba peruntungan rezekimu dengan berwirausaha membuka bisnis sendiri. Tak hanya bisa mengembangkan berbagai ide usaha dan strategi bisnismu sendiri, Kamu pun dapat menghasilkan pundi-pundi uang dari inovasi yang Kamu ciptakan sendiri.

Orang yang fokusnya tinggi, besar kemungkinan ialah individu N. Seperti yang sudah dijabarkan di atas, orang N bisa dengan cermat melihat berbagai kemungkinan sehingga dapat lebih cakap memperhitungkan segala tindakan dalam berbisnis.

3. Freelancer

Menjadi Freelancer
Menjadi Freelancer

Menjadi seorang freelancer juga cocok bagi Kamu yang fokusnya tinggi. Entah itu sebagai penulis lepas ataupun desainer grafis dan lainnya. Orang yang berfokus tinggi umumnya mampu bekerja mandiri tanpa perlu melulu diawasi. Sehingga sangat cocok sebagai freelancer yang bekerja secara remote (dari jarak jauh) di era digital seperti sekarang ini.

4. Guru

Profesi Guru
Profesi Guru

Profesi guru juga merupakan opsi lain yang tersedia bagimu. Perhatian yang tinggi biasanya membuat seseorang kerap cemerlang di bidang akademis dan sains. Perhatian yang tinggi juga akan memudahkanmu dalam mengatur anak-anak didik dan ilmu pengetahuan yang akan diajarkan. Bahkan tak jarang, keunggulanmu ini besar akan menjadi nilai tambah untuk membantu murid dalam memecahkan berbagai masalah.

5. Bidang Kesehatan

Bekerja di Bidang Kesehatan
Bekerja di Bidang Kesehatan

Kamu juga bisa menjajal bidang pekerjaan kesehatan. Entah itu menjadi dokter, perawat, ahli gizi, konsultan kesehatan hingga terapis fisik (ahli terapi), pakar pengobatan alternatif maupun lainnya. Apalagi jika fokus yang tinggi ini dikombinasikan dengan tingkat empati yang juga tinggi, maka besar kemungkinan Kamu bisa menjadi tenaga kesehatan yang mampu melayani pasien atau masyarakat dengan baik.

Demikianlah ulasan seputar bidang pekerjaan yang paling cocok dengan pribadi dan karaktermu, terutama bagi yang diberkahi dengan kemampuan fokus tinggi. Yang mana yang paling menarik perhatianmu? Selamat menekuninya dan sukses selalu!

Butuh Tambahan Dana Selain dari Pekerjaan Kamu Sekarang? Download  Aplikasi Indodana Sekarang dan Segera Lengkapi Data Anda!

Download App Indodana Sekarang!