Tagihan Kartu Kredit Tidak Terbayar? Ini Cara-Cara yang Bisa Dicoba

Posted by

Kartu kredit bisa memberimu banyak kemudahan yang menyenangkan. Namun, jika salah dalam strategi pemakaiannya, tagihan kartu kredit bisa membuat Kamu pusing setiap bulan. Di satu sisi, kepemilikan kartu kredit bisa membuatmu dengan mudahnya memenuhi berbagai kebutuhan, sebut saja mulai dari keperluan liburan seperti bayar hotel dan beli tiket pesawat hingga memuaskan hobimu ber-shopping ria.

Ibarat Kartu Sakti Pemecah Masalah

Kartu ‘sakti’ yang banyak manfaatnya ini juga kerap digunakan untuk dipakai dalam perjalanan ke luar negeri, mencicil barang mahal, beli tiket konser hingga melakukan pembayaran non-tunai yang memang mengharuskan Kamu untuk memakai credit card.

Contohnya seperti untuk membayar cloud service setelah Kamu mengunduh musik atau film resmi atau dari situs luar negeri, dan masih banyak lagi.

Meski begitu, ketersediaan akses kredit dengan sekali gesek tersebut bukan berarti lantas membuatmu jadi hilang kendali dan menggunakannya sesuka hati. Pasalnya, jika sampai salah strategi, maka akan ada tunggakan utang pada tagihan kartu kredit yang membuat Kamu kelimpungan melunasinya.

Tagihan Kartu Kredit yang Membengkak

Dalam banyak kasus, banyak yang mengeluh kaget karena ‘tiba-tiba’ tagihan kartu kredit mereka sudah membengkak. Kebanyakan dari mereka yang rajin menggunakan kartu kredit ini jadi tak bisa membayar tagihan lantaran salah perhitungan. Hingga tak ayal akhirnya mereka pun jadi berutang.

Atau, awalnya mereka mendapat penawaran untuk membuat kartu kredit dengan limit yang menggiurkan. Di tengah jalan, para pemegang kartu kredit ini mengalami kesulitan membayar tagihan per bulannya. Tanpa disadari, penggunaan yang berlebihan membuat mereka buta akan kenyataan bahwa utang kartu kreditnya sudah menanti.

Seringkali, jumlah tagihan kartu kredit yang muncul akan berkali-kali lipat dari pendapatan mereka. Alhasil, kesulitan keuangan pun terjadi. Apalagi bagi mereka yang memiliki kartu kredit lebih dari satu dengan limit yang fantastis.

Sebagai contohnya, pendapatan Pak Kevin per bulannya adalah Rp 10 juta. Ia memiliki dua credit card dengan masing-masing limit sebesar Rp 20 juta. Salahnya, ia sangat aktif menggunakan kedua kartu kreditnya itu untuk berbagai hal, tanpa memperhatikan nominal tagihan yang terus bertambah.

Alhasil, utangnya membengkak bahkan melebihi gajinya sebulan. Dampak terburuknya, ia jadi terlilit utang hingga mencapai nominal Rp 40 juta dan itu belum termasuk dengan bunganya. Bahaya besar jika sudah begitu. Dan hendaknya contoh kasus ini bisa menjadi pembelajaran agar para pengguna credit card lainnya seperti Kamu untuk lebih berhati-hati lagi.

Ingatlah bahwa membayar tagihan merupakan sebuah tanggung jawab, serta ada bunga kartu kredit dan bahkan denda yang perlu dilunasi. Jadi, yang pertama perlu dipastikan adalah Kamu kenali dulu sejumlah aturan main dalam penggunaan kartu kredit ini. Indodana

Pikir Dua Kali Sebelum Menggunakan Kartu Kredit

Kamu tentu ingin terhindar dari utang besar serta denda dan bunga kartu kredit, bukan? Kamu juga ingin memastikan bahwa dana untuk membayar penuh tagihan sudah tersedia sebelum tanggal jatuh tempo.

Umumnya, yang kerap menjadi permasalahan bagi para pemegang kartu kredit adalah mereka lupa akan  konsekuensinya ini. Apalagi—khususnya, bagi mereka yang newbie; para pengguna baru.

Alasannya pun tergolong wajar dan manusiawi, yakni karena masih mengalami euphoria dengan segala kemudahan, kesenangan dan kepraktisan dari kepemilikan kartu kreditnya.

Sebelum Kamu memutuskan hendak menggunakan kartu kredit, harap pikirkan ulang dengan matang, mengapa harus punya kartu kredit? Karena setelah Kamu memilikinya, ada tuntutan untuk Kamu agar membayar tagihan kartunya sesuai dengan batas waktu yang telah ditentukan.

Pastikan strategimu sudah benar dalam pelunasan tagihan kartu kredit agar Kamu terhindar dari lilitan utang yang besar, mengingat pembayaran kartu kredit pun ada strateginya. Yang perlu diingat adalah terhindar dari bunga dan denda.

Baca Juga: Hindari 5 Kesalahan-kesalahan Berikut Jika Berencana Ingin Memiliki Kartu Kredit

Cara Mengatasi Tagihan Kartu Kredit yang Membengkak

Lantas, bagaimana jika tagihan kartu kreditmu sudah terlanjur membengkak? Usahakan untuk tidak panik dan tetap tenang. Jangan langsung merasa tak mampu membayar utang akibat ulahmu sendiri. Selama Kamu berkomitmen, semua masalah bisa teratasi. Coba ikuti cara-cara berikut ini supaya masalahmu segera teratasi. Strategi ini juga bisa membuatmu terhindar dari bunga dan denda kartu kredit. Apa saja?

1. Gunakan Autodebet

Tagihan Kartu Kredit Autodebet
Gunakan Autodebet

Tak lucu jika Kamu jadi punya utang besar hanya karena lupa bayar tagihan kartu kredit. Aktifkan autodebet untuk antisipasi. Autodebet bisa diaktifkan pada tanggal cetak atau seminggu setelahnya. Langkah ini juga dapat mencegahmu menggunakan uang bayar credit card untuk shopping dan beli barang/ keperluan lain.

Agar lebih mudah, atur tanggal autodebet sesuai tanggalmu mendapat gaji, atau sehari sesudahnya. Dengan begitu, Kamu bisa mencegah jika saldo terpotong untuk bayar kartu kredit padahal belum gajian.

2. Pangkas Pengeluaran Bulanan

Pangkas Pengeluaran Bulanan
Pangkas Pengeluaran Bulanan

Mau tak mau, turunkan dulu gaya hidupmu dan hindari pengeluaran yang tidak perlu. Prioritaskan saja untuk pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari yang paling utama, plus melunasi utang terlebihdahulu. Berhematlah dan pangkas pengeluaran bulananmu sebisa mungkin.

Jauhi konsumerisme berlebih jika ingin menyelamatkan diri dari lilitan utang. Diharapkan, langkah ini bisa membantu meringankan bebanmu dalam pelunasan tagihan kartu kredit.

3. Terima Tagihan Lewat E-mail

Tagihan Kartu Kredit Lewat E-mail
Tagihan Lewat E-mail

Dalam beberapa kasus, billing kartu kredit yang telat sampai di kantor atau pun rumah kerap menjadi sumber masalah mengapa seseorang jadi telat membayar tagihan kartu kreditnya. Jangan sampai Kamu menjadi ‘korban’ berikutnya. Pastikan Kamu memberi tanda bintang pada tagihan lewat email yang datang. Selanjutnya, buat pengingat atau catatlah agar Kamu dapat membayarnya sesuai tanggal yang dibuat. Usahakan Kamu sudah melunasinya sebelum tanggal penagihan kartu kredit.

4. Bayar Pembayaran Minimum

Pembayaran minimum
Pembayaran Minimum

Gunakan cara ini jika keuanganmu betul-betul morat-marit dibuatnya. Sebisa mungkin, bayar kartumu dengan pembayaran minimum payment dulu. Dengan demikiam, masih ada sisa uang untukmu yang bisa digunakan untuk pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari.

Lakukan cara ini sembari hentikan dulu pemakaian kartu kreditmu. Pasalnya, meskipun limit kartumu makin bertambah, bukan berarti terus Kamu tergoda lagi untuk menggunakan limit yang sudah terkumpul. Biarkan saja hingga semua utang kartu kreditmu lunas terlebih dahulu.

Selain itu, sangat disarankan agar sebisa mungkin Kamu membayar lebih dari pembayaran minimum. Contohnya, seperti Pak Kevin yang utang kedua kartunya mencapai Rp 40 juta. Bayarkan masing-masing Rp 3 juta untuk satu credit card.

Dengan demikian, total pembayaran yang dicicik Pak Kevin tiap bulannya adalah Rp 6 juta. Sementara sisa gajinya yang sebesar Rp 4 juta bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Jika pembayaran ini rutin diangsur, maka dengan dana Rp 6 juta per bulannya Pak Kevin bisa melunasi utang dalam waktu 6-7 bulan ke depan. Meski begitu, ingat juga bahwa kebanyakan pihak bank menerapkan bunga mulai dari 2,25% per bulannya. Dan Pak Kevin harus kamu benar-benar stop memakai kartu kreditnya.

5. Lunasi Tagihan, Bukan Minimum Payment

Lunasi Tagihan
Lunasi Tagihan Kamu

Minimum payment adalah nominal terendah yang harus dibayar paling lambat pada saat jatuh tempo dari tagihan kartu kreditmu. Tujuannya yakni untuk memastikan kalau rekening kartu kreditmu tak ada masalah.

Selain itu juga sebagai bukti bahwa Kamu sebagai pemegang kartu sudah taat terhadap aturan yang ada. Namun, membayar minimum payment juga punya berisiko berubah jadi masalah jika Kamu tak dapat membayar sisa tagihan pada bulan berikutnya.

Contoh, Pak Kevin membeli mobil harga Rp 150 juta tanpa bunga 0% bulan ini. Per bulannya selama setahun, ia wajib membayar cicilan sebesar Rp 12,5 juta. Namun, jika ia memilih untuk membayar minimum payment, maka akan muncullah bunga sebesar 3,5% untuk tagihan selanjutnya (bunga yang awalnya 0% akan menjadi 3,5%).

Misal, di bulan pertama, tagihan yang masuk Rp 12,5 juta. Pak Kevin membayarnya lunas, aman. Sama halnya dengan bulan kedua, ia masih membayar Rp 12,5 juta. Aman.

Namun di bulan ketiga, ternyata Pak Kevin hanya bisa melakukan pembayaran minimum payment—sebesar 10% dari Rp 12,5 juta, yakni Rp 1,25 juta. Sisanya yang Rp 11,25 juta akan masuk ke tagihan bulan depan.

Maka di bulan keempatnya, yang harus ia bayarkan tak hanya iuran bulanan rutin saja. Melainkan ditambah dengan sisa tagihan bulan kemarin. Rp 12,5 juta + Rp 11,25 juta (sisa tagihan bulan lalu) = Rp 23,75 juta.

Kemudian, ada tambahan lagi yakni sebesar 3,5% x Rp 11,25 juta = -+ Rp 400 ribu. Jadi, total yang wajib ia bayarkan di bulan keempat adalah Rp 400 ribu + Rp 11,25 juta + Rp 12,5 juta = Rp 24,15 juta.

Pembengkakan tagihan ini akan terus terjadi lantaran terakumulasi di bulan-bulan berikutnya, sampai tagihannya benar-benar lunas. Bercermin dari contoh kasus ini, disarankan untuk melunasi tagihan setiap bulan. Jangan hanya pembayaran minimumnya saja.

6. Ajukan KTA

Ajukan KTA
Ajukan KTA

Meski tergolong riskan, namun cara ini masih bisa dilakukan. Kuncinya asalkan Kamu berkomitmen penuh. Kamu tentu masih tetap harus menyetop dulu penggunaan kartu kreditmu. Ingat, cara ini seringnya menimbulkan ilusi bahwa Kamu seolah kembali mempunyai limit kartu yang full. Jangan tergoda!

Bunga KTA berada di bawah penggunaan credit card setiap bulannya. Bunga dari sebagian kartu adalah sekitar 2,25% hingga 2,95%. Sedangkan untuk bunga KTA berada di angka 1,2% sampai 1,75%. Ingat, jangan tergiur.

Lakukan pengajuan pinjaman KTA hanya jika Kamu benar-benar bisa berkomitmen untuk tak tergoda pakai kartu kredit. Setelah dana KTA cair, langsung bayar tagihan kartumu. Mau lebih jitu lagi, langsung saja bayarkan semuanya alias tutup kartu kredit.

7. Lakukan Mediasi

Lakukan Mediasi
Lakukan Mediasi

Jika sudah tak ada jalan lain, lakukanlah mediasi dengan pihak bank. Segera datangi bank, biasanya bank akan menawari 3 solusi yakni resechedulling, reconditioning dan restructuring.

Resechedulling ialah perubahan beberapa syarat perjanjian kredit yang menyangkut penjadwalan ulang pembayaran untuk Kamu, dan atau jangka waktu pelunasan kredit.

Reconditioning, yakni upaya perubahan seluruh atau sebagian syarat-syarat kredit yang tak hanya mencakup perubahan jadwal pembayaran, tapi juga jangka waktu serta persyaratan lainnya. Yang penting asalkan perubahan itu tidak berhubungan dengan perubahan maksimal saldo kreditmu.

Sedangkan restructuring merupakan usaha penyelamatan kredit yang terpaksa dilakukan pihak bank. Caranya yakni dengan mengubah komposisi pembiayaan yang mendasari pemberian kredit.

Mediasi ini berguna untukmu merencanakan ulang pelunasan kartumu. Cara ini bisa meringankan cicilanmu ketimbang alih-alih membayar minimum payment dengan bunga 2,25% sampai 2,95%.

 Baca Juga: Takut Mengalami Masalah Kartu Kredit? Coba Hindari Hal-Hal Berikut

Ingat untuk Selalu Belajar dari Kesalahan dan Berkomitmen untuk Berubah

Demikianlah beberapa solusi yang bisa Kamu lakukan. Apapun solusi yang Kamu pilih, belajar dari kesalahan, berkomitmenlah untuk berubah—jangan ceroboh atau gegabah lagi dalam pemakaian kartu kredit.

Pertimbangkan lagi dengan matang, apakah kartu kredit betul-betul diperlukan atau tidak. Akan lebih baik untuk tidak memakainya jika hanya untuk mengejar gaya hidup semata.

Tapi kalau kartu kredit memang dibutuhkan, pastikan limitnya sudah sesuai dengan kemampuan finansialmu, jangan lebih dari total gaji per bulan (maksimal 70-80% dari penghasilan). Bijak dan berhati-hatilah dalam memakai kartumu agar Kamu terhindar dari kesulitan membayar tagihannya.

Butuh Dana untuk Bayar Tagihan Kartu Kredit? Download  Aplikasi Indodana Sekarang dan Segera Lengkapi Data Anda!

Download App Indodana Sekarang!