Gaya Hidup Minimalis

Gaya Hidup Minimalis? Kenapa Tidak? Keuntungannya Banyak Kok, Simak Dulu Yuk

Posted by

Gaya hidup minimalis kini tampaknya kian digemari. Apa sebenarnya gaya hidup minimalis itu? Gaya hidup sederhana ini pertama dipopulerkan oleh Mari Kondo, dengan menggunakan metode dari bukunya yang berjudul “The Life-Changing Magic of Tidying Up”. Di dalam buku ini, Mari mengisahkan tentang begitu magisnya seni beres-beres. Apabila diterapkan dengan tepat, baik dan benar, maka saat melalui proses itu, perubahan pasti akan Anda dapatkan.

Adapun metode yang digunakan Mari adalah Metode Konmari. Mari yang merupakan konsultan kerapihan asal Jepang ini memberikan sejumlah metode mengenai konsep minimalis yang kini digandrungi banyak peminatnya ini. Salah satu di antaranya adalah merapikan barang-barang serta membuang benda yang memang sudah tak lagi dipakai—bahkan meski pun benda tersebut sarat akan kenangan. Selain itu, disarankan juga untuk sebisa mungkin tidak menambah barang.

Melansir halaman Bright Side, orang Jepang punya alasan sendiri mengapa mereka menyenangi gaya hidup minimalis ini. Hal ini dikarenakan makin sedikit waktu dan uang yang digunakan, maka akan semakin diminimalisir juga waktu, energi dan uang Anda dari kemungkinan terbuang percuma dan sia-sia.

Jadi, orang Jepang memang senang hidup minimalis lantaran berkaitan dengan aspek psikologisnya. Dengan semakin sedikitnya barang di rumah, semakin sedikit pula hal itu memenuhi pikiran seseorang, sehingga stress pun bisa jauh-jauh dibuang.

Seperti diketahui, konsep gaya hidup yang minimalis ini sebenarnya sudah diperkenalkan sejak dulu oleh ajaran Buddhisme Zen. Paham yang juga berasal dari Negeri Sakura ini mengajarkan agar umat manusia masa kini berani mendobrak norma masyarakat modern yang konsumtif.

Caranya? Yakni dengan melakukan pengelolaan keuangan yang diterapkan secara ‘ekstrem’—mengurangi benda dan barang yang dimiliki. Diharapkan, cara ini bisa mengurangi dan menghilangkan ketegangan pikiran sehingga kebahagiaanlah yang lebih banyak dimunculkan dalam hidup Anda.

Baca Juga: Jurus-Jurus Cerdas Atur Keuangan untuk Keluarga agar Semakin Makmur

Yang menarik adalah prinsip dasar dalam Metode Konmari ini, yakni “Choose the things that sparks joy when you touch it.” Anda disarankan hanya untuk menyimpan dan memilih barang dan benda yang mendatangkan kebahagiaan saat Anda menyentuhnya.

Secara umum, gaya hidup minimalis yang telah dipraktekkan oleh banyak orang ini mencakup beberapa hal berikut:

  • Anda hanya membeli barang dan benda berkualitas tinggi sehingga tak perlu terlalu sering belanja,
  • Anda menyortir barang dan benda yang memang dibutuhkan serta yang tidak,
  • Anda tak segan menjual bahkan membuang barang dan benda yang memang sudah tidak dibutuhkan
  • Anda mengurangi belanja barang dan benda baru jika tidak benar-benar diperlukan.

Dengan cara-cara ini, rupanya tak hanya menghemat uang saja, tapi juga bisa mengurangi stress bagi Anda yang menerapkannya.

Berani Mencoba?

Tak banyak yang tahu bahwa hidup sederhana dengan kepemilikan barang dan benda yang seperlunya bermanfaat sangat banyak dan positif bagi hidup Anda dan lingkungan sekeliling. Dengan menjalani gaya hidup minimalis, Anda bisa melihat banyak sekali kegunaannya secara signifikan, terutama dari segi keuangan.

Anda pasti sudah tahu bahwa beberapa orang terkaya di dunia maupun Tanah Air seperti Bill Gates, Mark Zuckerberg atau almarhum Bob Sadino juga menerapkan gaya hidup ini. Dalam kesehariannya, mereka kerap tampil dengan pakaian yang itu-itu saja. Contohnya seperti Mark Zuckerberg yang identik dengan T-Shirt warna abu-abunya. Fakta ini sendiri merupakan contoh nyata dari penerapan Metode Konmari dan gaya hidup minimalis.

Lantas, apa saja keuntungan yang akan Anda dapatkan dari menerapkan gaya hidup minimalis ini? Simak ulasannya sebagai berikut.

Pengeluaran Jadi Jauh Lebih Hemat

Hidup Hemat
Hidup Hemat

Menerapkan gaya hidup minimalis ini akan mendatangkan keuntungan bagi neraca keuangan Anda karena pengeluaran dijamin akan jadi jauh lebih hemat. Seringkali, ada begitu banyak pengeluaran yang tak penting karena cenderung terlalu mengikuti keinginan.

Dengan menerapkan gaya hidup ini, otomatis kebutuhan dan nafsu untuk berbelanja akan menjadi lebih terkendali lagi. Tak percaya? Coba terapkan dulu gaya hidup ini selama sebulan untuk melihat perbedaannya. Lalu hitung berapa besar jumlah uang yang sudah Anda hemat untuk pengeluaran.

Meski sangat berdampak signifikan dalam pengeluaran keuangan, namun pada dasarnya gaya hidup minimalis ini mengutamakan penetapan prioritas. Di situlah kuncinya. Gaya hidup minimalis ini bukan tentang mengatur keuangan Anda. Tapi jika Anda semakin cakap dalam menetapkan prioritas secara esensial dalam keeluruhan hidup, maka Anda pun akan menggunakan uang Anda untuk hal-hal yang esensialnya saja. Opsinya hanya dua, kebutuhan atau keinginan. Dengan demikian, seperti peribahasa sekali dayung dua tiga pulau terlampaui, menerapkan gaya hidup ini sama dengan menyelamatkan kesehatan finansial Anda agar tetap aman dan terkendali.

Lebih Mudah Bersih-Bersih

Lebih Mudah Bersih-Bersih
Lebih Mudah Bersih-Bersih

Tak dapat dipungkiri, beres-beres rumah dan segala barang di dalamnya merupakan kegiatan yang harus rutin dilakukan dan cukup menyita waktu. Namun, jika barang dan benda di rumah Anda semakin sedikit, maka semakin ringan juga tugas Anda untuk membersihkannya. Selain memudahkan, barang dan benda yang minimalis akan membuat Anda lebih menghemat banyak waktu dan energi untuk mengelap, menyapu serta mengepel lantai.

Anda bahkan tak perlu lagi menyewa asisten rumah tangga untuk mendapatkan tenaga tambahan guna membuat rumah Anda senantiasa bersih. Cukup Anda sendiri yang melakukannya tanpa harus keluar uang ekstra.

Lebih Produktif

Hidup Lebih Produktif
Hidup Lebih Produktif

Apabila tak perlu sering membereskan rumah, waktu dan tenaga Anda yang berharga itu bisa dialokasikan untuk melakukan aktivitas lain yang lebih produktif. Contohnya, sepulang kerja, Anda tak perlu capek-capek lagi menyisakan 3 jam untuk beres-beres rumah. Karena sudah lebih minimalis, membersihkan rumah hanya butuh waktu 1 jam. Sisanya yang 2 jam bisa Anda gunakan untuk menuntaskan pekerjaan sampingan atau mungkin berolahraga, membaca buku yang perlu Anda tuntaskan dan lainnya.

Tanpa harus terbebani oleh  kegiatan beres-beres sepulang kerja, kerapian dan kebersihan rumah Anda tetap terjaga, uang pun bisa bertambah dan bahkan menghemat tenaga pula.

Punya Waktu Lebih Banyak untuk Istirahat

Waktu Istirahat Lebih Banyak
Waktu Istirahat Lebih Banyak

Mau tak mau, baik tubuh maupun pikiran Anda tak bisa selalu dipaksa untuk tetap prima mengerjakan setumpuk tugas tanpa istirahat. Rajin dan tekun tentu merupakan hal positif, tapi menjaga kesehatan juga sama pentingnya karena Anda bukan robot. Istirahat penting agar tetap sehat dan untuk produktivitas.

Kabar baiknya, dengan menerapkan gaya hidup serba minimalis ini, maka Anda pun dipastikan akan punya waktu luang lebih banyak. Sehingga senggang waktu tersebut bisa dimanfaatkan untuk beristirahat. Dengan beristirahat dan relaksasi, Anda menjadi lebih segar. Alhasil tenaga dan pikiran pun bisa segera pulih dan kembali prima. Akhirnya, Anda pun menjadi siap tempur lagi untuk keesokan hari.

Mengurangi Stress

Mengurangi Stress
Mengurangi Stress

Tahukah Anda bahwa kondisi kamar tidur merupakan cerminan dari kepribadian pemiliknya? Sehingga kamar tidur yang bersih dan rapi menunjukkan bahwa Anda memiliki pribadi yang positif. Sebaliknya, kamar tidur yang berantakan bisa berarti sinyal bahwa sang penghuni tidak rajin dan sulit diatur. Sebuah studi bahkan menyebutkan bahwa penghuni kamar yang tak rapi berpotensi mengidap depresi.

Berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan oleh St Lawrence University, New York, terungkap fakta bahwa orang yang tak rajin membereskan tempat tidurnya cenderung lebih rentan mengidap berbagai gangguan kesehatan, salah satunya gangguan kesehatan mental seperti stress—yang paling ringan. Padahal tempat tidur mestinya identik sebagai tempat yang nyaman untuk beristirahat.

Menurut penjelasan peneliti, orang yang mempunyai kamar berantakan umumnya mengalami masalah gangguan penimbunan. Yang kerap ditimbun adalah baju kotor, buku-buku dan tas belanja yang lama kelamaan menumpuk dan membuat kamar penuh sesak juga berantakan. Tanpa disadari pemiliknya, kondisi ini justru menyebabkan menurunnya kualitas tidur hingga memicu stress dan bahkan menyebabkan depresi.

Pamela Thacher, psikolog dari St. Lawrence menyebutkan bahwa orang yang mengalami hal ini biasanya punya masalah dalam pengambilan keputusan. Sehingga barang yang sudah tak terpakai malah ddiletakkan begitu saja alih-alih dibuang atau dibereskan.

Untuk mengurangi stress, pastikan kamar Anda rapi dan tak penuh sesak apalagi berantakan. Dengan menerapkan gaya hidup minimalis, Anda pasti tak akan lagi membiarkan area kamar Anda penuh sesak oleh terlalu banyak barang. Alhasil stress pun bisa diusir. Yang perlu diingat adalah, menurut laman Daily Mail, jika kamar Anda dipenuhi terlalu banyak barang, maka bisa jadi Anda memiliki gejala awal seorang penimbun (hoarders).

Dengan menerapkan gaya hidup minimalis ini, diharapkan kesehatan lahir batin Anda dapat lebih mudah diraih dan dijaga sehingga Anda tak perlu lagi mengunjungi dokter. Bagaimanapun, berobat ke dokter akan menguras uang Anda. Jadi cara hidup ini sangat patut dicoba demi meningkatkan mutu hidup Anda di setiap aspeknya.

Lebih Bebas

Hidup Lebih Bebas
Hidup Lebih Bebas

Seperti yang kita ketahui, membeli dan merawat barang dan benda kepunyaan menuntut waktu, uang, tenaga, motivasi dan dedikasi khusus. Seakan hal itu belum cukup, Anda juga akan mempunyai ‘keterikatan khusus’ terhadap barang atau benda tersebut. Misal, Anda memiliki beberapa barang mahal yang dibeli dengan susah payah kerja keras serta mengumpulkan uang banyak, sebut saja sebuah karya seni kenamaan yang indah. Mau tak mau setelah memilikinya, Anda jadi takut barang itu rusak, hilang, kotor dan lain sebagainya sehingga menimbulkan stress dan beban pikiran. Jangan sepelekan hal ini karena faktanya kondisi ini bisa membelenggu diri Anda sendiri.

Lain ceritanya jika Anda sudah menerapkan gaya hidup minimalis. Menjadi seorang minimalis akan membuat Anda merasa lebih bebas dari segala bentuk ketergantungan yang menuntut dan membebani secara mental dan emosional tersebut. Menjadi seorang minimalis akan membuat Anda menikmati kebebasan lebih daripada kebanyakan orang pada umumnya.

Lagipula, yang paling krusialnya adalah seringnya manusia menjadi konsumtif karena suka membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain. Contohnya, teman baru saja ganti gadget dan Anda pun jadi latah tak mau kalah ingin ganti juga. Padahal, yang saat ini pun masih baik-baik saja. Bagi pelaku gaya hidup minimalis, tentunya tak akan terpengaruh oleh hal seperti ini karena prioritasnya berbeda.

Buang jauh-jauh pola pikir “update barang terbaru merupakan pertanda kesuksesan”, karena bagi para minimalis, “bukannya tidak sanggup beli, memang tidak perlu saja barang yang baru”.

Berdampak Baik untuk Lingkungan Hidup

Lingkungan Hidup Sehat
Lingkungan Hidup Sehat

Fakta ini tak dapat dipungkiri, bahwa semakin sedikit barang yang dikonsumsi umat manusia, maka semakin kecil pula kerusakan yang kita ciptakan terhadap lingkungan. Sadar tak sadar, suka tak suka, banyaknya barang yang dikonsumsi membuat semakin tinggi carbon imprint kita.

Apalagi jika barang dan benda yang digunakan tersebut ternyata mengandung bahan seperti crude palm oil. Seperti diketahui, minyak kelapa sawit kebanyakan didapat dengan pemusnahan habitat alami orangutan dan metode pembakaran hutan di Kalimantan. Dengan membatasi perilaku konsumtif, setidaknya bisa mengurangi dampak buruk yang ditimbulkan manusia kepada lingkungan hidup.

Sebuah riset yang melibatkan 2.500 orang dari berbagai negara menemukan bahwa semakin sedikit barang yang kita punya, semakin lebih bahagialah diri kita. Studi ini mengungkap bahwa 87% dari responden ternyata lebih bahagia saat mempunyai sedikit barang dibandingkan dengan ketika memiliki lebih banyak benda.

Baca Juga: Cara Keren Atur Uang untuk Generasi Millenial

Selalu Ingat untuk Menikmati Hidup

Jadi, perkataan “bahagia itu sederhana” adalah benar adanya. Kebahagiaan bukan didapat dari kepemilikan barang dan benda sebanyak mungkin, melainkan dengan menikmati hidup yang seutuhnya dan sepenuhnya. Bagaimana, mau coba gaya hidup minimalis sekarang?