4 Alasan Utama Mengapa Susah Mengatur Keuangan Selagi Muda

4 Alasan Utama Mengapa Susah Mengatur Keuangan Selagi Muda

Posted by

Cakap dalam mengatur keuangan saat ini tampak merupakan tantangan tersendiri bagi kaum muda. Mengapa begitu? simak saja berbagai akses belanja yang kini tersedia membuat ide untuk menjalani hidup hemat seperti mimpi di siang bolong atau wacana yang hanya di berakhir di angan-angan. Jika diperhatikan, ada banyak godaan visual di sekeliling generasi muda yang kini didominasi oleh Generasi Millenial.

Susah Mengatur Keuangan Karena Godaan Gaya Hidup

Godaan visual yang dimaksud pun bisa hadir dalam bentuk yang beragam. Salah satu contohnya adalah foto makanan dan barang yang terpampang di berbagai media sosial. Item seperti makanan hanya merupakan satu dari sekian cara untuk Anda menghabiskan uang. Belum lagi jika kemudian godaan itu datang dalam bentuk jam tangan keren, sepatu, tas atau jas yang elegan. 

Bahkan, melihat-lihat akun media sosial teman dan kerabat pun bisa memicu seseorang akhirnya menghabiskan uang. Terutama jika godaan yang dimaksud cukup menguras kantong seperti travelling ke destinasi wisata tertentu, atau berwisata kuliner ke restoran-restoran mewah. Sudah bisa dibayangkan seperti apa gambarannya?

Dengan kondisi sekeliling yang sepertinya lebih mendukung Anda untuk menghabiskan uang daripada melakukan penghematan, pantas saja jika banyak orang muda dewasa ini yang menghadapi kesulitan dalam mengatur keuangannya. Padahal, cakap mengatur keuangan sejak usia muda merupakan salah satu kunci dan fondasi utama agar seseorang bisa segera mapan, mantap dan sejahtera secara finansial.

Gejolak jiwa usia muda yang cenderung banyak keinginan merupakan tantangan tersendiri untuk mengatur keuangan, terutama jika menyangkut karakter Generasi Millenial yang suka bergaya. Alhasil, tak heran jika banyak dari kaum muda yang sulit menabung dan akhirnya terjebak dalam gaya hidup konsumtif yang membahayakan bagi perekonomian pribadi.

Meski begitu, sebagian dari anak muda zaman sekarang masih bisa tetap sukses melakukan penghematan serta mengatur keuangannya sehingga tetap lancar menapaki kemapanan. Yang menjadi pertanyaannya adalah bagaimana caranya?

Baca Juga: Susah Nabung Walaupun Sudah Hidup Hemat? Mungkin Alasan-Alasan Ini Bisa Jadi Sebabnya

Kesalahan Anak Muda dalam Mengatur Keuangan

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, ada beberapa kesalahan dalam pengelolaan keuangan yang perlu Anda kenali terlebih dahulu. Hal ini berguna untuk mengoreksi dan mengetahui di mana letak kekeliruan Anda dalam mengelola keuangan.

Kekeliruan tersebut pun biasanya beragam. Mulai dari terlalu asyik berbelanja sehingga tanpa sadar malah jadi lebih besar pasak daripada tiang, hingga berbagai kebiasaan kecil lainnya yang ternyata merupakan kesalahan fatal. Berikut adalah 4 alasan utama mengapa seseorang susah mengatur keuangannya selagi muda:

1. Terlalu Boros

Lakukan Apa yang Membuatmu Bahagia
Terlalu Boros

Keseimbangan merupakan fondasi penting dalam mengatur arus keluar masuk keuangan Anda. Sederhananya, jumlah pengeluaran dan penghasilan setiap bulannya wajib hukumnya untuk diseimbangkan. Jangan sampai karena gaya hidup boros, keuangan Anda jadi berantakan.

Buatlah agar pengeluaran Anda tetap terkendali. Kendalikan uang dan nafsu Anda mengingat umumnya orang di usia muda suka mempunyai banyak keinginan, tujuan, target dan cita-cita untuk dicapai. Meski begitu, jangan juga terburu nafsu. Sebaiknya, selalu sesuaikan gaya hidup Anda dengan pendapatan yang masuk. Sudah seimbangkah dengan produktivitas Anda dalam menghasilkan uang?

Sikap konsumerime dan gaya hidup boros tanpa ditunjang dengan penghasilan besar hanya akan membawa Anda ke jurang kebangkrutan. Bahkan jika Anda sudah berpenghasilan besar sekalipun, pengendalian diri dan keuangan yang sehat harus tetap terjaga. Hal ini berguna agar tujuan besar Anda di masa depan seperti menikah, beli rumah dan lainnya yang membutuhkan keuangan yang stabil bisa segera tercapai.

Kuncinya, jangan sampai gaya hidup Anda lebih tinggi ketimbang penghasilan sehingga keuangan pun jadi terganggu keamanannya.

2. Menumpuknya Utang dan Tagihan Kartu Kredit

Utang dan Tagihan Kartu Kredit Menumpuk
Utang dan Tagihan Kartu Kredit Menumpuk

Banyaknya utang, terutama utang yang digunakan untuk memenuhi gaya hidup konsumtif hanya akan membuat kondisi keuangan Anda jadi tidak stabil. Lunasi segera satu-persatu segala bentuk utang dan cicilan yang Anda punya. Jangan ambil cicilan kredit lebih dari yang sanggup Anda bayarkan.

Selain itu, hindari kondisi di mana Anda bisa tenggelam dalam bunga utang kartu kredit yang tinggi. Hal ini hanya akan menjerat dan menyulitkan Anda di kemudian hari.

Gunakan kartu kredit sesuai kebutuhan Anda. Artinya manfaatkan keberadaannya dengan tepat. Pemakaian yang berlebihan hanya akan menjadi boomerang bagi Anda. Gunakan secukupnya saja dan batasi hanya dengan satu jenis kartu kredit saja.

3. Menunda Menabung

Menunda Menabung
Menunda Menabung

Kekeliruan selanjutnya adalah tidak segera menabung. Jangan tunggu sampai Anda punya penghasilan lebih besar lagi dari sekarang. Menabung saja sekarang juga. Pertimbangkan fakta ini, semakin muda Anda mulai menabung, semakin cepat juga Anda mempunyai uang lebih banyak. Jika dilakukan dengan berkelanjutan dan penuh komitmen. Kebiasaan baik ini tentu akan sangat berguna bagi masa depan dan kehidupan jangka panjang Anda.

Selain itu, apakah Anda tergolong orang yang menghabiskan dulu uang Anda baru kemudian menabungkan sisanya? Stop kebiasaan yang keliru ini. Gantilah dengan metode sebaliknya, tabungkan dulu sejumlah uang yang sudah Anda tetapkan bagi diri sendiri, baru kemudian Anda boleh menghabiskan sisanya. Dengan kata lain, Anda akan ingin mengubah prioritas Anda.

Visinya, menabung berarti menyisihkan sejumlah uang bagi diri Anda sendiri agar dapat digunakan di kemudian hari. Miliki sudut pandang seorang visioner dan bantu diri Anda sendiri dengan mulai memprioritaskan menabung sebagai hal pertama dalam pengaturan keuangan Anda.

4. Menunggu Kaya untuk Jadi Investor

Menunggu Kaya
Menunggu Kaya

Sama halnya dengan menabung, jangan tunggu jadi jutawan dulu untuk mulai belajar menjadi investor. Mulailah sesegera mungkin, selagi usia Anda masih muda dan produktif. Memang dibutuhkan kedisiplinan dalam mengatur anggaran yang Anda punya. Selain itu, Anda mungkin akan kehilangan beberapa kesenangan dan teman-teman (bayangkan bersenang-senang dengan teman), mengingat sebagian orang akan cenderung untuk hidup lebih boros dengan dalih “menikmati hidup”.

Dengan demikian, Anda akan ingin lebih berkomitmen lagi dalam mempraktekkan investasi. Mulai sekarang juga dan belajarlah berinvestasi jika Anda masih awam akan hal ini.

Tips Sederhana Mengatur Keuangan yang bisa Kamu Praktekkan agar Kamu Tidak Terlalu Boros

Untuk mempemudah Anda menghindari empat alasan di atas, ada beberapa tips yang bisa ditiru dari untuk mengatur keuangan dengan mudah. Apa saja? Simak uraiannya sebagai berikut.

1. Buat Target Pengeluaran

Buat Target Pengeluaran
Buat Target Pengeluaran

Beberapa orang mengatur keuangannya dengan cara membuka dua rekening yang berbeda. Anda dapat ikut meniru hal ini. Selain membuat target pengeluaran setiap bulan, simpan uang Anda di dua rekening yang berbeda. Gunakan rekening yang satu untuk mengelola pengeluaran Anda setiap bulan. Manfaatkan rekening yang satunya lagi untuk menyimpan tabungan Anda.

Targetkan jumlah nominal uang yang ada di dalamnya terlebih dahulu dan berkomitmenlah terhadap aturan yang sudah Anda tetapkan itu. Misal, Anda akan ingin menyetorkan uang sebesar Rp300 ribu per bulannya ke rekening tabungan. Uang yang Anda tabungkan sebesar Rp300.000 per bulan tersebut akan menjadi Rp3.600.000 dalam setahun.

Tetaplah termotivasi. Jangan sampai terpakai dan biarkan terus mengendap serta bertambah. Pemisahan seperti ini tentu akan mempermudah Anda agar uang tidak terpakai untuk jajan, atau hal lainnya yang sebenarnya belum tentu merupakan prioritas.

2. Sisihkan Receh dalam Jar of Money

Sisihkan Uang Receh
Sisihkan Uang Receh

Anda juga bisa berkreasi dengan membuat jar of money (toples uang) dan menyimpan uang kembalian di sana. Meskipun tampak konvensional dan sederhana, namun sistem tabungan semacam ini selalu ampuh selain mudah untuk dilakukan.

Agar tetap fokus dan termotivasi, Anda dapat menempelkan stiker di toples tersebut. Tulis apa misi Anda dalam mengumpulkan uang itu. Misalnya, “Budget Liburan” dan lain sebagainya. Dengan demikian, cara Anda menggunakan uang akan semakin teratur dan terarah.

3. Catat Arus Pemasukan dan Pengeluaran

Catat Pengeluaran dan Pemasukan
Catat Pengeluaran dan Pemasukan

Terkadang, cara-cara kuno itu tetap efektif, efisien dan abadi untuk dijadikan solusi mengatur keuangan. Selain menabung di celengan berupa jar of money seperti di atas, Anda juga bisa mencatat arus pemasukan dan pengeluaran Anda. Jangan salah, rupanya cara ini masih dipraktekkan oleh para anak muda zaman sekarang. Sebut saja, mulai dari mahasiswa yang notabene masih indekos, hingga para karyawan dan juga profesional muda.

Catat apa saja pengeluaran dan pemasukan Anda dalam buku khusus. Anda juga bisa megunduh aplikasi pencatatan keuangan seperti ini secara gratis. Metode sederhana ini bisa mengurangi pengeluaran yang tidak perlu. Selain itu, Anda pun akan jadi lebih menyadari untuk apa saja Anda menghabiskan uang selama ini. Alhasil, upaya mengatur keuangan Anda pun jadi lebih tertata dengan baik.

4. Tentukan Prioritas Jangka Pendek dan Jangka Panjang

Tentukan Prioritas Pengeluaran
Tentukan Prioritas Pengeluaran

Sadarkah Anda bahwa Anda membeli sesuatu bukan dengan uang melainkan dengan waktu? Sebagai contoh, Anda berpenghasilan sebesar Rp4.000.000 per bulan, dan ingin membeli smartphone yang dibanderol di harga R 8.000.000-an. Kecuali tiba-tiba mendapat rezeki lebih, normalnya dibutuhkan waktu 2 bulan dari hidup Anda untuk mendapatkan delapan juta.

Jika dihitung secara rasional dengan pengeluaran untuk membiayai hidup sehari-hari, Anda baru akan bisa membeli smartphone tersebut dalam jangka waktu tiga sampai empat bulan. Sepadankah barang tersebut dengan waktu dan uang Anda?

Adalah penting untuk Anda menentukan prioritas keuangan dalam jangka pendek maupun panjang. Dengan demikian, Anda akan ingin mempertimbangkan ulang terkait pilihan dan prioritas Anda dalam mengatur keuangan dan waktu yang Anda punya. Cara ini tentu ampuh menyelamatkan Anda dari godaan ‘berimpulsif ria’ dalam berbelanja.

5. Simpan Uang di Bank dan Amplop yang Tak Terjangkau

SSimpan Uang di Tempat yang Simpan Uang di Tempat yang Aman
Simpan Uang di Tempat yang Aman

Bagaimana pun, berdisiplin menyimpan uang akan mencegah Anda dari melakukan pemborosan. Terkait hal ini, Anda bisa mencoba menyimpan uang di bank dengan rekening yang terpisah. Kedua, Anda bisa memanfaatkan dengan menggunakan cara lebih terjangkau dan mudah, yakni di dalam amplop.

Merupakan salah satu cara yang juga konservatif, membagi-bagikan uang di dalam amplop tak hanya memudahkan Anda untuk mengatur kas dan dana anggaran yang tersedia. Cara ini juga ampuh untuk menekan pengeluaran dan pemborosan yang tidak perlu. Tuliskan untuk keperluan apa saja uang-uang dalam amplop tersebut agar Anda semakin mudah mengaturnya.

Baca Juga: Cara Menabung yang Efektif agar Lebih Sejahtera di Waktu Kamu Pensiun

Latih dan Kembangkan Gaya Hidup Hemat untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Demikianlah kesalahan yang perlu dihindari agar tidak mengalami kesulitan mengatur uang di usia muda. Selalu ingat untuk menghemat pengeluaran Anda demi masa depan yang lebih baik dan kembangkan gaya hidup hemat. Jangan lupa juga untuk mencoba melakukan berbagai tips di atas agar kondisi finansial Anda semakin tertata dengan baik serta senantiasa aman dan terhindar dari kebangkrutan. Semoga bermanfaat.

Mulai Berinvestasi Sejak Dini agar Kehidupanmu Lebih Terjamin di Masa Depan! Kunjungi Website Indodana Sekarang dan Mulai jadi Investor Online!

Mulai Jadi Pemberi Pinjaman Sekarang!