Cara Memulai Bisnis dengan Maksimal agar Lebih Cepat Untung

Cara Memulai Bisnis dengan Maksimal agar Lebih Cepat Untung

Posted by

Bagi sebagian besar orang, mempunyai bisnis dan menjalankannya dengan sukses gilang-gemilang merupakan impian besar yang menggiurkan. Betapa tidak, biasanya, bergelut sebagai entrepreneur tak hanya membuat seseorang bisa menjelma jadi konglomerat kaya raya, tapi juga berperan sebagai bos bagi dirinya sendiri.

Meski begitu, impian yang indah ini tak dapat diraih begitu saja. Sesuai namanya, hidup sebagai seorang entrepreneur mengharuskan pelakunya untuk tak hanya berjiwa kewirausahaan yang tinggi, tapi juga mampu “berusaha” dengan semaksimal mungkin.

Para pengusaha identik dengan pribadi-pribadi visioner yang jeli melihat peluang yang tak dilihat orang kebanyakan. Dengan kata lain, ia tak hanya dituntut untuk berpikir kreatif dengan ide-ide yang inovatif tapi juga menindaklanjutinya.

Ia juga haruslah berkarakter berani mengambil risiko dalam mengambil keputusan, sekaligus juga memberikan solusi-solusi yang mempermudah kehidupan masyarakat. Biasanya, semakin berfaedah bisnis tersebut bagi banyak orang, semakin lama pula bisnis tersebut akan bertahan.

Berprofesi sebagai pengusaha juga berarti Anda harus mampu menemukan cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu—dalam hal ini, bisnis Anda. Memulai sebuah bisnis tentunya tak bisa dibilang mudah. Butuh kemantapan diri serta beberapa persiapan seperti kesiapan modal dan sumber daya manusia untuk menjalaninya.

Ingat juga bahwa seperti layaknya roda kehidupan, bisnis yang dijalankan bisa saja mengalami pasang surut. Sehingga seorang pebisnis diharapkan memiliki mental baja dalam menjalankan bisnisnya dengan maksimal. Apalagi jika ternyata di kemudian hari, bisnis yang Anda jalankan kemudian mempekerjakan sejumlah karyawan. Nasib karyawan beserta keluarganya yang menggantungkan nafkahnya ke dalam bisnis Anda akan menjadi taruhan.

Baca Juga: Tips Pemula untuk Memulai Bisnis baru Agar Cepat Berkembang dan Sukses

Intinya, bisnis yang Anda dijalankan haruslah berguna bagi kemaslahatan masyarakat serta berkembang sedemikian rupa sehingga saling menguntungkan dan mendatangkan profit besar. Jadi, adakah cara terbaik untuk memulai bisnis dengan maksimal agar lebih cepat mendatangkan keuntungan dan profit sebesar-besarnya? Mari simak rincian ulasannya sebagai berikut:

Lakukan Organisasi Bisnis dengan Baik

Lakukan Organisasi Bisnis dengan Baik
Lakukan Organisasi Bisnis dengan Baik

Pada tahun 2015 lalu, Kadence Internasional melakukan studi yang menunjukkan kondisi di mana 90% pelaku bisnis kecil Indonesia masih belum mempunyai bagan keuangan yang dapat diandalkan, mutakhir, dan akurat. Berdasarkan hasil studi tersebut, yang menjadi penyebabnya karena menurut mereka mengatur keuangan itu terlalu rumit, mahal bahkan terlalu memakan waktu.

Padahal, skill manajerial yang mumpuni akan sangat berpengaruh terhadap berkembangnya usaha Anda. Bisnis yang baik dan sehat memerlukan pengorganisasian yang baik agar tetap berjalan dan bertahan lama. Mengorganisir dengan baik akan menolong Anda dalam menuntaskan segala tugas yang ada.

Contoh sederhananya, Anda bisa mulai dengan membuat daftar kerja, jadwal kerja, daftar belanja yang diperlukan untuk melakukan produksi, target pasar hingga laporan keuangan yang terencana. Dengan begitu, semua hal yang perlu dikerjakan bisa diselesaikan dengan baik tanpa ada satu pun yang terlewatkan.

Tentukan Target Bisnis

Tentukan Target Bisnis

Apa yang akan Anda jual? Apakah berupa produk barang atau jasa? Apa pun itu, beberapa ahli menyarankan untuk menekuni apa yang Anda sukai. Logikanya, Anda tak perlu butuh terlalu banyak usaha jika melakukan apa yang Anda sukai. Semua bisa dilakoni dengan maksimal karena Anda menikmati setiap prosesnya. Ingat, jalan yang akan ditempuh oleh Anda dan bisnis Anda akan teramat panjang. Sehingga mengerjakan apa yang Anda tidak sukai dengan segala rasa keterpaksaan hanya akan membuat kinerja Anda tidak optimal.

Apalagi jika hendak diperhatikan lebih saksama, rata-rata orang yang sukses akan berhasil mendapatkan kejayaannya karena mereka mencintai apa yang mereka kerjakan dan mengerjakan apa yang mereka cintai. Sebuah pepatah bijak dari orang kenamaan mengatakan, If you do what you love, you’ll never work a day in your life.”

Jika Anda mengerjakan apa yang Anda cintai, rasanya tidak akan seperti sedang bekerja. Anda menikmatinya. Bahkan jika Anda sedang merasa kepayahan karena lelah dalam berusaha, mengerjakan apa yang Anda cintai bisa membuat Anda selalu termotivasi untuk melanjutkan perjalanan. Meski begitu, saran lain mengatakan bahwa Anda akan bisa karena biasa. Jadi, coba sajalah. Ambil action secepatnya.

Rumusnya: kerjakan apa yang Anda cintai. Jika apa yang Anda cintai ternyata tak bisa Anda kuasai dengan baik, segera beralih ke rencana kedua: kerjakan apa yang paling Anda kuasai. Tambahkan cinta dalam proses pengerjaannya. Ini juga berlaku dalam bisnis Anda.

Tentukan Target Pasar

Tentukan Target Pasar
Tentukan Target Pasar

Sebagai calon pengusaha yang akan membuka bisnisnya, Anda perlu melakukan riset dan penelusuran terkait target pasar. Produk, barang atau jasa yang hendak yang Anda tawarkan tak hanya harus berkualitas tinggi, tapi juga ditawarkan dan dijual ke target market yang tepat.

Sebuah peribahasa mengatakan, “When in Rome, do as the Romans do.” Jika hendak diaplikasikan ke dalam bisnis, akan mustahil bagi seorang pedagang yang memaksakan menjual buku cetak untuk mahasiswa ke anak TK—demikian analoginya.

Menentukan target pasar dengan jelas dan serinci mungkin akan memudahkan Anda mengarahkan langkah bisnis Anda. Seperti apa konsumen yang Anda bidik? Apakah semua umur? Apakah bisa untuk semua gender baik pria maupun wanita? Tentukan juga demografinya, ini kemudian akan berkaitan dengan lokasi Anda membuka bisnis.

Analisa SWOT (Strengths, Weakness, Opportunity and Threats) 

Analisa SWOT (Strengths, Weakness, Opportunity and Threats) 
Analisa SWOT (Strengths, Weakness, Opportunity and Threats)

Evaluasi perencanaan bisnis Anda dengan menggunakan Analisa SWOT (Strengths, Weakness, Opportunity and Threats) setelah Anda menentukan produk, lokasi dan target pasar Anda.

Apa kekuatan bisnis Anda? Di mana letak kelemahannya? Adakah celah peluang yang barangkali terlewatkan oleh Anda dalam merencanakan pembangunan usaha Anda ini? Apa saja faktor-faktor yang sekiranya menjadi ancaman bagi bisnis yang hendak Anda mulai ini?

Dengan mengetahui semua jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas, Anda akan bisa mendapatkan keuntungan yang maksimal kelak di kemudian hari. Maksimalkan dan manfaatkan kekuatan terbesar dari bisnis Anda untuk menarik pelanggan sehingga usaha ini dapat meraup profit sebesar mungkin, dengan modal yang sekecil mungkin.

Agar seimbang, kenali juga apa saja yang menjadi kelemahan bisnis Anda. Kemudian terus asah dan perbaiki keadaan hingga kondisi seperti ini dapat diatasi, atau setidaknya, diminimalisir.

Anda juga perlu berpikir out of the box dan kreatif agar dapat melihat kesempatan yang ada. Terkadang, kesempatan yang sama tak datang dua kali dan itulah sebabnya Anda perlu segera mengenali peluang yang ada. Tak hanya mengenalinya saja, Anda juga perlu memanfaatkannya seoptimal mungkin.

Selanjutnya adalah mengetahui apa yang bisa mengancam kelangsungan bisnis Anda. siapkan segala antisipasi. Tindakan sedia payung sebelum hujan akan memudahkan Anda terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan akibat dari ancaman-ancaman yang berpotensi membahayakan Anda.

Analisa Saingan Anda

Analisa Kompetitor
Analisa Kompetitor

Memang tak ada gading yang tak retak. Namun, meski setiap bisnis mempunyai keunggulan dan kelemahannya masing-masing, Anda tetap disarankan untuk mempelajari kompetitor Anda. Belajarlah dari saingan bisnis Anda, siapa tahu ada keunggulan tertentu yang bisa diteladani.

Selain itu, mempelajari seperti apa kompetitor bisnis Anda akan mendorong Anda untuk mencari solusi kreatif yang inovatif agar bisa selalu terdepan dalam bidang usaha yang Anda geluti. Siapa tahu dengan begitu, Anda bisa menciptakan ide bisnis dan hal yang benar-benar baru untuk menjadi magnet uang bagi usaha Anda.

Buatlah agar strategi dan langkah yang dilakukan kompetitor Anda menjadi inspirasi bagi bisnis Anda sendiri. Jangan hanya ditiru, tapi tirulah siasat tersebut dengan lebih baik dan kreatif lagi.

Pembeli adalah Raja

Pembeli Adalah Raja

Terdengar kuno? Memang. Tapi inilah kenyataannya. Pelayanan yang baik terhadap pembeli/ konsumen Anda akan membuat mereka betah menggunakan produk Anda. Konsumen yang puas akan menjadi pelanggan. Pelanggan yang puas akan merekomendasikan bisnis Anda kepada orang lain untuk ikut menggunakan produk barang ataupun jasa yang Anda tawarkan. Sederhana, tapi efektif dan efisien.

Itulah sebabnya istilah “pembeli adalah raja” seringkali benar jika berbicara mengenai mencetak profit sebesar mungkin. Selalu berikan pelayanan terbaik kepada pasar bisnis Anda.

Terima Kritik dan Saran

Kritik dan Saran
Kritik dan Saran

Tak hanya berbekal berani mengambil risiko saja, Anda juga perlu siap mental dan emosional menerima kritik dan saran. Apa yang ingin Anda menangkan? Bisnis Anda atau ego Anda? salah satu cara untuk mencetak keuntungan bisnis sebesar mungkin adalah siap menerima kritik dan saran dari semua pihak, terutama konsumen, pelanggan atau bahkan bawahan Anda. Dengan demikian, kelangsungan bisnis Anda berpotensi menjadi lebih sukses dan maju ke depan di kemudian hari.

Poin ini penting untuk diingat karena banyak orang yang tak bersedia mendengar dan menerima kritik dan saran yang membangun untuk bisnisnya. Padahal, bukan tak mungkin jika mau lebih rendah hati lagi dalam hal ini, bisnis Anda bisa maju pesat dan meroket seketika. Hadapi kritik dan saran yang datang dengan sportif dan lapang dada, jadikan hal itu sebagai motivasi untuk memacu Anda memberikan yang lebih baik lagi di kemudian hari.

Persiapkan Modal dan Hal Operasional

Persiapkan Modal dan Hal Operasional
Persiapkan Modal dan Hal Operasional

Sudah menjadi alasan klasik, banyak pengusaha baik yang besar maupun kecil kerap tebentur modal untuk memulai operasional usahanya. Meski begitu, Anda bisa memulai dari yang kecil dengan visi yang besar yang bertujuan jangka panjang. Mulailah sekarang juga dengan aksi, bahkan jika modalnya masih belum besar sekalipun.

Pastikan agar semua kebutuhan usaha Anda sudah terpenuhi dengan alat atau mesin yang menunjang kelangsungan bisnis Anda secara operasional. Jika Anda belum mempunyai cukup biaya untuk membeli sendiri, Anda bisa meminjam atau bahkan menyewa. Hal ini bisa disesuaikan dengan modal yang tersedia saat ini.

Meminjam modal merupakan opsi terakhir. Usahakan untuk mendapat solusi lain. Jika pun meminjam uang harus dilakukan, berutanglah sekecil mungkin dan kembalikan dengan segera. Ingatlah bahwa bahkan bisnis yang saat ini telah menjadi semasif dan berkelas seperti Apple dan Microsoft dulunya dimulai dari dalam sebuah garasi.

Baca Juga: Peluang Usaha Tanpa Modal untuk Anda yang Ingin Berbisnis di Rumah

Lakukan Sekarang Juga!

Duduk berpikir dan merencanakan dengan matang untuk memulai bisnis Anda merupakan hal yang baik. Namun ingat, jangan terlalu banyak melakukan persiapan, jangan terlalu banyak menunda. Terlalu banyak penundaan bisa jadi membuat Anda kehilangan momen tertentu yang berpeluang mendatangkan profit besar bagi Anda.

Jangan tunggu waktu yang tepat, karena momen yang paling tepat adalah sekarang. Jangan tunggu sampai semuanya menjadi sempurna. Mulai saja dan lakukan perombakan serta sejumlah penyesuaian di beberapa bagian sambil jalan. Demikianlah ulasan yang dapat disampaikan, sukses selalu untuk Anda!