Cara Ampuh Atur Uang agar Tetap Makmur Ala Anak Kos

Cara Ampuh Atur Uang agar Tetap Makmur Ala Anak Kos

Diposkan oleh

Hidup sebagai anak kos biasanya sarat beragam cerita. Betapa tidak, ada banyak suka duka dan tantangan yang kerap menghadang dalam keseharian. Selain merantau karena sedang menimba ilmu di kota yang berbeda, banyak juga dari anak kos yang merupakan karyawan suatu perusahaan—yang lagi-lagi—juga jauh dari keluarga dan orangtua. Semua itu harus dijalani demi masa depan yang lebih baik, sukses dan sejahtera di kemudian hari.

Tak pelak, menjadi anak kos tentu membutuhkan seni tersendiri dalam mengatur arus kas keuangannya. Sejatinya, cara pengaturan keuangan memang kerap menjadi permasalahan. Akan tetapi, trik ini juga perlu dikuasai dan dipahami dengan baik. Karena pasalnya, problem kerap muncul bukan dikarenakan jumlahnya yang kurang, melainkan pengelolaannya saja yang mengalami kekeliruan.

Pada dasarnya, sebanyak apapun uang yang kita punyai, cepat atau lambat itu semua bisa ludes jika tidak dibarengi dengan kecakapan mengelolanya. Apalagi jika mengingat nafsu manusia yang banyak maunya. Seringkali dijumpai dalam banyak kasus, beberapa orang tak mampu membedakan mana keinginan, mana kebutuhan. Sebagian orang lainnya mengalami kesulitan dalam menyusun prioritas kebutuhan. Sedangkan yang lainnya kerap dibuat pusing bukan kepalang lantaran sifat boros yang dimilikinya.

Umumnya, kebanyakan orang juga mengalami kesulitan dalam manajemen keuangannya sehingga mereka hanya hidup dari gaji ke gaji (atau dari kiriman orangtua bagi yang masih berstatus pelajar) setiap bulannya. Tak jarang, uang saku atau gaji yang dimiliki sudah ‘sekarat’ di pertengahan bulan. Mengapa hal ini bisa terjadi? Tentunya tak lain kesalahan ini diakibatkan oleh kurangnya kecakapan dalam manajemen keuangan.

Baca Juga: Tips Cerdas Mengatur Gaji Anda Sehabis Gajian agar Tidak Cepat Ludes

Jika sudah demikian, tentu rasanya akan jadi tidak nyaman. Idealnya, keuangan bisa diatur sedemikian rupa sehingga Anda selalu berkecukupan hingga akhir bulan sudah tiba. Khusus bagi Anda yang hingga saat ini masih menjadi anak indekos (kos), berikut adalah beberapa cara ampuh untuk mengatur uang agar tidak bangkrut yang bisa ditiru. Apa saja? Mari simak penjabarannya berikut ini.

Jangan Malu Hidup Hemat

Hal pertama dan utama yang perlu dilakukan adalah menetapkan mind-set berhemat. Lalu terapkan penghematan dalam segala aspek hidup di keseharian Anda. Terapkan hal ini dalam menyikapi pemenuhan kebutuhan hidup pangan-sandang-papan dan primer-sekunder-tertier Anda. Termasuk hal yang berurusan dengan rekreasi (kebutuhan tertier).

Bagi sebagian orang dengan tipe-tipe kepribadian tertentu, menjalani penghematan dengan disiplin terbilang mudah karena hal itu seolah sudah terdapat dalam DNA mereka. Dengan kata lain, mereka akan lebih mudah menjauhi hidup boros dan menjalani hidup sederhana yang murah meriah.

Tapi lain lagi ceritanya bagi sebagian orang lain seperti tipe kepribadian “Sanguine” (Tipe “Inspiring” dalam The Model of Human Behaviour: DISC, atau ESFP dalam MBTI Type Indicator), hal ini merupakan tantangan tersendiri. Pasalnya karena beberapa pribadi memang berkecenderungan untuk lebih santai dan sangat menyukai bersenang-senang bila dibandingkan dengan yang lainnya—yang notabene lebih mampu berdisiplin.

Apalagi jika ditambah dengan Anda merupakan orang yang sociable dan hidup di lingkungan pergaulan yang lebih mementingkan gengsi ketimbang berhemat. Berhati-hatilah dengan hal ini mengingat faktanya, 5 orang terdekat Anda akan ‘menulari’ Anda dengan segenap kebiasaan, pola pikir, karakter, dan bahkan pilihan selera Anda secara samar namun siginifikan.

Mengingat kondisi Anda yang masih menjadi anak kos, alangkah baiknya jika kata gengsi dihapus dari kamus hidup Anda. Bila perlu, pilih inner circle dan pergaulan yang mendukung Anda agar dapat menjalani gaya hidup Anda yang baru—berhemat. Hal ini akan sangat berfaedah bagi perubahan yang Anda harapkan.

Lagipula, penghematan merupakan sikap positif yang apabila diterapkan secara continue akan membuat kondisi keuangan Anda semakin mantap dan stabil. Jika sudah begitu, masa depan yang cerah dan kemapanan finansial tentu akan lebih cepat Anda raih di usia muda.

Susun Daftar Kebutuhan per Bulan, Belanja Secara Mingguan

Tak hanya berlaku bagi anak kos saja, setiap kita biasanya selalu punya beberapa kebutuhan tertentu setiap bulannya, setiap minggu dan setiap harinya. Namun lagi-lagi, bagi beberapa orang, belanja sekaligus per bulannya dinilai kurang efektif dibanding dengan belanja mingguan. Selain karena terbatasnya ruang penyimpanan, hal ini juga berguna untuk mengatur jatah atau porsi dari penggunaan suatu kebutuhan tertentu bagi Anda.

Yang mana yang lebih cocok untuk Anda? Anda bisa berbelanja sesuai kebutuhan secara mingguan untuk mempermudah. Sebelum berbelanja, susunlah terlebih dahulu daftar kebutuhan Anda dan jangan beli barang lain yang tidak ada di daftar. Memang diperlukan disiplin yang kuat untuk berkomitmen melakukan hal ini. Belajarlah mengandalkan diri sendiri dan patuhlah terhadap ketentuan yang sudah Anda buat. Ingat, ini semua perlu dilakukan bukan untuk ‘menyiksa’ tapi demi kebaikan keuangan Anda sendiri.

Ibarat pengemudi mobil perlu menggunakan sabuk pengaman agar tetap selamat jika terjadi kecelakaan, Anda pun perlu berdisiplin dalam mengatur pengelolaan keuangan Anda sendiri agar terhindar dari kebangkrutan. Kuncinya adalah pengendalian diri tingkat tinggi.

Tarik Uang Bulanan Secara Periodik

Menarik uang dari ATM dalam jumlah tertentu juga akan sangat membantu Anda dalam proses pengaturan keuangan ini. Tarik sejumlah uang secara periodik untuk jatah hidup selama beberapa waktu. Misalnya, Rp 300.000 untuk seminggu. Lakukan penghematan sebisa mungkin dengan uang tersebut. Jika pengeluaran Anda dalam seminggu ternyata kurang dari jumlah yang sudah ditetapkan sebelumnya, Anda bisa menyisihkannya dan membentuk kas dana darurat yang sewaktu-waktu pasti berguna dan dibutuhkan.

Bagi Anda yang terbiasa mengambil uang bulanan langsung dalam satu kali tarikan, baik secepatnya ataupun perlahan, ubahlah sekarang juga! Kebiasaan ini bisa membuat pengaturan keuangan Anda menjadi tak terkontrol. Anda tentu tak ingin kehabisan uang di pertengahan bulan. Jadi hindari hal ini dan ganti dengan menarik uang bulanan secara periodik seperti yang telah dicontohkan di atas.

Selain itu, mengambil uang secara langsung sekaligus bisa memicu sikap boros dalam penggunaannya. Jadi, tentukan waktu yang tepat untuk penarikan uang bulanan. Tentukan juga jangka waktu penggunaan uang tersebut.

Perhatikan, apabila uang yang Anda tarik sudah menipis sebelum waktu yang telah ditetapkan untuk mengambil ulang, mau tak mau Anda harus lebih berdisiplin dalam mengatur keuangan. Lakukan penghematan ekstra agar uang yang ada di tangan Anda bisa cukup hingga tanggal penarikan selanjutnya.

Manfaatkan Wi-Fi Gratis

Biaya internet dan kuota internet saat ini tidak bisa dibilang murah. Apalagi bagi Anda yang mungkin kebutuhan sehari-harinya mewajibkan untuk selalu terhubung ke koneksi internet. Umumnya, anak kos perlu mengakses internet untuk mengerjakan tugas. Sementara mereka yang sudah berstatus sebagai karyawan pun bisa jadi masih membutuhkan koneksi internet karena aktivitas pekerjaannya berada di seputaran dunia maya.

Biaya warung internet (warnet) dewasa ini pun semakin mahal. Coba lakukan perhitungannya, jika diakumulasikan, jumlah yang harus dibayarkan untuk menyewa jasa warnet ini bisa jauh lebih mahal ketimbang membeli paket data. Sehingga tak bijak rasanya jika Anda berlama-lama tak mencari solusi lain.

Pilihannya, pintar-pintarlah berhemat. Anda bisa memanfaatkan Wi-Fi gratis yang saat ini sudah cukup banyak tersedia, baik di berbagai fasilitas umum atau pun di kafe tertentu. Anda juga bisa membeli paket data internet yang sedang promo untuk sekali pemakaian, karena kini sudah cukup banyak provider telekomunikasi yang menawarkan harga paket data yang ekonomis dan ramah bagi dompet Anda.

Satu lagi, jangan takut di-bully sebagai ‘fakir wi-fi’ oleh mereka yang lebih memikirkan gengsi. Ingat, banyak orang yang jatuh miskin karena tak mau terlihat miskin.

Simpan Uang Receh

Seringkali hal-hal yang receh malah diabaikan dan tak terlalu diperhitungkan. Padahal, uang sejumlah Rp 1 Miliar pun tak akan sah disebut sebagai Satu Miliar jika masih kurang Rp 100,- perak. Jangan sepelekan hal-hal kecil, terutama menyangkut recehan ini. Stop kebiasaan tidak memperhitungkan uang receh, apalagi membuangnya (misal, tidak memerhatian kembalian belanjaan yang recehan, kecuali jika Anda mengamalkannya).

Simpan uang recehan Anda dan kumpulkan. Bisa jadi di kemudian hari, simpanan recehanlah yang akan menyelamatkan hidup Anda. Ingatlah peribahasa sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit. Bukan tak mungkin uang recehan yang Anda simpan bisa bertambah banyak dan menggunung. Sekecil apapun nominalnya, jika dikumpulkan terus-menerus maka pasti akan bertambah banyak.

Anda bisa menggunakan receh yang Anda kumpulkan sebagai dana darurat sewaktu-waktu, untuk memenuhi kebutuhan, ketika uang bulanan Anda sudah hampir habis.

Hemat Bertransportasi, Gunakan Sepeda atau Berjalan Kaki

Berapa biaya yang Anda habiskan untuk memenuhi kebutuhan transportasi? Apakah mungkin bagi Anda untuk dapat lebih berhemat lagi? Jika biasanya Anda menggunakan transportasi online hampir di setiap kesempatan, coba gunakan transportasi umum yang lebih murah. Anda juga bisa bersepeda atau bahkan berjalan kaki sebagai alternatif lainnya.

Berjalan kaki dan bersepeda tak hanya membuat Anda hidup lebih irit lagi, tapi juga lebih sehat. Lakukan penyesuaian dan persiapan yang diperlukan untuk mewujudkannya. Misal, Anda bisa memilih opsi berjalan kaki atau menggunakan transportasi umum sepulang kerja setiap hari. Hitung berapa nominal uang yang bisa Anda hemat dengan melakukannya. Dana tersebut bisa dialokasikan ke kas kebutuhan makanan dan hal lain yang sekiranya lebih penting dan menjadi prioritas.

Juga perlu diingat, baik itu menggunakan transportasi umum, bersepeda hingga berjalan kaki akan membutuhkan waktu yang lebih banyak bagi Anda untuk tiba ke tempat tujuan. Sehingga dengan demikian, Anda akan ingin berangkat dan bersiap-siap lebih awal demi ketepatan waktu, agar terhindar dari keterlambatan.

Belanja di Pasar Tradisional

Kendati kondisi pasar tradisional tak sebersih dan sebagus supermarket, hal ini tidak akan mengubah fakta bahwa beberapa barang yang dijual di sana dibanderol dengan harga lebih murah ketimbang yang dijual di supermarket.

Rata-rata, perbedaan harga yang dimaksud bisa mencapai Rp 2 ribu–Rp 3 ribu per item. Bayangkan jika Anda membeli 10 item sekaligus. Artinya? Anda sudah membeli lebih mahal seharga Rp 20 ribu-Rp 30 ribu! Padahal uang sejumlah itu bisa dialokasikan untuk kebutuhan lain yang juga tak kalah pentingnya.

Manfaatkan Diskon

Bagaimana pun, karena beberapa faktor, berbelanja di supermarket tak bisa luput dari aktivitas Anda. Selain belanja di pasar tradisional agar lebih irit, Anda juga bisa memanfaatkan diskon yang ada di supermarket dalam rangka penghematan dalam berbelanja. Meski begitu, tak perlu berbelanja hal yang tak perlu jika memang tak ada diskon yang Anda cari. Khusus jika barang yang Anda perlukan kebetulan sedang diskon, jangan ragu untuk memanfaatkan momen tersebut.

Masak Makanan Sendiri

Karena alasan waktu dan kepraktisan, banyak anak kos yang terbiasa membeli makanan diluar. Namun sebenarnya, Anda bisa lebih menghemat uang lagi jika memasak makanan sendiri alih-alih membeli.

Bangun tidur lebih awal dan luangkan waktu untuk memasak sarapan dan makan siang Anda untuk dibawa sebagai bekal sebelum pergi beraktivitas. Ketimbang membeli makanan olahan/ siap saji yang harganya lebih mahal, sebagian orang menemukan masak sendiri dapat menghemat sejumlah pengeluaran yang tidak perlu.

Baca Juga: Pertimbangkan Kendala-Kendala Berikut Ini Saat Atur Uang Agar Keuanganmu Tetap Terjaga

Atur Prioritas dan Lakukan Manajemen Keuangan

Demikianlah sejumlah cara ampuh yang bisa membantu Anda mengelola keuangan agar tak bangkrut di tengah bulan. Sejatinya, berhemat, mengatur prioritas, menghitung rinci manajemen keuangan Anda serta menjauhi gengsi merupakan cara terampuh agar tetap makmur meski masih berstatus sebagai anak kos. Selamat mencoba dan sukses selalu!

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s