Cara Keren Atur Uang untuk Generasi Millenial

Cara Keren Atur Uang untuk Generasi Millenial

Diposkan oleh

Sebagai salah satu generasi manusia yang saat ini masih eksis, Generasi Y atau yang juga dikenal sebagai Millenial Generation mempunyai perbedaan yang signifikan dengan generasi mereka sebelumnya. Lahir pada periode tahun 1977-1997, Generasi Millenial ini terbilang optimis, ekspresif, bebas, rata-rata punya rasa percaya diri tinggi serta cenderung menyukai tantangan baru.

Selain itu, mereka juga dikenal dengan karakternya yang inovatif dan fleksibel—terbuka terhadap hal-hal baru. Tak hanya selalu ingin tampil unik dan berbeda dibandingkan dengan yang lain, Generasi Millenial juga dikenal dengan etos kerja yang santai bila dibandingkan dengan generasi sebelumnya—Generasi X.

Menyukai suasana kerja yang tak terlalu kaku, Generasi Y ini juga seperti yang diberkahi dengan kemampuan multitasking—yakni mengerjakan beberapa hal secara bersamaan.

Fakta-fakta ini tentu berpengaruh juga dalam respon mereka menyikapi hidup, pekerjaan dan bahkan dalam mengatur keuangan. Pasalnya, mereka juga termasuk peduli terhadap gaya (stylish) selain cepat beradaptasi dengan teknologi masa kini. Namun demikian, tak ada gading yang tak retak. Setiap generasi tak hanya mempunyai keunikan dan kelebihannya tersendiri, tapi juga kelemahan dan kekurangannya masing-masing.

Generasi Millenial sendiri terbilang lemah jika berbicara mengenai konsistensi. Pasalnya generasi ini mempunyai karakter yang mudah bosan. Di samping itu, loyalitasnya dalam menyikapi urusan pekerjaan (profesionalisme) pun tak bisa disebut kuat. Lagi-lagi hal ini tentu berpengaruh dalam cara mereka mengatur finansial.

Sebagai generasi yang cepat belajar dan melek teknologi, gaya hidup mereka cenderung dinamis. Namun sayang, hal ini tidak dibarengi dengan edukasi finansial yang merata dan mumpuni. Di sinilah sumber masalahnya. Seperti diketahui, pemahaman edukasi finansial sejatinya merupakan salah satu bekal penting bagi generasi manapun untuk mencapai kesuksesan hidup.

Baca Juga: Pertimbangkan Kendala-Kendala Berikut Ini Saat Atur Uang Agar Keuanganmu Tetap Terjaga

Dengan gaya hidup dinamis nan stylish, banyak dari Millenial masa kini yang terjebak dalam gaya hidup konsumtif. Di satu sisi, sebagian Millenial mampu mengatur keuangannya dengan efektif dan efisien sesuai prioritas mereka yang ideal. Sementara itu di lain pihak, Millenial lainnya masih harus bergumul keras untuk mencapai kesuksesan finansial yang didambakan setiap orang. Sudah bukan rahasia lagi jika saat ini banyak Millenial yang dengan semaunya berbelanja, hangout dan travelling tanpa terkendali.

Atur Keuangan, Langkah Pertama Hidup Sejahtera

Generasi Millenial saat ini kurang lebih sudah berada di rentang umur 21 hingga 38 tahun. Jadi bisa dibilang, sebagian besar dari mereka sudah mempunyai pekerjaan serta penghasilan tetap untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri dengan berdikari. Namun meski begitu, jika mengingat kelemahan para Millenial dalam gaya hidupnya, mereka perlu berusaha ekstra agar dapat sukses finansial di masa depan, terutama bagi Millenial yang bercita-cita membeli rumah dan membangun rumah tangganya sendiri di kemudian hari.

Menjawab permasalahan ini, Prita Ghozie yang merupakan Perencana dan Edukator Keuangan membagikan tips dalam acara bertajuk “Jenius: Cara pintar Atur Finansial” kepada para milenial. Menurutnya, langkah pertama untuk memulai hidup sejahtera adalah mengatur keuangan. Hidup sejahtera tentu merupakan salah satu faktor bagi setiap orang agar dapat terbilang “sukses di usia muda”.

Seseorang yang mampu mengatur keuangannya dengan baik tak hanya akan dapat menikmati hidup yang ideal dan sempurna, tapi juga dapat berpotensi meraih semua impian yang didambakannya.

Prita Ghozie menambahkan, masyarakat pada umumnya mengatur finansial mereka hanya untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya—atau minimal kebutuhan bulanannya. Banyak dari masyarakat yang belum sanggup memperhitungkan dan memprioritaskan keperluan jangka panjang mereka. Banyak juga yang tidak memerhatikan kebutuhan dadakan dan darurat.

Hal ini kemudian akan semakin menjadi masalah jika dihadapkan dengan karakter Generasi Millenial yang seperti disebutkan di atas. Alih-alih menabung, kebanyakan dari mereka lebih memilih menghamburkan uangnya untuk memenuhi gaya hidup yang secara instingtif mereka dambakan.

Prita Ghozie mengungkapkan bahwa rata-rata 70 persen orang mencapai impian mereka dengan cara menabung/ mengumpulkan uang. Sebanyak 42 persen dari mereka berhasil mencapai impian hidup dengan menyusun rencana keuangan. Sedangkan 38 persen dari masyarakat bekerja ekstra demi mencapai impian mereka.

Tabungan, Simpanan dan Investasi

Menurut Prita, ada beberapa kekeliruan yang dilakukan Millenial saat ini. Salah satu keutamaannya adalah tidak mempunyai tujuan yang jelas. Selain itu, Prita juga menilai bahwa Millenial kerap gagal mengatur keuangan lantaran tidak mengetahui pengeluarannya sendiri. Mereka juga cenderung tidak mempersiapkan dana darurat. Itulah sebabnya, lanjutnya, masyarakat dewasa ini wajib memahami apa itu tabungan, simpanan serta investasi.

Prita membedakan bahwa uang simpanan memiliki arus keluar masuk yang lebih sering. Sedangkan untuk tabungan, keluar masuk arusnya terbilang lebih jarang. Sedangkan untuk investasi, uang yang disisihkan tergolong sering namun baru akan dipakai setelah jangka waktu lima sampai 10 tahun dari sekarang.

Prita juga menandaskan, jika seseorang masih belum bisa membedakan yang mana yang merupakan simpanan, tabungan dan investasi, maka dengan kata lain orang tersebut masih belum sukses dalam mengatur keuangannya.

Dengan demikian, Prita menegaskan bahwa penghasilan Millenial khususnya perlu dibagi ke beberapa kas antara lain untuk memenuhi kebutuhan hidup (living), rekreasi (playing), dan menabung (saving).

Kategori Living merupakan arus keluar masuknya uang untuk hidup bulanan kita. Kategori Playing, merupakan dana untuk rekreasi, senang-senang, penyegaran dan bermain. Sedangkan kategori Saving, yakni merupakan simpanan dan tabungan pada saat tertentu.

Siasat Mengatur Keuangan Bagi Millenial

Karena karakter utamanya yang cenderung boros dan menyukai gaya hidup royal, maka Millenial perlu membekali diri dengan edukasi finansial yang mumpuni. Bersenang-senang dan rekreasi tentu saja diperbolehkan—mengingat hal itu pun merupakan sebuah kebutuhan. Meski begitu, sadarilah juga bahwa mempunyai masa depan cerah dengan kondisi keuangan yang sentosa dan sejahtera juga merupakan kebutuhan jangka panjang yang harus dipersiapkan dari sekarang.

Agar kondisi keuangan Millenial tetap aman terkendali, simak beberapa siasat pintar untuk mengatur keuangan dengan bijak bagi Generasi Y sebagai berikut:

1. Susun Perencanaan Keuangan per Bulan

Tidak gaya namanya jika gaji sudah habis di pertengahan bulan. Itu artinya perencanaan keuangan yang Anda miliki belum cukup baik. Susunlah rencana keuangan sebelum gajian tiba. Rumus perhitungannya adalah 50-30-20.

Gunakan 50 persen penghasilan Anda untuk memenuhi kebutuhan hidup (Living) yang mendasar di setiap bulannya. Selanjutnya, gunakan 30 persen pendapatan untuk memenuhi kebutuhan rekreasi Anda (Playing). Sisanya, sisihkan untuk kebutuhan tabungan dan investasi (Saving) sebanyak 20 persen.

2. Kendalikan Gaya Hidup

Mungkin hal ini tidak akan dipahami oleh generasi lainnya—bahwa kecenderungan alami para Millenial adalah bergaya dan tampil stylish. Seringkali, banyak Generasi Y ini yang lebih memilih membeli barang-barang branded, makan di restoran mewah atau hanya sekadar hangout di kedai kopi yang mahal. Perhatikan jika kecenderungan alami ini tidak terkendali, bisa-bisa seluruh pendapatan hanya akan ludes tak bersisa demi untuk memenuhi keperluan konsumtif semacam ini.

Untuk sebagian Millenial yang berpenghasilan mumpuni, barangkali hal ini tidak akan terlalu menjadi masalah. Namun akan lain ceritanya jika Millenial bergaji kecil berusaha memenuhi gaya hidup yang tak bisa mengimbangi. Agar terhindar dari bangkrut dan kesulitan finansial lainnya, Millenial disarankan untuk mengontrol gaya hidupnya dan disesuaikan dengan isi kantong mereka.

3. Tetapkan Batasan Pengeluaran

Salah satu langkah yang bijak dan cerdas agar terhindar dari kesulitan finansial adalah membatasi pengeluaran Anda sesuai kebutuhan. Jangan beli barang yang tak terlalu Anda butuhkan. Sebagai Millenial, Anda bisa mencegah diri untuk berlaku boros dengan hal ini. Sekali lagi, boleh bersenang-senang, namun tentukan batas maksimal budgetnya. Misal, Anda hanya boleh mengeluarkan Rp 200.000 per minggu untuk keperluan rekreasi ini.

Anda juga bisa menggunakan dua rekening agar lebih mudah lagi mengatur keuangan Anda. lebih riil lagi, gunakan beberapa pos pengeluaran dengan memanfaatkan amplop yang telah disesuaikan dengan kategori anggaran pengeluaran. Dengan demikian, Anda telah membantu diri sendiri dengan mencegah mengeluarkan uang untuk pemborosan terhadap hal-hal yang tidak begitu mendesak dan juga tidak penting.

4. Gunakan Aplikasi Pengatur Keuangan

Selain perlu mengatur keuangan dengan baik, Millenial juga disarankan untuk mencatat secara rinci terkait transaksi pengeluaran mereka. Pembukuan yang mendetail ini berguna untuk menghindari dana yang mendadak menipis di pertengahan bulan. Dengan mencatatnya, Millenial bisa meninjau ulang kemana saja uang mereka selama ini telah digunakan.

Untungnya, saat ini sudah banyak tersedia berbagai aplikasi pengaturan keuangan yang dapat diunduh secara gratis. Dengan demikian, pengaturan anggaran keuangan Millenial pun bisa lebih terkendali. Biasakan untuk mencatat seluruh pengeluaran dan pemasukan yang terjadi.

5. Hindari Berutang

Beberapa orang kerap meminjam uang demi menutupi kebutuhan pengeluaran dalam kondisi darurat. Meski berutang merupakan solusi cepat saat kondisi terjepit, namun perhatikan bahwa sikap ini bukanlah solusi. Malahan, berutang harus dihindari demi keuangan yang tetap seimbang.

Gemar berutang bisa membuat Anda tidak mandiri dengan besar pendapatan yang Anda hasilkan. Dan ini tentu bukan opsi yang bijak lagi cerdas. Dengan kata lain, bukannya menjadi semakin mandiri finansial, Anda malah masih mengandalkan orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidup Anda. Alih-alih berutang, Anda dapat mengatur keuangan agar hidup lebih hemat dan kendalikan nafsu untuk bersenang-senang. Porsi “secukupnya saja” merupakan langkah terbaik untuk keseimbangan hidup dan keamanan finansial Anda dalam jangka panjang.

6. Jangan Terlalu Sering Memanjakan Diri

Masih berhubungan dengan porsi secukupnya, bersenang-senang tentu tidak dilarang. Namun perhatikan seberapa sering Anda memanjakan diri dengan berfoya-foya setiap bulannya? Ingat, hal ini akan menjadi boomerang jika dibiarkan tak terkendali.

Sejatinya, bersenang-senang merupakan cara kita untuk memberi hadiah—reward—terhadap hasil kerja keras selama ini. Berdasarkan pengertian ini, agendakan dan batasi kegiatan refreshing Anda kurang lebih 2-3 kali bersama keluarga, teman, atau orang terkasih. Dengan demikian, Anda masih tetap bisa menyisihkan uang penghasilan untuk ditabungkan setiap bulannya.

7. Utamakan Kewajiban Melunasi Utang/Cicilan

Idealnya, gunakan terlebih dahulu uang gaji Anda untuk melunasi cicilan dan membayar utang—jika ada. Barulah setelahnya Anda dapat menyisihkan uang untuk menabung dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Catat apa saja yang perlu dilunasi seperti sewa rumah, cicilan motor, hingga angsuran bulanan lainnya.

Jika semua sudah dilunasi dan kemudian masih ada sisa, barulah Anda bisa menggunakannya untuk membeli barang yang diinginkan. Utamakan terlebih dahulu membayar kewajiban Anda demi tercapainya kesuksesan dalam mengatur keuangan sendiri.

Baca Juga: Buat Kamu yang Ingin Jadi Pria Mapan, Terapkan 5 Hal Ini Biar Kondisi Keuangan Kamu Makin Mantap

Atur Rencana Keuangan Secara Terkendali untuk Jangka Panjang

Demikianlah cara yang dapat Anda lakukan untuk mengatur keuangan dengan baik dan sukses. Keuangan yang aman dan terkendali dalam jangka panjang tentunya bisa membuat kondisi finansial Anda lebih stabil. Jika stabilitas tersebut dapat terjaga keamanannya, maka bukan tak mungkin bagi Anda untuk mencapai impian-impian lain yang tengah dikejar sebagai target. Karena seringkali, stabilitas finansial merupakan salah satu kunci dan fondasi untuk meraih kesejahteraan aspek kehidupan yang lainnya.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s