Susah Nabung Walaupun Sudah Hidup Hemat

Susah Nabung Walaupun Sudah Hidup Hemat? Mungkin Alasan-Alasan Ini Bisa Jadi Sebabnya

Posted by

Bagi beberapa orang, bisa jadi berhemat merupakan hal yang mudah. Namun bagi sebagian orang lainnya, melakukan hal ini membutuhkan sangat banyak usaha dan tenaga. Padahal, penghematan dalam pengaturan keuangan merupakan salah satu hal krusial yang perlu dilakukan. Pasalnya, merancang kehidupan di masa depan membutuhkan sejumlah langkah yang matang. Untuk merealisasikan rencana tersebut dengan berbagai cara, salah satu hal yang selalu jitu untuk dilakukan adalah menabung.

Namun jika Anda sama halnya seperti kebanyakan orang, jangan tanyakan berapa banyak tantangannya. Mulai dari munculnya berbagai kebutuhan mendadak yang harus dipenuhi saat itu juga hingga sifat boros yang sukar dikendalikan. Terdengar umum?

Alasan-Alasan yang Membuat Anda Susah Nabung

Atau mungkin sebaliknya, Anda sudah berusaha keras untuk hidup hemat demi menabung tapi tetap saja belum berhasil? Mari simak beberapa alasan-alasan berikut yang bisa jadi merupakan penyebabnya.

Baca Juga: Gaji Tidak Kunjung Naik Walaupun Sudah Kerja Keras? Mungkin Ini Alasannya

1. Gajimu Tidak Besar

Mungkin saat ini Anda masih berada dalam kondisi yang tak memungkinkan untuk menabung dalam jumlah besar. Bagaimana lagi, kebutuhan hidup tambah mahal sedangkan gaji per bulannya juga belum bisa dibilang besar. Sebenarnya, Anda bisa menyisihkan sedikit saja dari uang Anda untuk ditabungkan.

Triknya, lakukan langkah sederhana ini. Berkomitmenlah setiap bulannya untuk menyisihkan hanya uang Rp 5.000-an atau pecahan Rp 20.000. Lakukan rutin dalam jangka setahun dengan patuh dan tekun, niscaya tabungan Anda sudah terbentuk.

Lagipula sebenarnya, gaji yang besar pun bukan jaminan seseorang akan mulus dalam menabung. Lakukan dari sekarang dengan apa yang tersedia di tangan Anda.

2. Tidak Membuat Anggaran Bulanan

Ibarat sebuah peta dan kompas untuk bekalmu memulai sebuah perjalanan, demikian juga dengan anggaran bulanan dalam keuanganmu. Atur pengeluaran dan pemasukan Anda dengan membuat anggaran bulanan yang terperinci. Keuangan yang tertata bisa membantumu untuk melihat berbagai kemungkinan berhemat hingga akhirnya tersisihkanlah uang untuk menabung.

Sebagai contoh, setelah Anda mengetahui berapa besar budget yang dikeluarkan untuk belanja bulanan dan makan serta berbagai kebutuhan lain setiap bulannya, Anda akan bisa menyusun anggaran untuk berhemat dan menyisihkan tabungan.

3. Menghabiskan Saldo Minimal Anda

Berapa besar jumlah saldo minimal di rekening Anda biasanya? Apakah sesuai dengan yang pihak bank tetapkan? Jika ya, Anda akan ingin mencoba cara ini. Selalu cek saldo rekening Anda lewat ATM atau internet banking. Lalu tetapkan sendiri saldo minimal Anda dalam jumlah besar. Selalu tetapkan saldo minimal ini lebih dari yang seharusnya. Ini semua berguna untuk mengasah sugesti Anda mengenai jumlah uang yang Anda punya.

Jika uang yang ada di ATM berjumlah sedikit, maka dipastikan Anda akan berusaha mengisinya lagi agar tak kurnag dari limit yang telah Anda tetapkan sendiri. Sebaliknya jika uang Anda di sana masih lebih dari limit, Anda pun akan menjaganya agar tidak berkurang lagi. Misal, Anda menentukan limit saldo rekening Anda sebesar Rp 5 juta.

4. Tergoyahkan oleh Diskon

Seringnya, banyak orang yang membeli berbagai macam barang yang tidak mereka butuhkan hanya karena tergoda oleh diskon. Stop kebiasaan ini dan fokuskan rencana keuangan Anda untuk tujuan jangka pendek dan jangka panjang. Anda ingin menikah? Ingin punya rumah? Semuanya butuh biaya. Sudahkah mulai mengumpulkan dananya? Penetapan tujuan-tujuan ini akan sangat membantu Anda agar tidak tergoyahkan hanya oleh diskon belaka.

Berikut adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan utnuk mengatasi godaan dari penawaran diskon belanja:

  • Tunda dulu kepemilikan kartu kredit jika Anda belum memulai bisnis sampingan atau mempunyai penghasilan tambahan. Cara ini akan mencegah Anda melakukan marathon belanja yang membahayakan.
  • Selalu berbelanja dengan uang tunai, jangan didebit. Membayar dengan uang tunai akan membuat Anda lebih menyadari ‘perpisahan’ Anda dengan uang.
  • Bawa uang tunai kemana-mana.
  • Jangan unduh aplikasi belanja online yang kerap menawarkan diskon menggiurkan. Tahan hingga Anda benar-benar membutuhkan aplikasinya. Langsung uninstall jika sudah selesai digunakan.
  • Hindari belanja bulanan di mall dan supermarket besar karena ada kecenderungan harga yang lebih mahal untuk beberapa item.
  • Adu keberuntunganmu agar bisa berhemat, sering-seringlah berburu voucher belanja dengan mengikuti berbagai kuis.

5. Sifat Konsumtif Membabi Buta, Lapar Mata oleh Berbagai Tren Terbaru

Jangan hanya karena teman-temanmu baru saja membeli ponsel baru dengan merk bergengsi tinggi, lantas Anda pun memaksakan diri untuk ikut-ikutan tren tersebut. Padahal gaji Anda sendiri lebih kecil dari harga barangnya. Padahal smartphone Anda saat ini masih baik-baik saja. Jangan lapar mata apalagi menerapkan sikap konsumtif dengan membabi buta.

Abaikan omongan orang yang kerap memanas-manasi dan cenderung lebih konsumtif dari Anda. Anda tentu tak ingin terbawa hanyut oleh kebiasaan buruk mereka. Ingatlah bahwa pergaulan yang buruk bisa menghancurkan kebiasaan yang baik.

Konsumerisme dalam bentuk apapun tidak akan membuat tabungan Anda semakin banyak. Tolak ajakan makan diluar yang sekiranya hanya akan menghabiskan dana Anda. Atur pengeluaran Anda dengan mengutamakan prioritas yang berfaedah saja.

6. Giat Menabung Hanya Jika Mau Membeli Barang

Sejatinya, menabung mempunyai tujuan yang jelas. Bukan untuk membeli motor sport keluaran terbaru. Bukan untuk membeli rumah dan mengumpulkan biaya menikah, apalagi jika hanya untuk gaya-gayaan semata. Menabung bertujuan untuk membuat Anda menjadi jutawan. Atau setidaknya membuat Anda jadi lebih mantap dan aman secara finansial.

Coba perhatikan ilustrasi sebagai berikut:

  • Dalam sebulan, Saya wajib menyisihkan minimal Rp 500 ribu untuk dana darurat dan kebutuhan mendadak.
  • Dalam sebulan, Saya wajib mengedukasi diri dengan minimal membeli sebuah buku yang asli.
  • Dalam setahun, Saya wajib melunasi cicilan motor.
  • Dalam setahun, minimal sudah harus bisa beli kompor gas dan kulkas untuk di rumah, dsb.

Mulailah dengan perencanaan simple dengan tujuan pendek seperti di atas. Lalu kembangkan target dan kebiasaanmu dengan menetapkan berbagai target jangka panjang dan cepat atau lambat, bukan tak mungkin jika status keuanganmu pun bisa berubah menjadi jutawan.

Baca Juga: Usia Anda Sudah 30 Tahun? Ini Cara Cerdas untuk Atur Pengeluaran Kamu Supaya Lebih Berguna

Kembangkan Kebiasaan Menabung agar Hidupmu Makin Sukses

Siasatilah mulai hari ini. kembangkan kebiasaan menabung mengingat hal ini merupakan langkah positif untuk sukses dalam berbagai aspek kehidupanmu. Yuk benahi diri, cara hidup dan keuanganmu dengan lebih baik lagi agar tetap bersemangat dan termotivasi untuk masa depan yang gemilang.

Selalu Sisihkan Uang untuk Mulai Berinvestasi Sejak Dini! Kunjungi Website Indodana Sekarang dan Mulai jadi Investor Online!

Mulai Jadi Pemberi Pinjaman Sekarang!