Liburan Ngutang

Khawatir Liburan Ngutang? Ini Tips untuk Atur Penghasilan Kamu Biar Lebih Efektif

Posted by

Masa liburan biasanya merupakan waktu yang dinantikan banyak orang untuk melepas jenuh dan penat. Meski begitu, tak jarang, banyak orang yang malah merasa semakin stress usai masa liburan habis. Pasalnya, budget untuk berlibur dan jalan-jalan baik domestik maupun luar negeri bisa saja malah membengkak dan berujung jadi berhutang.

Kamu mungkin masih ingat salah satu kasus yang sempat menjadi viral beberapa waktu belakangan ini. Seorang wanita berinisial FP alias Sisspai dikabarkan hobi travelling, namun yang membuat kisahnya disorot publik adalah fakta dibaliknya. Demi gaya hidup mewah sebagai traveller, gemar liburan keluar negeri plus senang mengenakan beraneka barang branded ala sosialita, ia nekad meminjam uang hingga ratusan juta Rupiah dan menghilang saat ditagih.

Ada pembelajaran yang bisa dipetik dari kasus ini: kendalikan uangmu dan nafsumu. Memang, mengatur keseimbangan pengeluaran dan pendapatan setiap bulannya tak bisa dibilang mudah. Namun itulah prioritas utama yang perlu dijaga agar finansial tetap sehat dan aman.

Atur dan kelola selalu keuanganmu dan jangan sampai berhutang. Berhutang dan menggunakannya untuk berlibur bukanlah keputusan bijak. Sebaliknya, atur sedemikian rupa agar keuanganmu bisa dinikmati manfaatnya dengan lebih efektif.

Baca Juga: Cara Menabung yang Efektif agar Lebih Sejahtera di Waktu Kamu Pensiun

Li Ka Shing, seorang miyarder asal Hongkong, membagikan cara menarik untuk mengatur keuanganmu. Triknya adalah membagi pendapatan ke dalam 5 bagian. Berapa pun besarnya pendapatanmu, Kamu bisa menerapkan cara ini. Simak ulasan berikut untuk lengkapnya:

1. 30% Biaya Hidup

Simpan 30% dari penghasilanmu untuk biaya hidup. Ini merupakan kebutuhan mendasar yang harus dipenuhi setiap waktu. Biaya ini meliputi uang makan, tempat tinggal, termasuk akomodasi transportasi, listrik dan jajan (biaya makan rata-rata memang kebutuhan yang paling besar).

Itulah sebabnya diperlukan kesederhanaan sikap dalam menjalani hidup. Sebagai perbandingan, Rp 100 ribu yang Kamu habiskan untuk makan diluar dengan masak sendiri di rumah tentu akan berbanding kontras. Bisa jadi, makan di restoran untuk sendiri saja budget-nya lebih besar dari itu.

Bandingkan dengan memasak di rumah dengan menu sederhana namun tetap 4 sehat 5 sempurna. Ada banyak uang yang bisa Kamu hemat.

Kamu juga bisa menemukan rumah sewa dengan harga murah dan ekonomis, bisa juga patungan dengan temanmu. Untuk transportasi, biasakan lebih banyak berjalan kaki atau bersepeda. Selain lebih hemat uang, Kamu pun bisa memanfaatkan waktu sembari berolahraga. Contohnya, total gajimu adalah Rp 5 juta. Kamu bisa menggunakan 30% yakni Rp 1,5 juta untuk biaya hidupmu.

2. 20% Biaya Bersosialisasi dan Pertemanan

Sudah bukan rahasia lagi, jaringan pertemanan merupakan salah satu kunci kesuksesan masa depan. Hal ini dapat diterapkan tak hanya dalam kehidupan profesional dan finansial saja, melainkan kehidupan personalmu juga. Ada pepatah mengatakan, “Show me your friends, I’ll show you your future.”

Dengan kata lain, kehidupan sosial Kamu sangat berpengaruh besar terhadap mind-set, kebiasaan dan etos kerja dan bahkan pengaturan keuangan pribadimu. Itulah sebabnya diperlukan alokasi dana untuk mengelola jejaring ini. Sisihkan tak hanya uang tapi juga waktumu untuk membangun jejaring bisnis dan sosial.

20% dari alokasi ini bisa mencakup biaya pulsa dan quota untuk bercengkrama di media sosial, menjalin komunikasi tatap muka sambil makan di luar atau mentraktir beberapa inner circle dan mentor yang Kamu pilih. Biaya seperti angpao dalam pernikahan teman, bantuan sumbangan bagi sanak saudara dan mereka yang terkena musibah serta amal sedekah dan beribadah juga bisa dimasukkan dalam alokasi dana ini.

3. 15% Biaya Pendidikan

Meski sudah tak mengikuti lagi pendidikan formal, menyuapi diri dengan asupan ilmu pengetahuan, wawasan dan skill baru yang bermanfaat bukanlah hal tabu. Alokasikan danamu untuk membeli buku, mengikuti les/ kursus serta menghadiri berbagai seminar, training dan lokakarya (workshop) yang ada.

Berapapun usianya, upgrade terus ilmu pengetahuan dan wawasanmu, terutama yang bisa meningkatkan kualitas diri dan kehidupanmu. Ini akan sangat membantu mengembangkan potensi dan kompetensimu di kemudian hari. Siapa tahu justru malah bisa menghasilkan uang tambahan dengan keilmuan yang baru dikuasai.

Contoh, jika penghasilanmu Rp 5 juta, Kamu bisa sisihkan Rp 750 ribu (15%) untuk poin ketiga ini.

4. 10% Biaya Rekreasi/ Hiburan

Catat hal ini jika hobimu adalah jalan-jalan. Faktanya, travelling merupakan salah satu hobi rekreasi yang tak bisa dibilang murah. Tentu Kamu boleh berangan dan mencita-citakan berlibur ke tempat-tempat eksotik tertentu. Tapi sebelumnya, pastikan dengan akal sehat bahwa penghasilanmu sudah mumpuni untuk memenuhi semua itu. Jangan sampai jadi lebih besar pasak daripada tiang.  

Ingatlah bahwa kebutuhan ini merupakan yang ketiga (tertier) setelah primer dan sekunder. Artinya, ada banyak kebutuhan lain yang sejatinya perlu Kamu penuhi terlebih dahulu. Jangan bebani diri dengan menetapkan target terlalu muluk padahal Kamu sendiri tak sanggup memenuhinya.

Kamu bisa menyisihkan uang penghasilanmu untuk berlibur mengunjungi lokasi domestik. Staycation/ holistay juga bisa menjadi opsimu jika budget yang Kamu punya pas-pasan. Contoh, jika gajimu Rp 5 juta, sisihkan Rp 500 ribu (10%) dari penghasilanmu per bulannya. Dalam setahun, Kamu sudah mengumpulkan Rp 6 juta yang bisa digunakan untuk berlibur ke negara tetangga.

5. 25% Biaya Investasi

Investasikan uangmu sebanyak 25% untuk berinvestasi. Penting bagimu untuk memutar uang penghasilan agar tak habis hanya untuk dikonsumsi sendiri. Lupakan hobi berfoya-foya dan penghamburan uang yang tidak perlu. Hidup tak akan menjadi lebih seru apalagi lucu jika Kamu sampai bangkrut dan terjerat utang. Kurangi sikap konsumtif dan mulailah investasikan uangmu ke dalam bentuk tabungan, beli emas dan ternak, hingga mengikuti program investasi di perbankan, termasuk saham.

Belajarlah berinvestasi sesuai kemampuan dan kebutuhan. Jangan biarkan uangmu tertidur pulas begitu saja. Putarkan dan buat uangmu kembali menghasilkan uang. Sebagai contoh, jika penghasilanmu Rp 5 juta per bulan, investasikan uangmu sebesar Rp 1 juta 250 ribu. Dan akhirnya, jelilah melihat peluang investasi yang ada di depan matamu.

Baca Juga: Mengenal Bisnis Dropship, Peluang Bisnis Tanpa Modal dan Tanpa Barang

Gunakan Uangmu dengan Efektif

Mulai sekarang Kamu bisa menerapkan cara mengatur keuangan ala Li Ka Shing ini dalam keseharianmu. Sebagai catatan,  jangan pernah gunakan uang yang lainnya kecuali untuk hal yang bersifat darurat—seperti kebutuhan makan dan sakit.

Jangan ikuti gaya hidup berlandaskan nafsu manusia yang tak ramah bagi dompet dan masa depanmu. Karena nafsu selalu saja tak akan ada habisnya. Yuk menjadi lebih bijak dan cerdas lagi dalam menyikapi hidup dan masa depan keuanganmu. Sukses selalu, ya!