Gaji Tidak Kunjung Naik Walaupun Sudah Kerja Keras

Gaji Tidak Kunjung Naik Walaupun Sudah Kerja Keras? Mungkin Ini Alasannya

Diposkan oleh

Sebagai pegawai, tentu ada waktunya bagi Anda untuk bekerja keras melebihi ekspektasi atasan atau perusahaan. Hal ini terutama dilakukan jika Anda merupakan karyawan junior yang baru saja bergabung dalam suatu korporat tertentu. Namun setelah berjalan beberapa waktu, Anda tentu ingin mendapatkan kenaikan gaji serta tambahan fasilitas tertentu yang bisa membuat kinerja dan profesionalisme Anda semakin baik.

Yang kemudian kerap menjadi masalah adalah ini: gaji Anda tak kunjung naik, padahal Anda merasa sudah bekerja sangat keras demi untuk mendapatkannya. Adakah sesuatu yang Anda lewatkan atau bagaimana?

Tak ada seorang pun yang menginginkan kariernya stuck disitu-situ saja tanpa ada kemajuan dan perkembangan yang signifikan. Pernahkah Anda membandingkan, tahun ini teman sudah meningkatkan prestasinya dan berhasil meraih posisi manajer dengan sangat mudah.

Sedangkan Anda sendiri masih menjadi supervisor. Semuanya serasa seolah hanya berjalan di tempat. Apa yang salah?

Untuk mendapatkan lompatan karier yang Anda impikan, coba perhatikan. Bisa jadi jangan-jangan selama ini Anda telah melewatkan beberapa hal penting yang mempengaruhi lompatan karier Anda. Cermati uraiannya sebagai berikut.

Baca juga: Kebiasaan-Kebiasaan Orang Sukses yang Bisa Anda Praktekkan agar Hidup Lebih Baik

1. Tidak Layak

Coba periksa kinerja dan profesionalisme Anda sendiri. Apakah selama ini sudah cukup layak dan pantas untuk mendapatkan kenaikan gaji? Apakah kapasitas dan kapabilitas Anda sudah mumpuni? Dan terlebih, apakah Anda sesungguhnya sudah berada di bidang yang tepat sesuai kemampuan?

Periksa kekurangan Anda dan perbaiki secepatnya. Tingkatkan kinerja dan performa Anda agar jadi lebih baik lagi. Ingat, persaingan semakin ketat. Setiap orang berlomba dan berusaha memberikan yang terbaik dari diri mereka. Demikian juga seharusnya bagi Anda. Selalu koreksi diri dan berikan yang terbaik.Miliki target pribadi Anda dalam bekerja. Apabila Anda telah tiga tahun bekerja namun gaji hanya naik sekitar 10-20 persen apalagi tak naik sama sekali, pertimbangkan kembali pekerjaan ini. Kenaikan gaji per tahunnya merupakan hal lazim demi mengimbangi inflasi. Sehingga sudah seharusnya Anda mendapatkan kenaikan gaji. Lakukan evaluasi diri untuk mengetahui apa penyebabnya.
2. Tak Pernah Meminta Kenaikan Gaji

Bersikaplah proaktif. Tanyakan kepada atasan, apakah mungkin ada kenaikan gaji bagi Anda ke depannya? Ini penting untuk dilakukan mengingat ada banyak hal penting yang perlu dilakukan bos Anda, sehingga bisa saja dirinya lupa. Inisiasikan untuk meminta naik gaji.
Hal ini boleh Anda lakukan hanya jika Anda sudah mengerjakan semua tugas dengan baik dan benar, serta berprestasi. Seorang karyawan yang kinerjanya bagus akan membuatnya berada di posisi yang berpeluang lebih besar untuk mendapatkan kenaikan gaji.
3. Waktu yang Tidak Tepat

Dibutuhkan timing yang tepat untuk segalanya. Jika Anda hendak mengajukan permohonan kenaikan gaji, hal ini juga tentu harus memperhatikan waktu yang tepat. Perhatikan sistem dan pengelolaan tempat Anda bekerja. Temukan waktu yang tepat, dan terutama jangan mengajukannya di tengah tahun.

Anda disarankan untuk mengajukan permohonan kenaikan gaji di akhir tahun. Dengan begitu, di awal tahun Anda dapat masuk dalam daftar pegawai yang menerima penyesuaian gaji.
Selebihnya, pekalah terhadap sekitar. Anda tak ingin mengajukan permohonan gaji saat pekerjaan atasan bertumpuk atau sedang bad mood.
4. Tak Akrab dengan Bos

Seni berhubungan dengan banyak orang memang kerap menjadi kunci untuk mempermudah segala urusan Anda. Anda tentu tak disarankan untuk mencari muka dan menjilat. Tapi ‘bertemanlah’ dengan bos Anda. Hargai dan cermati sosoknya sebagai individu. Untuk mengambil hatinya, Anda akan ingin menjadi sosok yang lebih berprestasi, bertanggung jawab atau pun tekun di lingkungan perusahaan.

Anda juga bisa memulai pendekatan dengan meminta pendapatnya soal kinerja Anda. Tanpa terkesan berlebihan, tanyakan kabar keluarganya atau pengalamannya sebelum akhirnya bekerja di perusahaan yang sama dengan Anda seperti sekarang. Hubungan yang baik dengan bos dan rekan kerja Anda merupakan salah satu hal penting yang berpengaruh terhadap penilaian perusahaan kepada Anda.
5. Performa yang Buruk

Hal ini erat kaitannya dengan poin pertama. Cobalah introspeksi dan evaluasi diri, apakah performa Anda sudah cukup baik? Atau malah jangan-jangan buruk?

Barangkali bisa jadi kinerja Anda sudah baik. Namun harap perhatikan hal-hal lain seperti apakah Anda cukup disiplin dan mampu fit in dengan semua rekan kerja? Atau jangan-jangan Anda malah kerap bermasalah dengan orang lain, suka mengeluh dan tak bisa menerima kritik serta masukan orang?

Baca Juga: Hal-Hal Sederhana yang Bisa Kamu Terapkan Agar Tidak Bangkrut di Akhir Bulan

Cobalah Belajar untuk Melihat Kekurangan Diri Sendiri dan Perbaiki

Jika Anda tak bisa melihat apa saja kekurangan Anda sendiri, ada baiknya untuk menanyakannya kepada orang lain. Tanyakan kepada mereka yang banyak berinteraksi dalam urusan pekerjaan Anda, niscaya Anda akan mendapatkan jawabannya. Jika semua hal sudah Anda lakukan namun gaji masih tak kunjung naik dan jenjang karier tanpa prospek jelas, ada baiknya Anda mempertimbangkan untuk mengganti pekerjaan Anda. siapa tahu ada peluang yang ternyata lebih baik menanti Anda diluar sana. Sukses selalu!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s